Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

“Aku Zalim, Ya Rabb”

2026/05/04
in Nasehat
2
Ilustrasi: AI-Generated, LINES.

Ilustrasi: AI-Generated, LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Faidzunal A. Abdillah, Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan.

Di antara cahaya terbesar dalam perjalanan ruhani seorang hamba adalah kesadaran ini: bahwa Allah tidak pernah menzalimi, sementara manusialah yang sering tenggelam dalam kezaliman terhadap dirinya sendiri. Allah menegaskan dengan sangat jelas dalam firman-Nya:

وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ

“Dan Tuhanmu tidaklah menzalimi hamba-hamba-Nya.” (QS. Fussilat: 46)

Dan juga:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلَٰكِنَّ النَّاسَ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, akan tetapi manusialah yang menzalimi diri mereka sendiri.” (QS. Yunus: 44)

Bahkan dalam sebuah hadits qudsi yang agung, Nabi Muhammad ﷺ meriwayatkan bahwa Allah berfirman:

يَا عِبَادِي، إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَىٰ نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلَا تَظَالَمُوا

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku, dan Aku jadikan ia haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.” (HR. Muslim)

Ini adalah penegasan yang sangat kuat: Allah bukan hanya tidak zalim, tetapi mengharamkan kezaliman atas diri-Nya sendiri—sebuah kesempurnaan keadilan yang mutlak. Kemudian memberikan tuntunan apik dalam sejarah para nabi. Mari perhatikan adab agung para nabi—mereka tidak pernah menyandarkan kesalahan kepada takdir atau keadaan, melainkan kepada diri mereka sendiri.

Lihatlah Nabi Adam, manusia pertama. Ketika tergelincir dalam kesalahan, ia tidak menyalahkan godaan, tidak pula menyalahkan keadaan. Ia justru merendahkan diri dalam doa:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Wahai Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Al-A’raf: 23)

Nabi Musa juga sama, ketika beliau tanpa sengaja membunuh seorang Qibthi. Dalam kondisi penuh penyesalan, beliau tidak mencari alasan, tetapi langsung mengakui:

قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي

“Ia (Musa) berkata: ‘Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku.’” (QS. Al-Qashash: 16)

Perhatikan betapa singkat, jujur, dan dalam doa ini. Tidak bertele-tele. Tidak ada pembelaan diri. Hanya pengakuan dan harapan ampunan. Dan hasilnya luar biasa:

فَغَفَرَ لَهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Maka Allah mengampuninya. Sungguh, Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ini seakan menjadi sunnatullah dalam taubat: pengakuan kemudian ampunan.

Demikian pula Nabi Yunus, dalam kegelapan yang berlapis, ia tidak mengeluh—ia mengaku:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya: 87)

Jika kita renungkan, tiga nabi besar—Adam, Musa, dan Yunus—semuanya menggunakan kata “ظَلَمْتُ نَفْسِي” atau turunannya. Seakan mereka mengajarkan satu adab universal: kesalahan tidak menghalangi kedekatan dengan Allah, tetapi kesombongan untuk mengakui kesalahan-lah yang menghalanginya.

Dan penutup para nabi, Nabi Muhammad ﷺ, tetap mengajarkan umatnya untuk mengakui kelemahan diri:

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِّنْ عِندِكَ، وَارْحَمْنِي، إِنَّكَ أَنتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Ya Allah, sungguh aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa dalam pelajaran ini. Jika para nabi—manusia pilihan—masih mengakui diri mereka sebagai “zalim”, lalu bagaimana dengan kita?

Para ulama, alim faqih, pun menegaskan hakikat ini. Di antaranya ada yang berkata: “Seorang hamba senantiasa berada di antara nikmat dari Allah yang harus disyukuri, dan dosa dari dirinya yang harus diistighfari.” Sementara Sang Guru Bijak mengingatkan bahwa akar kebinasaan manusia adalah ketika ia tidak lagi melihat dosa sebagai kesalahan dirinya. Dan Sufyan Ats-Tsauri, salah satu tabiin berkata: “Tidak ada sesuatu yang lebih berbahaya bagi seorang hamba daripada merasa dirinya tidak bersalah.” Maka, jalan keselamatan bukanlah pada pembelaan diri, tetapi pada pengakuan diri.

Saat seorang hamba berkata, “Aku yang zalim”, di situlah pintu rahmat terbuka. Namun ketika ia sibuk menyalahkan keadaan, manusia, bahkan takdir—di situlah hijab mulai menutup hatinya. Kezaliman terbesar bukan hanya pada perbuatan dosa, tetapi pada ketidakmauan untuk mengakuinya. Karena itu, para alim faqih terdahulu lebih takut pada dosa yang tidak mereka sadari daripada dosa yang mereka tangisi.

Maka, wahai jiwa, belajarlah dari para nabi: jangan sibuk membela diri di hadapan Allah, tetapi sibuklah merendahkan diri. Sebab Allah tidak pernah zalim—bahkan telah mengharamkan kezaliman atas diri-Nya sendiri. Namun kita—seringkali—terlalu mudah menzalimi diri sendiri.

Dan mungkin, awal dari kebaikan sejati adalah satu kalimat yang jujur: “اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي…” – Ya Allah sesungguhnya aku menganiaya pada diriku sendiri. Karena di situlah para nabi memulai taubat mereka— dan di situlah pula kita menemukan jalan pulang.

Tags: diriPerjalanan RuhaniZalim

Comments 2

  1. Dharmajaya says:
    5 months ago

    Aamiin ajzkh. Setiap shalat minta dihindari dari murkaNya dan zalim. Sesat memang tidak kalah dng dimulai.

    Reply
  2. Dani Jumeri says:
    5 months ago

    Alhamdulillah 🤲🏻🤲🏻 Masya Allah 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Wartoyo Jamaah on LDII Ingatkan Bahaya Pemberontakan Gaya Baru Melalui Disinformasi Digital
  • Angka DH on Tutup Pelatihan Jurnalistik, DPP LDII Ajak Generasi Muda Tingkatkan Literasi Media Digital
  • Luluk Mutia on Lahir Ikhlas
  • Mustofa lutfi jambi kota dua bahar1 on Ini Dia Empat Kebahagiaan Sejati Seorang Muslim
  • Nanang Naswito on LDII Helat Pelatihan di Mimika, Ajak Generasi Muda Bijak Medsos dan Aktif Publikasikan Kegiatan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

March 17, 2026
LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

March 17, 2026
PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

April 24, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026
Lahir Ikhlas

Lahir Ikhlas

3
Ketua Umum DPP LDII: Masjid Harus Jadi Sumber Perdamaian

Ketua Umum DPP LDII: Masjid Harus Jadi Sumber Perdamaian

2
LDII Helat Pelatihan di Mimika, Ajak Generasi Muda Bijak Medsos dan Aktif Publikasikan Kegiatan

LDII Helat Pelatihan di Mimika, Ajak Generasi Muda Bijak Medsos dan Aktif Publikasikan Kegiatan

2
LDII Pasar Kliwon Komitmen Perkuat Pembinaan Generasi Muda

LDII Pasar Kliwon Komitmen Perkuat Pembinaan Generasi Muda

2
LDII Enrekang Gandeng Dinas Ketahanan Pangan Kembangkan Pangan Lokal

LDII Enrekang Gandeng Dinas Ketahanan Pangan Kembangkan Pangan Lokal

September 30, 2026
Jelang Pindah Tugas, Kapolres Tana Toraja dan LDII Perkuat Sinergi dan Kerukunan

Jelang Pindah Tugas, Kapolres Tana Toraja dan LDII Perkuat Sinergi dan Kerukunan

September 30, 2026
LDII dan Polres Sumbawa Barat Buka Ruang Kolaborasi Bidang Kebangsaan hingga Lingkungan

LDII dan Polres Sumbawa Barat Buka Ruang Kolaborasi Bidang Kebangsaan hingga Lingkungan

September 30, 2026
Generus LDII Pasangkayu-Lamasi Perkuat Silaturahim dan Tukar Pengalaman

Generus LDII Pasangkayu-Lamasi Perkuat Silaturahim dan Tukar Pengalaman

September 30, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Enrekang Gandeng Dinas Ketahanan Pangan Kembangkan Pangan Lokal September 30, 2026
  • Jelang Pindah Tugas, Kapolres Tana Toraja dan LDII Perkuat Sinergi dan Kerukunan September 30, 2026
  • LDII dan Polres Sumbawa Barat Buka Ruang Kolaborasi Bidang Kebangsaan hingga Lingkungan September 30, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

TELEGRAM

Untuk mengirim berita dari daerah Anda, silakan install aplikasi TELEGRAM lalu klik tautan berikut:

https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.