Banyuwangi (15/7). Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi dedikasi DPD LDII Kabupaten Banyuwangi dalam membina generasi muda. Hal tersebut disampaikan saat membuka Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 di Bumi Perkemahan Wisata Waduk Sidodadi, Glenmore, Banyuwangi, pada Selasa (7/7/2026).
“Kami menilai kegiatan yang diikuti sekitar 600 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pemuda, sebagai langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
Ia menjelaskan kualitas bangsa di masa depan sangat bergantung pada persiapan generasi muda saat ini. Ia juga menyoroti kurikulum pembinaan yang diterapkan LDII dalam Permata CAI yang memadukan wawasan kebangsaan, bela negara, akhlakul karimah, hingga kewirausahaan.
Bupati Ipuk memuji konsistensi perhelatan CAI yang selalu dinamis dan tidak pernah sepi peminat, menjadikannya sarana strategis dalam menjaring bibit-bibit pemimpin masa depan, baik untuk internal organisasi LDII maupun sebagai manusia yang bermanfaat secara luas bagi bangsa dan negara.
“Teknologi semakin cerdas, belum tentu manusia semakin bijaksana. Sekarang teknologi menjadi acuan kebenaran seseorang, di media sosial orang semakin tidak terkendali, bebas menggunakannya. Namun, sehebat apa pun teknologi, ketika SDM kita memiliki akhlak, iman, dan karakter yang kuat, dia tidak akan tergilas, tidak akan menjadi budak teknologi,” tegas Bupati Ipuk.
Bupati Ipuk mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan momen perkemahan ini secara maksimal sebagai ruang interaksi sosial yang nyata, sesuatu yang tidak bisa didapatkan hanya melalui layar gawai.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Heri Sujatmiko, menegaskan bahwa mencetak generasi unggul tidak bisa dilakukan dengan cara instan. Ia menerapkan pola pembinaan berjenjang sejak usia dini hingga lanjut usia untuk memastikan transfer ilmu dan nilai tetap terjaga.
“Pembinaan kami mulai dari lingkungan keluarga, dengan edukasi orang tua mengenai pemenuhan gizi anak sebagai fondasi dasar. Kami fokus mewujudkan Tri Sukses Generasi Penerus, yakni memiliki akhlak mulia, pemahaman agama yang kuat, dan kemandirian,” jelasnya.
Heri mengapresiasi Bupati Kabupaten Banyuwangi yang selalu menghadiri dan membuka kegiatan Permata CAI. Menurutnya, hal tersebut adalah bukti Pemerintah Daerah mendukung pembinaan generasi muda.
“Selain pembinaan keagamaan, peserta juga memperoleh materi wawasan kebangsaan, penyuluhan bahaya narkotika dari BNNK Banyuwangi dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta penguatan pengetahuan dan keterampilan (soft skill),” jelasnya.
Ia menjelaskan tujuannya utama kegiatan ini adalag untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 dan menjadikan generasi muda profesional dan religius.

Sementara itu, Ketua Panitia Permata CAI ke-47, Nanang Tri Wahyudi, menambahkan bahwa kegiatan tahunan ini tidak hanya berfokus pada pendidikan karakter, tetapi juga berdampak pada ekonomi masyarakat.
“Selain pembinaan, kami menghadirkan bazar UMKM dan berbagai pertunjukan budaya. Kami menargetkan sekitar 2.000 pengunjung selama acara. Harapannya, kegiatan ini memberikan manfaat luas, termasuk mendorong perputaran ekonomi di kawasan wisata Waduk Sidodadi,” katanya.
Nanang menjelaskan sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia juga menyalurkan santunan kepada anak yatim di sekitar lokasi perkemahan. Menariknya, Pemkab Banyuwangi turut mendukung penuh kegiatan ini dengan menerjunkan stan pelayanan publik gabungan, seperti Dinas Kesehatan dan Dispendukcapil, untuk memberikan layanan jemput bola bagi warga dan peserta perkemahan.
“Kehadiran pemerintah dalam kegiatan organisasi keagamaan ini menjadi simbol sinergi antara umaro dan ulama dalam membangun karakter bangsa yang lebih baik,” tutupnya.

