Banjarmasin (31/7). DPD LDII Kota Banjarmasin menggelar Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (PERMATA CAI) ke-47 di Masjid Al Muhajirin, Sungai Lulut, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut merupakan wadah pembinaan regenerasi pemuda dengan karakter luhur, profesional religius, dan siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Ketua DPD LDII Kota Banjarmasin Ahmad Kusnan mengatakan, generasi muda sekarang menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Menurutnya, pembinaan karakter berkelanjutan dibutuhkan untuk menjawab persoalan lunturnya adab, kedisiplinan, sikap saling menghargai, hingga meningkatnya egoisme.
“PERMATA CAI menjadi salah satu ikhtiar LDII dalam membentuk generasi yang memiliki semangat kebersamaan, gotong royong, saling berbagi, serta berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan yang digelar selama tiga hari sejak Jumat (24/7/2026) itu terus dilaksanakan secara berkesinambungan agar generasi muda yang memiliki karakter luhur, cinta tanah air, serta mampu mengamalkan 29 Karakter Luhur dalam kehidupan sehari-hari. “Generasi muda harus memiliki pondasi yang kuat, mencintai bangsa dan negara, serta menerapkan 29 Karakter Luhur agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya.
Dalam acara itu, LDII Kota Banjarmasin juga berkolaborasi dengan Penggerak Pembina Generus (PPG). Ketua PPG Kota Banjarmasin, Jumari, mengatakan kolaborasi tersebut juga bertujuan memperkuat pembinaan generasi unggul, terutama dalam memetakan persoalan di lingkungan sekitar melalui Forum Group Discussion (FGD).
“Peserta diajak terlibat dalam FGD untuk bersama-sama mengidentifikasi berbagai persoalan di lingkungan, menganalisis penyebabnya, kemudian bersama-sama mencari solusi yang dapat diterapkan,” jelas Jumari.
Ia menambahkan, pembentukan karakter harus dilakukan secara berkelanjutan melalui keteladanan orang tua, ulama, serta jajaran pengurus LDII sehingga nilai-nilai luhur yang ditanamkan dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Saipul Bahri menjelaskan PERMATA CAI ke-47 diikuti sekitar 200–215 peserta dari PAC LDII se-Kota Banjarmasin. Peserta menyimak materi yang berfokus pada penguatan 29 karakter luhur, seperti alim-fakih, berakhlakul karimah, mandiri, serta penguatan wawasan kebangsaan. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti Forum Group Discussion (FGD) sebagai sarana melatih kemampuan berpikir kritis, berdiskusi, serta mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi generasi muda.
Salah seorang pemateri, Zainul mengatakan, FGD saat itu juga membahas bijak bermedia sosial. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif menjadi bekal penting bagi generasi muda di era digital. “Generasi muda harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana belajar, berkarya, berdakwah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai 29 karakter luhur,” katanya.













