Kapuas (1/8). Memasuki musim panen 2026, warga LDII di Desa Terusan Makmur dan Desa Terusan Karya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, berhasil memanen padi metode intensifikasi dengan median produktivitas 4-5 ton per hektar.
Ketua PC LDII Kecamatan Bataguh, Nurahmat mengatakan peningkatan produktivitas itu melalui budidaya memanfaatkan mekanisasi pertanian yang efektif dan efisien, mulai dari pengolahan lahan hingga panen. Mekanisasi tersebut untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui sektor pertanian.
Ketua PAC LDII Desa Terusan Makmur, Abdul Malik yang saat itu juga hadir mengatakan, hasil panen tersebut berasal dari pemanfaatan varietas unggul, yakni Hibrida Supadi, Hibrida Sembada, Inpari 32, dan MR 129. Dengan kondisi lahan yang baik, petani di wilayah itu mampu melakukan tanam dua kali dalam setahun.
“Panen ini menjadi kontribusi warga LDII dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Selain itu, Nurahmat juga menjelaskan produktivitas didukung pengolahan lahan yang baik, penggunaan benih unggul, pemberian pupuk dengan dosis dan waktu yang tepat, pengendalian hama dan penyakit tanaman, perawatan tanaman secara berkelanjutan, serta pengaturan tata air yang optimal.
“Saat panen, petani juga berupaya meminimalkan kehilangan gabah agar hasil yang diperoleh lebih maksimal,” kata dia. Melalui penerapan budidaya yang baik dan mekanisasi pertanian, pihaknya berharap produktivitas terus meningkat.
Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Kapuas, Subagio, menilai sektor pertanian merupakan salah satu bentuk pengabdian warga LDII kepada bangsa. Menurutnya, menjaga ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“LDII sejak lama mendorong warganya mandiri dan produktif. Pertanian menjadi salah satu bidang yang terus kami kembangkan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat,” kata Subagio.
Ia berharap semangat gotong royong dan kerja keras para petani terus terjaga sehingga mampu berkontribusi terhadap swasembada pangan nasional.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Kapuas, Kamaludin menegaskan, keberhasilan panen di Kecamatan Bataguh membuktikan warga LDII tidak hanya berperan dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga aktif mendukung pembangunan daerah melalui sektor pertanian.
“LDII akan terus mendorong warganya meningkatkan produktivitas ketahanan pangan dengan memanfaatkan teknologi dan benih unggul, serta menjalin sinergi dengan pemerintah agar hasil pertanian semakin optimal dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Ia berharap keberhasilan panen dengan sistem intensifikasi tersebut menjadi motivasi bagi petani lainnya, sehingga Kabupaten Kapuas semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung pangan di Kalimantan Tengah. (kim)

