Makassar (27/8). Jajaran pengurus DPW LDII Sulawesi Selatan menghadiri Dialog Kebangsaan yang digelar Yayasan Al-Markaz Al-Islami Muhammad Yusuf Makassar. Forum yang membahas moderasi beragama dan penguatan persatuan tersebut berlangsung di Ballroom Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar, Sulawesi Selatan pada Sabtu (15/8/2026).
“Perbedaan merupakan bagian dari kehidupan sosial yang perlu dikelola melalui komunikasi dan kerja sama. Karena itu, kita perlu memperbesar persamaan dan memperkecil perbedaan,” ujar Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro yang hadir didampingi Wakil Ketua Sukardi Weda dan Teri.
Asdar mengatakan, setiap kelompok memiliki latar belakang dan sudut pandang yang berbeda. Namun, seluruh elemen bangsa memiliki kepentingan bersama untuk menjaga persatuan dan membangun Indonesia.
Asdar juga menegaskan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus titik temu seluruh komponen bangsa. Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan perlu dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar masyarakat tidak mudah terjebak pada ego kelompok.
“Kalau setiap kelompok lebih mengedepankan ego masing-masing, perbedaan bisa berkembang menjadi potensi perpecahan yang mengancam persatuan dan keutuhan bangsa,” tegasnya.
Menurut Asdar, moderasi beragama tidak berarti mengurangi keyakinan terhadap agama masing-masing. Sikap tersebut diwujudkan dengan menghormati perbedaan, menjaga toleransi, dan menempatkan persatuan sebagai kepentingan bersama.
Ia menambahkan, setiap organisasi tetap dapat menjalankan identitas dan program masing-masing. Namun, peran tersebut perlu diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
“LDII ingin bersanding dalam membangun Indonesia, bukan bertanding, apalagi bersaing,” tegasnya.
Kegiatan mengangkat tema “Moderasi Beragama, Menguatkan Integritas Diri Kepahlawanan Menuju Indonesia Sejahtera dan Makmur”. Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi Islam, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Sejumlah tokoh dan pejabat juga hadir, di antaranya Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sulsel M. Ishak Iskandar, Dirbinmas Polda Sulsel Anang Triarsono, Ketua MUI Sulsel Mustari Bosra, dan Ketua FKUB Sulsel Muammar Bakry.
Forum tersebut juga diikuti sejumlah organisasi Islam dan organisasi kemasyarakatan, termasuk tokoh Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Hidayatullah, serta tokoh agama dan masyarakat lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi lintas organisasi.

