Makassar (2/9). DPW LDII Provinsi Sulawesi Selatan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar menggelar donor darah bertema “Selamatkan Jiwa, Sehatkan Raga”. Kegiatan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tersebut berlangsung di Kantor Pondok Pesantren Roudhotul Jannah, Kota Makassar, pada Minggu (9/8/2026).
“Donor darah menjadi salah satu cara LDII memaknai kemerdekaan melalui tindakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro.
Ia menyebut, tema “Selamatkan Jiwa, Sehatkan Raga” bukan sekadar slogan kegiatan. Tema tersebut menjadi pesan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memiliki arti besar: berbagi apa yang dimiliki untuk memberi kesempatan hidup bagi orang lain.
Selain itu, kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan berbagai kegiatan seremonial. Semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan dengan membantu orang lain dan memperkuat solidaritas sosial.
“Tujuan utama kegiatan donor darah ini adalah memberikan kontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di bidang kemanusiaan. Kita menyumbangkan darah untuk membantu keberlangsungan hidup orang lain yang membutuhkan,” kata Asdar.
Ia mengatakan, nilai kepedulian yang selama ini dibangun melalui pembinaan keagamaan perlu diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat. Donor darah menjadi salah satu bentuk sederhana untuk menerjemahkan nilai tersebut.
“Nilai-nilai yang diperoleh melalui kegiatan pengajian juga diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, salah satunya melalui kegiatan sosial seperti donor darah,” ujarnya.
Asdar juga menyampaikan apresiasi kepada PMI Kota Makassar, khususnya Ketua PMI Kota Makassar Syamsu Rizal dan seluruh tim yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, kerja sama antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga kemanusiaan seperti PMI penting untuk memperluas jangkauan kegiatan sosial. Kolaborasi tersebut memungkinkan kepedulian masyarakat diarahkan menjadi aksi yang terorganisasi dan memberikan manfaat nyata.
Asdar berharap kegiatan tersebut dapat menginspirasi organisasi, komunitas, dan kelompok masyarakat lainnya untuk mengambil peran dalam aksi kemanusiaan.
“Semoga semangat kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Kami juga berharap semakin banyak komunitas dan organisasi ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi sesama,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Makassar, Syamsu Rizal, yang akrab disapa Daeng Ical, mengatakan donor darah merupakan bentuk kepedulian yang sederhana, tetapi memiliki dampak langsung bagi kehidupan orang lain. Darah yang disumbangkan dapat menjadi bagian penting dalam membantu pasien yang membutuhkan transfusi.
“Donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa ditiru kelompok, komunitas, maupun organisasi lain,” kata Syamsu Rizal.
Menurut dia, donor darah tidak semestinya dipandang hanya sebagai aktivitas membantu orang lain. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan secara berkelanjutan.
Ia berharap semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda, menjadikan donor darah sebagai bagian dari budaya berbagi dan kepedulian sosial. “Motivasinya bukan sekadar membantu sesama. Masyarakat juga perlu memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan dan menjadikan aksi kemanusiaan sebagai bagian dari kehidupan,” pungkas Daeng Ical.

Donor darah memiliki dimensi sosial yang kuat. Pendonor mungkin hanya memberikan sebagian kecil dari apa yang dimilikinya, tetapi darah yang terkumpul dapat menjadi bagian dari upaya menyelamatkan kehidupan seseorang yang sedang menjalani perawatan.
Karena itu, kegiatan donor darah yang digelar LDII Sulsel dan PMI Makassar tidak berhenti pada agenda menjelang HUT RI. Kegiatan tersebut membawa pesan yang lebih luas tentang pentingnya membangun budaya solidaritas dan kesediaan berbagi.
Di tengah berbagai tantangan sosial, kepedulian tidak selalu membutuhkan tindakan besar. Kesediaan meluangkan waktu, menjalani pemeriksaan, kemudian mendonorkan darah merupakan bentuk kontribusi yang dapat dilakukan banyak orang yang memenuhi syarat donor.
Semangat tersebut menjadi semakin relevan ketika dikaitkan dengan momentum peringatan kemerdekaan. Jika kemerdekaan dimaknai sebagai kesempatan untuk hidup dan berkembang bersama, maka menjaga kehidupan dan membantu sesama merupakan salah satu bentuk konkret mengisi kemerdekaan.
Kegiatan donor darah tersebut sekaligus mempererat hubungan kelembagaan antara LDII Sulawesi Selatan dan PMI Kota Makassar. Kedua pihak berharap kolaborasi serupa dapat berlanjut melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

