Yogyakarta (2/9). SMA Insan Mulia Boarding School (IMBS) memperkuat pembelajaran teknologi melalui kerja sama dengan Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI). Sekolah menerima kunjungan pengurus pusat PRSI sekaligus bantuan delapan set kit robotika pada Sabtu (1/8/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan pendidikan generasi muda di lingkungan pendidikan. Ketua Umum PRSI Wahyu Hidayat mengatakan kedatangan ke SMA IMBS bertujuan memperkenalkan pembelajaran robotika kepada siswa.
Menurut dia, sekolah memiliki ruang besar untuk mengenalkan teknologi sejak jenjang pendidikan menengah, “Kami memberikan sosialisasi mengenai robotika sekaligus peluang pembelajarannya bagi siswa. Teknologi perlu dikenalkan melalui praktik agar siswa memiliki pengalaman langsung dalam memahami perangkat dan cara kerjanya,” kata Wahyu.
Wahyu mengatakan PRSI menyerahkan bantuan delapan set kit robotika untuk mendukung kegiatan belajar di SMA IMBS. Penyerahan dilakukan secara simbolis melalui satu set kit yang diterima Kepala SMA IMBS Syaifulloh Ibnu Mukmin. Tujuh set lainnya akan dikirimkan secara bertahap.
“Bantuan ini kami harapkan dapat digunakan secara optimal dalam proses pembelajaran. Siswa perlu memiliki kesempatan untuk merakit, mencoba, dan memahami cara kerja robot secara langsung,” ujarnya.
Kerja sama tersebut diinisiasi Rektor STIA Madani Klaten yang juga menjabat Ketua PRSI Cabang Jawa Tengah-DIY Aditya Ferdiana Arif bersama Kepala SMA IMBS Syaifulloh Ibnu Mukmin. Kolaborasi diarahkan pada pengembangan pembelajaran robotika dan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan sekolah.
Kepala SMA IMBS Syaifulloh Ibnu Mukmin mengatakan bantuan dari PRSI menjadi tambahan fasilitas bagi sekolah dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi, “Kami menyambut baik kerja sama ini karena robotika dan AI memiliki peluang besar untuk dikembangkan dalam pendidikan. Siswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan perkembangan teknologi,” kata Syaifulloh.
Syaifulloh mengatakan sebanyak 20 siswa perwakilan kelas X hingga XII mengikuti sosialisasi dan penyerahan bantuan. Mereka mendapatkan pengenalan mengenai perakitan serta pemrosesan dasar perangkat keras robotika.
“Kami ingin siswa tidak hanya mengenal robotika secara teori. Mereka juga perlu memahami proses perakitan dan pemrogramannya. Setelah fasilitas tersedia secara lengkap, materi ini akan kami kembangkan menjadi bagian dari pengayaan pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PRSI Cabang Jawa Tengah-DIY Aditya Ferdiana Arif mengatakan kolaborasi sekolah dan PRSI dapat menjadi awal pengembangan ekosistem pembelajaran robotika di wilayah Jawa Tengah dan DIY.
“Kami berharap kerja sama ini terus berkembang. Sekolah dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mengenal teknologi sekaligus mengembangkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah,” katanya.

