Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Wawasan Iptek

Astronom Wanita Muslim, Penemu GPS

2017/10/05
in Iptek
0
mariam al asturlabi
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Astronomi adalah salah satu disiplin ilmu yang sangat berpengaruh bagi peradaban umat manusia. Dari sekian banyak astronom, terdapat astronom perempuan yang dianggap sangat revolusioner pada masanya.

Perempuan tersebut bernama Mariam Al-Ijliya, seorang astronom legendaris yang menemukan instrumen astronomi astrolabe. Hingga kini, alat ciptaannya masih bermanfaat bagi ilmu astronomi.
Astrolobe dikenal dengan ponsel pintar kuno. Saat ini, kita mengenal astrolobe sebagai versi modern Global Positioning System (GPS). Astrolabe merupakan instrumen global positioning yang menentukan posisi matahari dan planet-planet. Instrumen tersebut digunakan untuk keilmuan astronomi, astrologi, dan horoskop.

Astrolobe juga digunakan untuk mengetahui waktu dan sebagai navigasi dengan cara mencari lokasi berdasarkan lintang dan bujur. Sedangkan, bagi umat Muslim astrolobe digunakan untuk menentukan kiblat, waktu shalat, dan awal Ramadahan serta Idul Fitri.

Kerajinan astrolobe sangat berkembang pesat pada abad kesembilan hingga 10. Teknik ini pun tidak sembarang orang dapat menguasainya. 

Ketika itu, orang yang ahli dalam membuat astrolobe disebut sebagai insinyur mesin. Mariam merupakan wanita pertama yang dikenal sebagai insinyur mesin dalam bidang astronomi.
Tapi, belum banyak artikel atau ulasan yang mengisahkan insinyur astronom wanita pertama dalam masa awal kebangkitan Islam.

Meskipun tidak banyak yang ditulis tentang Mariam Al-Ijliya, diketahui bawa dirinya hidup pada abad ke-10 di Aleppo. Ayahnya juga dikenal sebagai pengrajin alat-alat astronomi. Bakat itulah yang kemudian turun ke diri Mariam.

penemu GPS1

Dengan bimbingan ayahnya dan astronom terkenal, Bistolus, Mariam memahami ilmu astronomi. Mariam menjadi terkenal setelah astrolabe ciptaannya memiliki cara kerja yang rumit namun inovatif.
Ayah Mariam dikenal dengan gelar al-Ijliya al-Usturlabi. Teknik merancang astrolobe yang dimilikinya merupakan sebuah rahasia.

Ayahnya-lah yang menjadi guru utama Mariam untuk membuat astrolobe. Tapi, Mariam membuat desain dan teknik pembuatannnya lebih rumit dan inovatif.

Dia dan ayahnya pun dipekerjakan penguasa kota. Ketika itu, Aleppo dikuasai Sayf al-Dawla yang memerintah pada 944-967.

Ilmu astronomi yang dikuasai ayahnya secara tradisi memang selalu diturunkan kepada anaknya. Secara turun temurun, keluarga Ijliya memang selalu membuat alat yang berkaitan dengan astronomi.

Setelah mengetahui rahasia profesinya itu, Mariam diajak ayahnya untuk berguru ke orang yang sama. Mereka berguru pada Bitolus bersama 16 orang insinyur lainnya.

Namun, tidak diketahui di mana dan kapan guru astronomi tersebut berada saat Mariam dan ayahnya berguru. Dalam kisahnya, Bitolus justru merupakan ahli astronomi yang paling terkenal.
Nama al-Ijli diambil dari nama Bani Ijli. Sebuah suku yang merupakan bagian dari Bani Bakr, salah satu Bani Arab dari Rabiah.

Sehingga, Mariam dan keluarganya awalnya merupakan penghuni Najd, di tengah Arabia. Tapi, mereka bermigrasi karena menjadi salah satu Badui yang harus berpindah hingga perbatasan selatan Mesopotamia.

Hingga kini, hasil kreasinya menjadi kiblat para ahli astronomi untuk terus berinovasi. Demikian seperti dikutip dari Mosaic of Muslim Women.(lines/wicak)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.