Ternate (20/9). Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku Utara, Samlan Hi. Ahmad, mengajak umat Islam memakmurkan masjid, memperkuat pembinaan generasi muda, dan menjaga persatuan melalui ukhuwah Islamiyah. Pesan itu disampaikan Samlan saat memberikan tausiyah dalam Pengajian Umum DPW LDII Provinsi Maluku Utara, Minggu (13/9/2026), di Maluku Utara.
Samlan mengingatkan pentingnya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya secara konsisten. Ia mengutip QS Ali ‘Imran ayat 102 sebagai landasan agar umat Islam senantiasa bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa.
Salah satu wujud ketakwaan, menurut Samlan, adalah menjaga salat sekaligus memakmurkan masjid. “Jangan sampai masjid tidak ada orang. Mari kita ramaikan masjid dengan salat,” pesannya.
Ia menjelaskan, masjid memiliki peran lebih luas dalam kehidupan umat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid dapat menjadi pusat pembinaan, pendidikan keagamaan, dan penguatan persaudaraan sesama muslim.
Samlan juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah dan ikhtiar mencari rezeki. Mengacu QS Al-Jumu’ah ayat 10, ia mengajak umat Islam kembali beraktivitas dan mencari karunia Allah SWT setelah menunaikan salat.
Menurutnya, kehidupan seorang muslim tidak berhenti pada kesalehan spiritual. Semangat bekerja, berusaha memperoleh rezeki halal, dan memberikan manfaat kepada masyarakat juga menjadi bagian dari pengamalan nilai agama.
Perhatian Samlan kemudian diarahkan pada pembinaan generasi muda. Ia mengajak orang tua dan masyarakat membimbing anak-anak agar dekat dengan Al Quran dan hadis sejak dini.
“Anak-anak perlu dibimbing untuk belajar Al Quran dan hadis agar umat Islam semakin berkembang dan tetap terjaga sampai yaumil qiyamah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembinaan generasi perlu berjalan seiring dengan kebiasaan menuntut ilmu agama. Pemahaman yang terus diperbarui diharapkan membuat nilai-nilai Islam dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Samlan juga menyoroti pentingnya infak fisabilillah. Ia mengajak warga LDII membangun semangat berbagi dengan menginfakkan sebagian harta di jalan Allah SWT sebagai bentuk kepedulian terhadap kepentingan umat dan masyarakat.
Ia mencontohkan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam menggunakan dan menginfakkan harta untuk kepentingan di jalan Allah hingga akhir hayat. Menurutnya, kepedulian sosial perlu menjadi bagian dari kehidupan umat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Dalam tausiyah tersebut, Samlan juga mengajak umat Islam memperkuat persatuan melalui masjid. Menurutnya, keberagaman organisasi kemasyarakatan Islam tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun ukhuwah.
“Satukan langkah lewat masjid. Jangan kita terpisah-pisah, baik antara ormas satu dengan yang lain,” pesannya.
Ia menekankan pentingnya membangun kebersamaan dengan berpedoman pada Al Quran dan sunah. Kedua sumber tersebut juga menjadi pedoman dalam menjaga umat dan generasi agar tetap berada dalam tuntunan agama.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Provinsi Maluku Utara, Nurhadi, mengatakan Pengajian Umum tingkat DPW merupakan agenda rutin yang digelar setiap bulan pada minggu kedua. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Al Quran, kemudian dilanjutkan dengan pemaknaan ayat Al Quran mengenai infak fisabilillah yang disampaikan oleh Ustaz Muathok.
“Pengajian di tingkat DPW ini merupakan pengajian rutin setiap satu bulan sekali, yaitu pada minggu kedua. Kali ini kami mengundang Bapak Ketua MUI untuk mengisi tausiyah kepada warga kami,” ujar Nurhadi.

Nurhadi menjelaskan, pengajian dilaksanakan secara hybrid agar pengurus dan warga LDII dari DPD hingga PC se-Maluku Utara dapat mengikuti kegiatan secara bersamaan. Peserta di lokasi mengikuti pengajian secara langsung, sedangkan warga dari daerah lain mengikuti melalui Zoom Meeting yang terhubung dengan studio mini masing-masing.
Nurhadi menyampaikan apresiasi kepada Samlan yang telah meluangkan waktu untuk memberikan tausiyah. Ia berharap warga LDII mengikuti pengajian dengan khidmat dan mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajian ditutup dengan doa yang dipimpin Dewan Penasihat DPW LDII Maluku Utara, Syarif Hidayat. Kegiatan tersebut diharapkan terus menjadi wadah pembinaan keagamaan, memperkuat silaturahim, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman agama dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Maluku Utara.

