Mojokerto (24/9). Dewan Masjid Indonesia (DMI) menggelar salat Subuh berjamaah di Masjid Al Hikmah naungan DPD LDII Mojokerto. Kegiatan pada Minggu (30/8/2026) tersebut, dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mojokerto, Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM DMI), seluruh takmir masjid se-Kota Mojokerto, serta pengurus organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan LDII, serta masyarakat umum.
Selain salat subuh berjamaah, juga terdapat kegiatan pelantikan Pengurus Cabang (PC) BKMM DMI Kecamatan Prajurit Kulon, Kranggan, dan Magersari oleh Ketua BKMM DMI Kota Mojokerto. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran majelis taklim dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat di tingkat kecamatan.
Wali Kota Mojokerto yang diwakili oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Mojokerto, Robik Subagiyo, menjelaskan Pemerintah Kota Mojokerto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan salat subuh berjamaah yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, DMI, Forkopimda, takmir masjid, organisasi keagamaan, hingga masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan silaturahim antar elemen masyarakat dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis di Kota Mojokerto,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DMI Kota Mojokerto KH Faqih Usman, dalam sambutannya menekankan pentingnya perhatian bersama terhadap pembinaan generasi penerus. Menurutnya, keberadaan masjid memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat.
“Generasi penerus perlu dipersiapkan dengan bekal agama, ilmu pengetahuan, dan karakter luhur. Pembinaan tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, masjid, majelis taklim, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, serta seluruh elemen masyarakat,” tuturnya.
Ia menjelaskan masjid juga harus mampu menjadi pusat pembinaan umat, khususnya generasi penerus agar memiliki akhlak dan karakter yang luhur. Menurutnya, tantangan generasi muda ke depan semakin kompleks, “Karena itu, pembinaan karakter harus dilakukan sejak dini melalui keteladanan dan lingkungan yang baik. Generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki keimanan, berakhlak mulia, berilmu, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa.
Dalam kesempatan itu, Ustadz Amir Mahmud menegaskan tentang pentingnya pembinaan generasi penerus. Ia mengingatkan bahwa generasi muda merupakan aset penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan bangsa.
“Anak-anak dan generasi muda perlu mendapatkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun akhlak dan karakter luhur. Pendidikan karakter dapat dilakukan melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” tekannya.
Ia juga menuturkan bahwa anak perlu dibiasakan untuk menjalankan ibadah, menghormati orang tua dan guru, menjaga sopan santun, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta bertanggung jawab terhadap tugas dan lingkungan di sekitarnya, “Generasi penerus harus dibina agar memiliki karakter luhur. Mereka harus dibekali ilmu, agama, dan akhlak agar mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kebaikan,” pesannya.
Ustadz Amir mengajak para orang tua, pengurus masjid, majelis taklim, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam membina generasi penerus. Menurutnya, pembinaan generasi penerus tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Melainkan, diperlukan sinergi dan keteladanan dari orang-orang di lingkungan terdekat anak agar nilai-nilai kebaikan dapat tumbuh dan menjadi kebiasaan.
Ia menjelaskan kehadiran pengurus DMI, Forkopimda, BKMM DMI, para takmir masjid se-Kota Mojokerto, serta pengurus NU, Muhammadiyah, dan LDII menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjaga kerukunan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Harapannya sinergi antar pengurus masjid dan organisasi keagamaan semakin kuat, terutama dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat pembinaan generasi penerus.















