Gunungkidul (25/9). DPD LDII Kabupaten Gunungkidul menggelar Focus Group Discussion bertajuk “Ngopi Bareng” di Mekar Coffee. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (28/8/2026) itu, untuk membangun komunikasi antara generasi milenial, Gen Z, dan Gen Alfa LDII Gunungkidul.
Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul Wahono Budi Rustanto mengatakan kegiatan tersebut untuk menyamakan persepsi antara orang tua dan generasi muda, “Generasi milenial bukan berarti tidak percaya terhadap kemampuan Gen Z dan Gen Alfa. Justru kami ingin membangun komunikasi yang lebih baik agar setiap generasi dapat saling memahami,” kata Wahono.
Wahono mengatakan setiap generasi memiliki karakter dan pengalaman yang berbeda. Perbedaan itu perlu dibicarakan melalui komunikasi antargenerasi, “Kita memiliki pengalaman dan cara pandang yang berbeda. Perbedaan tersebut perlu menjadi bahan untuk saling belajar, bukan menjadi jarak dalam komunikasi antara orang tua dan generasi muda,” ujarnya.
Wahono mengatakan orang tua perlu membangun komunikasi dua arah dengan Gen Z dan Gen Alfa. Orang tua tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga perlu mendengarkan pandangan generasi muda, “Orang tua harus mau mendengar dan terus berkomunikasi dengan Gen Z dan Gen Alfa. Dengarkan apa yang mereka inginkan dan bagaimana pendapat mereka,” ujar Basori.
Wahono melanjutkan, mengatakan Gen Z dan Gen Alfa akan memasuki berbagai bidang kehidupan dengan tantangan yang berbeda, “Pembinaan generasi muda perlu mencakup kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, berkomunikasi, serta menjaga karakter dan nilai luhur,” lanjutnya.
Menurut Wahono, komunikasi menjadi bagian penting dalam hubungan orang tua dan anak. Orang tua perlu memahami perubahan cara berpikir dan cara berkomunikasi generasi muda, “Jangan sampai kita hanya ingin didengar, tetapi tidak mau mendengar. Komunikasi harus berjalan dua arah agar orang tua dan generasi muda dapat saling memahami,” katanya.
Penggerak Pembina Generasi Penerus (PPG) LDII Gunungkidul, Arum Fahmi mengatakan forum tersebut mempertemukan tiga kelompok generasi dalam satu ruang dialog. Peserta dapat menyampaikan pandangan dan pengalaman dalam menghadapi perubahan zaman.
“Orang tua perlu memberikan ruang bagi generasi muda. Generasi muda juga perlu menjaga kepercayaan orang tua. Kita saling belajar dan saling menguatkan untuk menjadi lebih baik,” ujar Arum.
Arum mengatakan komunikasi antargenerasi perlu dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, orang tua dan generasi muda memiliki peran masing-masing dalam membangun hubungan yang saling mendukung.















