Salatiga (25/9). DPD LDII Kota Salatiga menemui BPBD Kota Salatiga untuk menjajaki kerja sama mitigasi bencana. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (17/9/2026) itu, membahas potensi relawan LDII untuk mendukung edukasi, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana di Kota Salatiga.
Kepala BPBD Kota Salatiga Sutarto menerima jajaran pengurus LDII dalam audiensi tersebut. Ia mengapresiasi inisiatif LDII yang datang langsung untuk membahas kerja sama kebencanaan, “Ini langkah awal yang baik. LDII datang untuk mengajak BPBD bersinergi dalam mitigasi dan penanganan bencana,” ujar Sutarto.
Dalam pertemuan tersebut, BPBD memaparkan tiga tahap penanganan bencana, yakni pra-bencana, saat bencana, dan pasca-bencana, “Tahap pra-bencana mencakup pencegahan dan kesiapsiagaan melalui pemetaan risiko, penyusunan rencana penanggulangan bencana, edukasi kebencanaan, serta program Satuan Pendidikan Aman Bencana,” tambah Sutarto.
BPBD juga menjalankan pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan, pengelolaan sampah, pembuatan lubang biopori, dan penanaman pohon produktif. Program penanaman pohon diarahkan untuk memperluas area resapan air dan mengantisipasi kekeringan.
“Pada tahap kedaruratan, kami menyiapkan sarana dan prasarana, melakukan pendataan korban, serta melaporkan perkembangan penanganan kepada pemerintah kota. Tim kami juga mengerahkan personel untuk membantu penanganan bencana di wilayah sekitar,” tuturnya.
Koordinator Kebencanaan BPBD Salatiga Arif mengatakan rencana kerja sama dengan LDII akan ditindaklanjuti melalui MoU atau PKS. Relawan LDII juga akan diarahkan untuk terhubung dengan Tim Reaksi Cepat dan Forum Tanggap Bencana Kota Salatiga.
“Kami akan menindaklanjuti pertemuan ini melalui kerja sama resmi. Potensi relawan LDII dapat diintegrasikan dalam jejaring kebencanaan yang sudah dimiliki BPBD,” kata Arif.
Pengurus DPD LDII Kota Salatiga yang hadir dalam pertemuan itu antara lain Siswarsono, Syukur Sutadi, Muhammad Kuzaeri, dan Joko Widodo. Mereka memaparkan delapan program pengabdian LDII untuk bangsa dengan fokus pada kepedulian sosial dan lingkungan hidup.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Salatiga Siswarsono mengatakan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat menjadi bagian dari program pengabdian LDII. Menurut dia, mitigasi bencana membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
“LDII ingin mengambil bagian dalam upaya mitigasi bencana. Kami memiliki potensi warga dan relawan yang dapat dilibatkan dalam kegiatan sosial, lingkungan, edukasi, hingga kesiapsiagaan bencana,” ujar Siswarsono.
Ia mengatakan pertemuan dengan BPBD menjadi langkah awal untuk memahami kebutuhan kebencanaan di Kota Salatiga. LDII juga akan menyesuaikan potensi relawan dengan mekanisme penanganan bencana yang dimiliki BPBD.
“Kami perlu memahami mekanisme yang sudah berjalan di BPBD agar keterlibatan relawan LDII dapat berjalan sesuai kebutuhan. Kami berharap kerja sama ini dapat dilanjutkan dalam bentuk kegiatan yang terarah,” katanya.















