Pamekasan (30/9). DPD LDII Kabupaten Pamekasan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diikuti 200 orang. Kegiatan yang merupakan rangkaian gerakan secara serentak yang dilakukan DPD LDII se-Jawa Timur itu bertempat di Wisma Hafiludin Pamekasan, pada Minggu (13/9/2026). Kegiatan tersebut digagas oleh DPW LDII Jawa Timur ini dilaksakanak. di 38 DPD Kabupaten/Kota di Jawa Timur.
Dokter dari Puskesmas Teja, Ajeng Nawangwulan menjelaskan, dari hasil pemeriksaan CKG, banyak ditemukan masyarakat yang mempunyai tekanan darah tinggi dan beberapa gula darah tinggi. “Kami mengingatkan semua peserta untuk memperbaiki pola makan, olahraga secara teratur dan minum obat sesuai anjuran secara rutin sehingga kondisi kesehatan tetap terjaga dengan baik,” jelasnya.
Selain itu, ketua DPD LDII Kabupaten Pamekasan, Mohammad Bakir, mengungkapkan bahwa pelaksanaan CKG ini dilatarbelakangi oleh kesadaran warga LDII sendiri untuk menjaga kesehatan. “CKG gratis se-jawa timur merupakan tindak lanjut MoU DPW LDII Jawa Timur dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk melaksanakan CKG secara serentak pada hari ini.”
Ia berharap dengan terlaksananya CKG serentak ini, semua masyarakat dan khususnya warga LDII semakin sadar akan pentingnya menjaga pola makan dan pola hidup yang sehat sehingga bisa beribadah dengan khusyuk dan maksimal. “Kerjasama dengan Dinas Kesehatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi LDII dalam mendukung program astacita presiden khususnya dalam bidang kesehatan,” tutupnya.
Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch Amrodji Konawi mengatakan CKG menjadi bentuk kolaborasi DPW LDII Jawa Timur dan Dinkes Jatim dalam mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan. “Kolaborasi tersebut menjadi bentuk pembagian peran antara ulama dan tenaga kesehatan dalam mengajak masyarakat menjalani hidup sehat,” ujar Amrodji.
Amrodji menjelaskan, konsep tersebut sejalan dengan dalil yang mengajarkan manusia untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik. Menurutnya, aspek halal menjadi ranah ulama, sedangkan aspek baik berkaitan dengan kesehatan menjadi bidang yang dipahami tenaga medis.















