Jakarta (6/10). Ketua DPD LDII Jakarta Pusat Aris Triarso menghadiri Rakerda I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jakarta Pusat 2026. Menurutnya kehadiran ormas Islam menjadi bentuk soliditas penguatan nilai-nilai Islam.
Acara yang digelar di Lume’os Hotel, Cempaka Putih, pada Jumat (25/9/2026) itu, kata Aris, menjadi sinergi dan koordinasi program kerja penguatan peran ulama untuk masyarakat.
“Forum ini bukan sekadar menyusun program kerja, tetapi menjadi ikhtiar penguatan peran ulama dalam membimbing umat, menjaga persatuan, dan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan masyarakat berdasarkan nilai-nilai Islam yang moderat, konstruktif, dan solutif,” kata dia.
Mengusung tema “Menguatkan Peran MUI Kota Jakarta Pusat Membangun Kemaslahatan Umat Menuju 5 Abad Jakarta”, Rakerda tersebut merumuskan program kerja strategis MUI Jakarta Pusat dengan Pemkot.
Ketua MUI Kota Jakarta Pusat, KH Robi Fadil Muhammad, menegaskan pentingnya orientasi kerja yang berfokus pada kebutuhan warga. Menurutnya, program-program MUI ke depan harus makin berdampak langsung pada kesejahteraan umat.
“Kita semua sepakat, apa yang bermanfaat bagi umat akan selalu diingat. Oleh karena itu, MUI Jakarta Pusat ke depan harus memperbanyak kerja nyata untuk masyarakat,” ujar KH Robi.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin turut mengajak para ulama menjaga moral generasi muda di tengah pesatnya arus globalisasi dan menghadapi momen lima abad Jakarta pada tahun 2027 mendatang.
“Momentum lima abad bukan sekadar perayaan, melainkan panggilan sejarah untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya. Ulama memiliki peran penting dalam menjaga moral, memperkuat toleransi, dan membimbing generasi muda agar berakhlak mulia,” jelas Arifin.
Selain itu, Arifin juga menyoroti bahaya penyalahgunaan obat terlarang seperti tramadol di kalangan pemuda. Ia meminta pimpinan ormas dan tokoh agama memanfaatkan tausiyah, khotbah Jumat, serta sarana edukasi publik untuk membentengi masyarakat.
Rakerda tersebut juga dihadiri pimpinan ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, LDII, serta sejumlah ulama terkemuka di Jakarta Pusat. [ANR]















