Yogyakarta (6/10). Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin mendorong masyarakat menjadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum memperkuat persatuan dan kerukunan. Ia menilai nilai-nilai Pancasila perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sebatas seremoni tahunan.
Atus mengatakan pengamalan Pancasila dapat berjalan seiring dengan upaya mewujudkan Pancamulia di DIY. Menurut dia, nilai Pancasila dapat diterapkan melalui dakwah yang menyejukkan, penguatan karakter luhur, pemberdayaan masyarakat, pelestarian kearifan lokal Yogyakarta, serta kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
“Pancasila tidak cukup hanya menjadi nilai yang kita pahami. Nilainya harus terlihat dalam kehidupan masyarakat. Gotong royong, kepedulian, kerukunan, dan tanggung jawab sosial sejalan dengan upaya mewujudkan Pancamulia DIY,” ujar Atus.
Ia menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menerapkan nilai-nilai tersebut. Penguatan karakter, wawasan kebangsaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan menggunakan teknologi secara bijak dapat menjadi bagian dari kontribusi generasi muda bagi pembangunan DIY.
“Generasi muda perlu memiliki karakter yang kuat dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Kemampuan memanfaatkan teknologi juga perlu diiringi tanggung jawab agar teknologi memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Atus.
Dosen Fakultas Kehutanan UGM itu mengatakan Pancamulia membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, keluarga, dan komunitas dapat mengambil peran sesuai bidang masing-masing.
Atus mengatakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi pengingat untuk memperkuat kerja bersama. Nilai Pancasila dapat menjadi pedoman dalam membangun masyarakat DIY yang rukun, berkarakter, berdaya, dan berkelanjutan.

