Berau (22/10). DPD LDII Berau bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Berau menggelar Pelatihan Dasar Master of Ceremony (MC) bagi pemuda. Peserta acara dibekali lima aspek keahlian menjadi pembawa acara.
Sebanyak 56 pemuda mengikuti acara yang digelar pada Minggu, (11/10/2026), di Aula Al-Barokah. Dalam pelatihan ini, para peserta dibekali lima aspek penting keahlian membawakan acara yang meliputi; olah vokal, pemilihan kata, penampilan, kepribadian, dan kepercayaan diri.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Berau sebagai pemateri, Kabul Budiono mengatakan, pelatihan ini tak hanya untuk melatih menjadi pemandu acara, tapi juga membangun keberanian dan kualitas diri. “Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap peserta berani tampil di depan umum, mampu menyampaikan pesan dengan jelas dan baik, serta menjadi pembawa acara yang komunikatif dan profesional,” ujarnya.
Menurut Kabul, seorang MC memiliki peran penting dalam mengatur jalannya acara agar berlangsung tertib, nyaman, dan sesuai dengan susunan yang telah disiapkan. Karena itu, MC perlu memahami bukan hanya apa yang harus disampaikan, tetapi juga bagaimana menyampaikannya dengan tepat.
Ia menekankan lima aspek dasar yang perlu diperhatikan oleh seorang MC, yakni teknik olah vokal, pemilihan kata, penampilan, kepribadian, dan rasa percaya diri. “Menjadi MC itu bukan sekadar berbicara di depan orang banyak. Kita harus tahu bagaimana mengatur suara, memilih kata yang tepat, membawa suasana, dan menempatkan diri sesuai acara yang kita pandu,” jelasnya.
Kabul juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan rasa gugup sebagai penghalang untuk belajar. Menurutnya, kemampuan berbicara di depan umum dapat terus berkembang melalui latihan, persiapan yang matang, serta keberanian untuk mencoba.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Berau, Akhmad Yudiansyah, mengapresiasi terselenggaranya kolaborasi tersebut. Menurutnya acara itu menjadi wujud komitmen membina kemandirian generasi penerus. “Kerja sama ini sangat kami apresiasi terutama kehadiran pihak Kemenag Berau yang telah berkenan membagi ilmunya dalam pelatihan dasar MC ini,” ujarnya.
Ia berharap sinergi tersebut terus berlanjut, sehingga para pemuda mampu menerapkan baik di lingkup organisasi maupun masyarakat. “Bagi para peserta, kami berharap ilmu yang telah dipelajari dapat segera dipraktikkan di lingkungannya. Mudah-mudahan ilmu ini menjadi amal jariyah yang bermanfaat untuk agama dan masyarakat luas,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan semakin berani tampil di depan umum, mampu mengembangkan potensi diri, serta siap menjalankan peran sebagai MC yang komunikatif dan profesional dalam berbagai kesempatan

