Jakarta, (23/10). Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPW LDII DKI Jakarta menggelar webinar bertema “Mendidik Tanpa Luka, Komunikasi yang Sehat untuk Generasi Tangguh”. Kegiatan keterampilan keorangtuaan tersebut berlangsung di Masjid Baitul Fatah, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Sabtu (17/10/2026).
Webinar ini membahas pentingnya komunikasi yang sehat dalam keluarga dan pola asuh yang sesuai dengan kebutuhan anak, termasuk menghadapi tantangan di era digital. Orang tua juga diajak memahami bahwa pola pengasuhan perlu menyesuaikan perkembangan zaman.
Sebagai bagian dari program pemberdayaan perempuan dan pembinaan keluarga, materi yang disampaikan mencakup cara mendidik anak secara tegas tanpa kekerasan atau bentakan, sekaligus tetap memberikan kasih sayang tanpa memanjakan.
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Retno Astriani, mengapresiasi kegiatan tersebut karena sejalan dengan program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pembangunan keluarga.
“Kerja sama dengan LDII dapat terus berlanjut. Melalui kolaborasi itu, penguatan pemahaman mengenai program pemerintah diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Kelompok Kerja (Pokja) 1 Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi DKI Jakarta, Mardiana menyampaikan bahwa pembinaan anak perlu dimulai dari lingkungan keluarga.
“Perhatian terhadap kesehatan mental anak dan upaya pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan keluarga. Dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era digital, ia juga menyoroti program Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (Paredi) yang dikembangkan TP PKK,” katanya
Kasubah Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Dikmental) DKI Jakarta, Sarip Abdullah turut mengapresiasi pembinaan mental spiritual yang dilakukan DPW LDII DKI Jakarta, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan keluarga, “Program pembinaan keluarga dapat terus berjalan melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan,” katanya.

Pada kesempatan itu, narasumber sejakigus konselor sekolah dan remaja, Puri Fitriani, menjelaskan bahwa pengalaman masa lalu orang tua dapat memengaruhi cara mereka mendidik anak. Luka emosional yang belum disadari atau diselesaikan berpotensi terbawa dalam hubungan dengan anak.
Sebagian orang tua tumbuh dalam lingkungan yang belum terbiasa memberikan ruang untuk mengungkapkan pendapat maupun perasaan. Imbasnya tidak sepele dan bisa memengaruhi mental anak, “Pengalaman yang menyakitkan kerap dipendam dan tidak disadari sebagai luka. Bahkan menyadari bahwa kita terluka saja perlu usaha,” tambahnya.
Melalui kegiatan, Biro PPKK DPW LDII Jakarta berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pola asuh yang sehat dan membangun keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak.

