Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Wawasan Iptek

Masyarakat 5.0, Masa Depan Nyata

2019/01/29
in Iptek
1
peoples
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Baru-baru ini viral mengenai video siswi Jepang yang tinggal di pedesaan, namun hidup dengan kecanggihan teknologi masa depan. Pedesaan identik dengan suasana tradisional. Bagaimana hal ini bisa terjadi di Jepang?

Dalam video tersebut digambarkan sang siswi menerima paket sepatu dari sebuah drone. Sebelum berangkat sekolah, ia bertanya pada kulkas pintar mengenai menu sarapan. Hingga sebuah kotak kecil putih memperingatkannya untuk berangkat sekolah karena telat.

Lewat kotak putih yang terhubung internet itu, ia memesan roti yang akan diambil di supermarket dekat halte bus. Ia segera berangkat menuju halte. Di supermarket, ia membayar roti dengan cloud accounting. Tak hanya itu, ia bertemu teman sekolah di halte, lalu berangkat dengan bus otomatis.

Video tersebut merupakan gambaran ringkas mengenai konsep Society 5.0 atau Masyarakat 5.0. Konsep ini dikenalkan oleh artikel milik Mayumi Fukuyama pada laman Japan Economic Foundation. Tujuan penerapan ini adalah untuk mewujudkan tempat dimana masyarakat dapat menikmati hidupnya.
“Era ini akan mengubah kebiasaan dan kehidupan dalam berbagai aspek, seperti kesehatan, finasial, monilitas, infrastruktur, dan-lain-lain,” kata Fukuyama dikutip dari laman Kompas.com

Sebelum ada konsep Masyarakat 5.0, manusia melewati beberapa tahapan. Pertama masyarakat pemburu digunakan untuk menyebut generasi 1.0, masyarakat pertanian digunakan untuk menyebut masyarakat 2.0, masyarakat industri digunakan untuk menyebut generasi 3.0, dan masyarakat informasi digunakan untuk menyebut generasi 4.0.

Konsep Masyarakat 5.0 sangat erat dengan teknologi IoT (Internet of Things), robotika, artificial intelligence atau kecerdasan buatan, dan data besar. Teknologi ini bisa diterapkan di berbagai bidang kehidupan manusia.

Contohnya mendeteksi tempat-tempat yang membutuhkan perawatan, sehingga dapat dilakukan lebih awal. Dengan menerapkan hal ini, berbagai kecelakaan dapat diminimalisasi. Waktu yang dihabiskan di proyek-proyek konstruksi juga dapat dikurangi meski pada saat bersamaan, keamanan dan produktivitas pekerja bisa ditingkatkan.

Ada alasan tersendiri mengapa Jepang menggagas masyarakat 5.0. Di negeri bunga sakura itu, berkurangnya populasi dan berdampak pada banyaknya wilayah yang tak lagi memiliki penduduk. Selain itu, negara ini juga mengalami kekurangan tenaga kerja produktif. Bahkan sekitar 26 persen penduduk di Jepang berusia di atas 65 tahun. Untuk itu, kecanggihan teknologi dapat dimanfaatkan dengan Jepang dengan berbagai inovasinya.

Dalam ajang World Economic Forum (WEF), Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe menjelaskan visinya mengenai masyarakat 5.0. Dia mengatakan pentingnya masyarakat yang didorong oleh data tanpa batas dan pengelolaan data di seluruh dunia untuk meningkatkan pertumbuhan pada masa depan.
“Di masyarakat 5.0, bukan lagi modal, namun data yang menghubungkan dan menggerakkan segalanya, membantu mengisi kesenjangan antara yang kaya dan kurang beruntung,” ujar Abe.

Oleh karena itu masyarakat 5.0 akan semakin mudah mengakses pekerjaannya dan penduduk Jepang sendiri pun masih bisa hidup dengan mapan tanpa membuang harta, mandiri dan tidakbergantung dengan orang lain, bekerja keras meskipun negaranya sudah menciptakan teknologi yang canggih dan bagus.

Comments 1

  1. Fathur says:
    4 years ago

    Ijin tanya kk, teknologi 5.0 ini Blockchain punya ya kk. Dan LG marak juga digunakan untuk crypto currency. Apakah klo kita menjadi investor dengan membeli sebagiannya sebagai investasi diperbolehkan? Terimakasih kk.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.