Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Seputar LDII Sosok

Abdussamah: Tahfidz Qur’an Adalah Motivasi Hidup

2019/11/05
in Sosok
0
IMG 4028
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (5/11). Tahfidz Qur’an atau penghafalan Al Qur’an tidak semudah menghafal sebaris ayat. Konsistensi tinggi dan komitmen untuk terus membaca dan mengulangnya kembali saat senggang adalah kunci. 

Orang-orang umumnya menggunakan metode membaca kitab terlebih dulu, lalu pengulangan ayat per ayat. Atau minta disimak guru serta teman-teman sekelompok halaqoh.

Lain halnya dengan Abdussamah, seorang pria yang kini berusia 21 tahun ditakdirkan harus kehilangan penglihatan saat kelas dua sekolah menengah pertama. Saat itu, ia berpikir bahwa dunianya tak lagi sama, seakan-akan tak ada hal apapun yang ingin dilakukannya. Cobaan ini juga membuatnya berhenti sekolah.

Hingga pada usia tujuh belas tahun, Abdussamah mengikuti kegiatan kelompok belajar Halaqoh Tahfidz Qur’an yang berada di Cikarang, dekat lingkungan rumahnya. Ia menjadi termotivasi, karena menurutnya hal inilah yang bisa ia lakukan membangkitkan dirinya dari masa-masa demotivasi, sembari tetap menjaga keimanan.

Setelah terdaftar di kelompok Tahfidz Qur’an tempatnya biasa mengaji itu, ia mulai coba menghafalkan Qur’an dengan mendengarkan bacaan ibunya, pendampingan dari para koordinator Halaqoh Tahfidz Qur’an, maupun rekaman mp3 player. Mulai dari mencoba satu juz secara terus-menerus, Abdussamah remaja menikmati apa yang ia lakukan.

Hingga diluar perkiraan, ia ternyata bisa menghafalkan sebanyak 30 juz Al Qur’an dalam waktu satu tahun, lalu dilancarkan hingga sekarang kurang lebih tiga tahun ia menjaga hafalannya. Dengan keterbatasan yang ia miliki, Abdussamah sudah membuktikan bahwa kegigihan diri juga dukungan keluarga serta guru, target hafalan seluruhnya bisa tercapai. 

Arroni Kisti, koordinator pendamping Abdussamah yang ditemui pada acara Ikhtibar Hifdzil Qur’an di Minhajurrosyidin, Jakarta Timur, bulan Oktober lalu menyaksikan, muridnya sangat gigih dan konsisten dalam menghafal serta muroja’ah (mengulang hafalan).

Roni mengatakan, “Jauhi lahan (pekerjaan yang tidak banyak manfaat). Niatkan karena Alloh untuk ibadah, bukan hal yang lain.” Ia juga berpesan kepada santri halaqoh umumnya untuk mengikuti semua metode yang diberikan oleh guru pendamping. Selain itu juga penting mengatur waktu, banyak berdoa.

Ketidakberdayaan Abdussamah yang secara fisik tak bisa membuatnya sekolah lagi, ingin menjadi generasi unggul yang bisa berdaya saing, serta mengangkat derajat kedua orang tuanya dengan menjadi seorang penghafal Qur’an. “Itulah motivasi seorang Abdussamah,” kata Roni.

Apakah Abdussamah pernah kecewa? Tentu saja. Ia hanya seorang anak remaja beranjak dewasa yang sedang asik-asiknya mengenal dunia luar, mengaji bersama, dan aktivitas lainnya. Namun dunianya seketika gelap. Namun, Allah menyelamatkannya dan mentakdirkan jalan hidupnya selalu bersama Al Qur’an. Ia kembali merasa hidup. 

Abdussamah merasa kegiatan ini bukan keterpaksaan. Ia justru bangkit dari keterpurukan, menyibukkan diri dengan hafalan dan berbagai kegiatan yang ada dalam lingkungan Halaqoh Tahfidzul Qur’an. Tidak ada kata terlambat untuk belajar mendalami Al Qur’an jika sudah usia tua sekalipun.(noni/rouf/lines)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.