Bandar Lampung (12/3). Wakil Ketua DPW LDII Lampung, Heri Sensustadi menghadiri undangan “Silaturahim dan Buka Puasa Bersama Ketua MPR RI, Ulama, Umaro dan Tokoh Masyarakat Lampung”. Acara itu diselenggarakan di Mahan Agung, Lampung, pada Jumat (6/3).
Saat memberikan sambutan, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal berharap, silaturahim tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat Lampung. “Hari ini, bersama Ketua MPRI RI, semoga memberikan manfaat bagi kemajuan Lampung,” tuturnya.
Lebih lanjut, Mirza menyoroti peran pondok pesantren untuk membantu menyelamatkan puluhan ribu anak yang berpotensi putus sekolah. “Sekaligus menjaga indeks pembangunan manusia (IPM) di Lampung. Keberadaan pesantren, menjadi bagian penting dalam pembangunan SDM di daerah,” katanya.
Mirza menguraikan, berdasarkan data Pemprov Lampung, setiap tahun terhadap 130 ribuan lulusan SMP. “Sementara ketersediaan bangku SMA hanya 90 ribuan. Akibatnya puluhan ribu siswa terancam tidak melanjutkan pendidikan format,” jelasnya.
Dari jumlah tersebut, sekitar 20 ribuan lulusan SMP yang tidak tertampung, melanjutkan pendidikan di berbagai pesantren di kabupaten/kota di Lampung. “Saat ini, tercatat, ada 1.400-an pesantren, yang berkontribusi mencetak generasi muda berakhlak, sekaligus menekan angka kemiskinan,” pungkas Mirza.

Sementara itu, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani menyoroti daya saing lulusan SMA di Lampung. “Misalnya untuk bersaing masuk Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, persentase putra daerah yang mampu memenuhi standar kelulusan berkisar 20-25 persen,” imbuhnya.
Untuk itu, ia mengungkapkan, pemerintah melaksanakan berbagai program, untuk meningkatkan kualitas SDM. “Di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat bagi keluarga tidak mampu, serta Sekolah Garuda bagi siswa berprestasi,” tutur Ahmad Muzani.
Terkait hal tersebut, Wakil Ketua DPW LDII Lampung, Heri Sensustadi mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap peran pondok pesantren untuk mendukung pembangunan SDM. “LDII Lampung juga melaksanakan pengelolaan lembaga pendidikan dan pesantren,” pungkasnya.
Heri mengatakan, di Lampung, sedikitnya ada 21 pondok pesantren yang dikelola warga LDII. “Serta, 30 lembaga pendidikan formal, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Kami berkomitmen terus berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi yang unggul, baik secara moral, intelektual dan profesional,” tutup Heri.












