Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Headlines

Buku Sejarah Indonesia Diluncurkan, Negara Tegaskan Peran Merawat Memori Kolektif Bangsa

2025/12/15
in Headlines, Nasional
2
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia meluncurkan buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global”. Foto: LINES.

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia meluncurkan buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global”. Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (15/12). Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia meluncurkan buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global”, sekaligus menetapkan 14 Desember sebagai Hari Sejarah Nasional. Peluncuran berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Kementerian Kebudayaan RI, Minggu (14/12), dan menjadi ruang refleksi bersama atas berbagai kegelisahan kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi dan percepatan era digital.

Buku ini merupakan hasil kerja kolaboratif besar yang melibatkan 123 penulis dari 34 perguruan tinggi dan lembaga, didukung 20 editor jilid dan 3 editor umum. Total keseluruhan karya mencapai 7.958 halaman yang terbagi dalam 10 jilid utama serta satu jilid prakata dan daftar pustaka.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab institusional dalam merawat memori kolektif bangsa.“Kalau para sejarawan tidak menulis sejarahnya sendiri, kita akan kehilangan catatan tentang siapa kita. Negara harus hadir memfasilitasi,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa proses penulisan ulang sejarah ini tidak lepas dari polemik. Namun, menurutnya, perbedaan pandangan adalah bagian wajar dari demokrasi, “Sejarah bukan alat politik dan tidak boleh disempitkan menjadi satu suara. Sejarah adalah ruang dialog,” tegasnya.

Fadli juga menyoroti pentingnya pendekatan Indonesia-sentris dalam penulisan sejarah nasional. “Selama ini banyak sejarah ditulis dari sudut pandang kolonial. Bagi mereka mungkin bukan penjajahan, tapi bagi kita itu adalah penjajahan. Cara pandang inilah yang perlu diluruskan,” katanya.

Buku ini, lanjut Fadli, menjadi bagian dari rangkaian peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia dan diharapkan dapat menjadi rujukan masyarakat dalam memahami perjalanan bangsa. “Ini bukan karya yang sempurna, tapi sebuah highlight perjalanan panjang Indonesia dari akar peradaban Nusantara hingga hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, menjelaskan bahwa proses penulisan dilakukan secara bertahap dan ketat sejak awal 2024, “Penulisan ini tidak dikerjakan secara instan. Sejak Januari kami melakukan persiapan dan koordinasi dengan para calon editor, Februari dilanjutkan dengan sinkronisasi visi, metodologi, serta kerangka besar tiap jilid,” ujarnya.

Menurut Restu, proyek ini menjadi penting karena selama hampir dua dekade terakhir, penulisan sejarah nasional belum diperbarui secara komprehensif, padahal riset sejarah—baik tesis maupun disertasi—terus berkembang. “Banyak temuan baru yang sebelumnya belum masuk ke dalam narasi sejarah nasional. Buku ini berupaya menjembatani kekosongan itu,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono sekaligus editor umum penulisan ulang Sejarah Nasional Indonesia. Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro tersebut menekankan bahwa sejarah memiliki peran strategis dalam menjaga identitas kebangsaan di tengah masyarakat yang kian terfragmentasi, “Fungsi sejarawan hari ini bukan sekadar mencatat masa lalu, tetapi mengawal tradisi dan nilai kebangsaan yang mulai tenggelam,” katanya.

Ia menjelaskan, sepuluh jilid buku ini menelusuri perjalanan panjang Indonesia, dimulai dari akar kebudayaan Nusantara yang terbentuk melalui interaksi antarsuku, jaringan pelayaran dan perdagangan internasional, hingga lahirnya kebudayaan Indonesia yang khas, “Narasi sejarah Indonesia tidak berdiri sendiri. Ia selalu berkelindan dengan peristiwa regional dan global. Apa yang terjadi di Indonesia adalah bagian dari dinamika dunia,” jelas Singgih.

Jilid-jilid selanjutnya mengulas perjumpaan dengan kebudayaan Barat, kolonialisme, perlawanan bangsa, hingga Proklamasi Kemerdekaan. Periode setelahnya menggambarkan upaya mempertahankan kemerdekaan, konsolidasi negara-bangsa pasca-1950, peran Indonesia di tingkat global, masa stabilitas politik dan ekonomi, hingga era Reformasi dan demokrasi, “Harapannya, pembaca memahami bahwa Indonesia lahir dari proses interaksi panjang, bukan dari ruang hampa,” ujarnya.

Singgih juga menegaskan bahwa narasi sejarah harus dibangun untuk memperkuat rasa keindonesiaan dan kebangsaan, bukan sekadar nasionalisme simbolik, “Sejarah harus jujur, termasuk mengakui sisi-sisi kelam bangsa. Kalau sejarah terus disampaikan secara aman dan normatif, generasi muda tidak akan merasa punya ikatan emosional,” katanya

Tags: BangsaBuku Sejarah IndonesiaKementerian Kebudayaan Republik IndonesiaMemori Kolektifnegara

Comments 2

  1. Nanang Naswito says:
    3 months ago

    Luar biasa, jadi ingin tahu lebih dalam itu buku tersebut
    Semoga saja suatu saat bisa membacanya

    Reply
  2. Adin Mutohar says:
    3 months ago

    Sukses ldii
    NKRI harga mati

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 27
  • AngkaDH on LDII, Persinas ASAD, dan Senkom Mitra Polri Kotabaru Bagikan Ratusan Paket Takjil
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 26
  • Agung Pambudi on LDII Paser, Senkom, dan Persinas ASAD Bagikan Ratusan Takjil Gratis
  • Nanang Naswito on Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

27
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

4
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

2
Renungan Hari 27

Renungan Hari 27

March 17, 2026
DPP LDII Meriahkan Ramadan dengan Berbagi Bersama Anak Yatim dan Duafa

DPP LDII Meriahkan Ramadan dengan Berbagi Bersama Anak Yatim dan Duafa

March 17, 2026
MUI Gianyar Safari Ramadan ke LDII, Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah

MUI Gianyar Safari Ramadan ke LDII, Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah

March 17, 2026
LDII DIY Perkuat Sinergi dengan Insan Pers Lewat Buka Bersama

LDII DIY Perkuat Sinergi dengan Insan Pers Lewat Buka Bersama

March 17, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 27 March 17, 2026
  • DPP LDII Meriahkan Ramadan dengan Berbagi Bersama Anak Yatim dan Duafa March 17, 2026
  • MUI Gianyar Safari Ramadan ke LDII, Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah March 17, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.