Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Esai kehidupan (15)

2009/07/22
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Menjadi orang kaya – kajen keringan -, itulah cita-cita banyak sekali kepala orang. Hal yang sama pun pernah mendera saya. Dulu, kala masih duduk di bangku sekolah, kemudian menyaksikan sebuah rumah indah nan besar, berbaris mobil mewah di dalamnya, dan di depannya duduk sepasang suami istri lagi menikmati keindahan rumahnya. Sering saya bertanya pada diri sendiri : “Akankah saya bisa sampai di sana?” Sekian tahun setelah melewati semua itu, setelah mendalami hidup menempuh jalan Ilahi, wajah-wajah hidup yang kaya sudah tidak semenarik dan seseksi bayangan tempo dulu lagi. Walaupun saya belum pernah berkenalan dengan pengusaha yang kekayaan perusahaannya bernilai triliunan rupiah, duduk di kursi tertinggi perusahaan, menjadi penasehat orang kaya atau merasakan sendiri jadi orang kaya.  

Penelusuran dan pencarian saya secara lebih mendalam pada hikayat kehidupan ini, bahkan menghasilkan sejumlah ketakutan untuk menjadi kaya. Ada orang kaya yang memiliki putera-puteri yang bermata kosong melompong sebagai tanda hidup yang kering. Kayak bola ping pong. Ada pengusaha yang menatap semua orang baru dengan tatapan curiga karena sering ditipu orang, untuk kemudian sedikit-sedikit marah dan memaki. Ada yang berganti mobil termewah dalam ukuran bulanan, namun harus meminum pil tidur kalau ingin tidur nyenyak. Ada yang memiliki anak tanpa ibu karena bercerai, dan masih banyak lagi wajah-wajah kekayaan yang membuat saya jadi takut padanya.

Kaya adalah pilihan, juga ketentuan. Banyak yang ingin jadi kaya, tapi banyak juga yang gagal meraihnya. Qodarnya menyatakan tidak. Dalam tataran pencaharian seperti ini, ada kata – kata bijak yang menarik perhatian saya: “If we have too many things we don’t truly need or want, our live become overly complicated”. Siapa saja yang memiliki terlalu banyak hal yang tidak betul-betul dibutuhkan, kehidupannya akan berwajah sangat rumit dan kompleks. Inilah mungkin interpretasi bebas sabda Nabi SAW La ba’sa bil ghina. Kayalah secukupnya. Jangan berlebih. Rupanya ketakutan bertemu hidup yang amat rumit karena memiliki terlalu banyak hal yang tidak betul-betul diperlukan telah menghinggapi banyak orang.  Lebih dari sekadar takut, di tingkatan materi yang amat berlebihan, ketakutan, kecemasan, dan bahkan keterikatan berlebihan mulai muncul. Uncontrollable.

Banyak cerita, bagaimana orang merasa terganggu tidurnya di hari pertama ketika baru bisa membeli mobil. Sebentar-sebentar bangun sambil melihat garasi. Demikian juga ketika baru duduk di kursi orang nomer satu di perusahaan. Keterikatan agar duduk di sana selamanya membuat banyak orang hampir jadi paranoid. Setiap orang datang dipandang oleh mata secara mencurigakan. Benang merahnya, kekayaan baik kedudukan maupun materi, memang menghadirkan kegembiraan (kendati hanya sesaat), namun sulit diingkari kalau ia juga menghadirkan keterikatan, ketakutan dan kekhawatiran. Kemerdekaan, kebebasan, keheningan semuanya diperkosa dan dirampas habis oleh yang kita sebut kekayaan itu.

Disamping merampok kebebasan dan keheningan, kekayaan juga menghasilkan harapan-harapan baru yang bergerak maju. Lebih tinggi, lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Nabi SAW mengingatkan, kalau anak adam punya satu jurang emas, maka dia akan mencari yang kedua, dan seterusnya sampai ajal tiba. Demikianlah kekayaan dengan amat rajin mendorong manusia untuk memproduksi harapan yang lebih tinggi. Tidak ada yang salah dengan memiliki harapan yang lebih tinggi, sejauh seseorang bisa menyeimbangkannya dengan kaidah syukur dan ibadah. Apalagi kalau harapan itu bisa mendorong orang bekerja benar dan keras, plus keikhlasan untuk bersyukur pada sang hidup. Celakanya, dalam banyak hal terjadi, harapan ini terbang dan berlari liar. Niatnya mencari harta untuk ibadah. Menjadi kaya untuk perjuangan. Semua tinggal kenangan. Dan kemudian membuat kehidupan berlari seperti kucing yang mengejar ekornya sendiri.

Karena keyakinan seperti inilah, maka dalam keseharian saya senantiasa memohon agar seluruh kehidupan saya diiringi dengan keikhlasan, keikhlasan dan hanya keikhlasan. Ada yang mau menggeser dan memberhentikan, saya tidak melawan. Ada yang mengancam dengan kata-kata kasar, saya imbangi secukupnya saja. Ada yang berbuat jelek, saya maafkan. Kalau ada yang berbuta baik, saya syukuri. Ada sahabat yang menyebut kehidupan demikian sebagai kehidupan yang terlalu sederhana dan jauh dari kerumitan. Namun saya meyakini, dengan cara ini kita bisa jadi kaya, dengan jalan sederhana. Secukupnya, tak berlebih. Kaya yang barokah, dengan berpaling ke dunia seperlunya saja. Sak madya. Dari Abu Abdirrahman al-Hubuli, dia mengatakan, aku pernah mendengar Abdullah bin Amr bin al-‘Ash dan dia ditanya oleh seseorang, orang itu mengatakan, “Bukankah aku termasuk salah satu fakir Muhajirin?” Abdullah balik menanyainya, “Apakah kamu mempunyai seorang istri tempat engkau kembali?” Orang itu menjawab, “Ya.” Abdullah bertanya lagi, “Apakah engkau memiliki rumah yang bisa engkau tinggali?”  Orang itu menjawab, “Ya.” Abdullah lalu mengatakan, “Kalau begitu engkau termasuk orang kaya.” Orang itu berkata lagi, “Sesungguhnya aku memiliki seorang pembantu.” Abdullah mengatakan, “Kalau begitu engkau termasuk raja.” (Rowahu Muslim – hadits mauquf).

Oleh :Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Sudarto on Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan Pemkab Nganjuk
  • Rahmat Abadi on Pesan Moral Salat Idul Fitri dari Ponpes Wali Barokah: Tekunkan Ibadah dan Perkuat Ukhuwah
  • Sudibyo on Pengurus Ponpes Wali Barokah Silaturahim Idul Fitri dengan Ketua Umum MUI Pusat
  • Nanang Naswito on FKUB Kota Kediri dan Tokoh Lintas Agama Kunjungi Ponpes Wali Barokah
  • Nanang Naswito on Polda Sumut Kunjungi LDII, Ajak Jaga Kondusivitas Wilayah
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda

Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda

March 26, 2026
Pengurus Ponpes Wali Barokah Silaturahim Idul Fitri dengan Ketua Umum MUI Pusat

Pengurus Ponpes Wali Barokah Silaturahim Idul Fitri dengan Ketua Umum MUI Pusat

March 30, 2026
Perkuat Toleransi, Tokoh Katolik Silaturahim dengan Ketua LDII Kebumen

Perkuat Toleransi, Tokoh Katolik Silaturahim dengan Ketua LDII Kebumen

March 29, 2026
ldii ntb

Pengurus LDII Hadiri Open House Gubernur NTB Perkuat Silaturahim

March 27, 2026
Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda

Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda

13
Pengurus Ponpes Wali Barokah Silaturahim Idul Fitri dengan Ketua Umum MUI Pusat

Pengurus Ponpes Wali Barokah Silaturahim Idul Fitri dengan Ketua Umum MUI Pusat

8
ldii ntb

Pengurus LDII Hadiri Open House Gubernur NTB Perkuat Silaturahim

4
LDII Jabar Hadiri Festival Dulag, Jaga Tradisi Idul Fitri

LDII Jabar Hadiri Festival Dulag, Jaga Tradisi Idul Fitri

3
LDII Sulawesi Utara Turut Pantau Hilal 1 Syawal, Perkuat Sinergi dengan Kemenag

LDII Sulawesi Utara Turut Pantau Hilal 1 Syawal, Perkuat Sinergi dengan Kemenag

March 31, 2026
Hujan Tak Halangi Polresta dan LDII Manokwari Berbagi Takjil Ramadan

Hujan Tak Halangi Polresta dan LDII Manokwari Berbagi Takjil Ramadan

March 31, 2026
Pesan Idul Fitri Warga LDII Matuari: Jaga Semangat Ibadah Setelah Ramadan

Pesan Idul Fitri Warga LDII Matuari: Jaga Semangat Ibadah Setelah Ramadan

March 31, 2026
Road to Munas, LDII Kuantan Singingi Silaturahim dengan Wakil Bupati

Road to Munas, LDII Kuantan Singingi Silaturahim dengan Wakil Bupati

March 30, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Sulawesi Utara Turut Pantau Hilal 1 Syawal, Perkuat Sinergi dengan Kemenag March 31, 2026
  • Hujan Tak Halangi Polresta dan LDII Manokwari Berbagi Takjil Ramadan March 31, 2026
  • Pesan Idul Fitri Warga LDII Matuari: Jaga Semangat Ibadah Setelah Ramadan March 31, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.