Kediri (29/3). Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri berkunjung ke kediaman Pengasuh Ponpes Al-Amanah Assa’idiyah Jamsaren sekaligus Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Anwar Iskandar. Silaturahim tersebut dilaksanakan pada Sabtu (21/03/2026), dalam momentum Hari Raya Idul Fitri.
“Silaturahim di bulan Syawal ini adalah kekuatan kita. Pesantren-pesantren di Kediri, termasuk Wali Barokah, harus menjadi motor penggerak kerukunan. Tugas kita bukan hanya mendidik santri secara agama, tapi juga menjaga keutuhan umat dan bangsa di tengah dinamika zaman,” ujar KH Anwar Iskandar yang akrab disapa Gus War.
Sementara itu, Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, Agung Riyanto, menyampaikan rasa syukurnya dapat sowan kepada tokoh ulama kharismatik tersebut.
“Kami hadir untuk menghaturkan selamat Idul Fitri serta memohon doa dan nasihat dari beliau. Sebagai orang tua dan guru kita semua, arahan Kiai Anwar sangat penting bagi kami dalam menjalankan dakwah yang menyejukkan dan kontributif bagi Kota Kediri maupun Indonesia,” ungkapnya.

Sekretaris Ponpes Wali Barokah, Daud Soleh menambahkan koordinasi antarlembaga keagamaan sangat krusial, untuk memastikan nilai-nilai toleransi tetap terjaga.
“Kunjungan ini juga menjadi sarana sinkronisasi program penguatan karakter santri. Kami ingin memastikan bahwa sinergi antara Ponpes Wali Barokah dengan para pengasuh pondok pesantren terus berjalan harmonis, demi terciptanya tatanan masyarakat yang religius dan damai,” tutupnya.













Luar biasa, Alhamdulillah
Semoga semakin rukun kompak dalam melaksanakan hubungan antar lembaga dan masyarakat Indonesia umumnya
Subhanallah…Barokaaah
Kami salut dan memberikan apresiasi kpd sdr2 ku di Ldii yg selalu menunjukan tabiat baik sbg dicontohkan oleh Rosul. selalu menjaga keharmonisan..dan kemashalhatan umat. memberikan contoh yg baik sejuk dan bermanfaat..
Smg Alloh selalui meridhoi…. Barokalloh…
Semoga selalu terjalin ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniah
Semoga Alloh paring barokah
Masyaalloh…. Lancar Barokah
Alhamdulillah, semoga Alloh paring manfaat barokah.
Ini salah satu wujud nyata bahwa LDII inklusif, bukan eksklusif.
Semoga Umat Islam di seluruh Indonesia bisa saling memahami perbedaan sebagai hikmah, sehingga menjadi kekuatan untuk menjaga ukhuwah Islamiah dan ukhuwah wathoniah.
Alhamdulillah, semoga Alloh paring barokah….. Aamiin…..