Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Esai Tentang Melepaskan

2020/09/17
in Nasehat
0
ilustrasi

ilustrasi

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh: Faizunal A. Abdillah
Pemerhati lingkungan – Warga LDII Kabupaten Tangerang

Dari dulu sampai sekarang, masih banyak saja dijumpai jiwa-jiwa yang menderita, dengan munculnya resah dan gelisah. Tolok ukurnya sederhana, adalah jiwa-jiwa yang selalu mengira kebahagiaan bisa ditemukan dengan mendapatkan apa-apa yang belum didapatkan. Sebagai akibatnya, jiwa terus-menerus berkejaran seperti kucing mengejar ekornya. Biasanya baru berhenti mengejar kalau mati, atau sakit keras seperti stroke. Sebelum itu terjadi, mari belajar damai dan berkecukupan dengan apa-apa yang ada dan dipunyai sekarang.

Meminjam bahasa indah para leluhur supaya nrimo lan legowo. Caranya, selalu lihat sisi-sisi indah dari apa yang kita miliki. Pasangan hidup, anak-anak dan harta benda lainnya perhatikanlah selalu sisi-sisi baiknya. Pahlawan kedamaian adalah ia yang berani mengatakan cukup pada kehidupan.

Setelah cukup, selanjutnya mulailah memandang kehidupan secara lebih sehat sebagai pelengkap. Mirip dengan memandang kotoran sapi, kalau melihatnya negatif kita dapat sampah. Kalau memandangnya positif, kita dapat bunga indah. Kehidupan serupa, masa kecil yang kelabu, keuangan yang tidak sebaik orang-orang, semua adalah pupuk-pupuk yang sedang berevolusi jadi bunga. Kegelisahan, kemarahan, kecemburuan adalah racun-racun kejiwaan di dalam yang harus dibersihkan, sehingga kemarahan pun berproses menjadi bunga kedamaian.

Ada resep sederhana untuk mengetahui berseminya bibit kedamaian dalam diri. Pergilah ke depan cermin, ucapkan mantra ini dengan sepenuh hati pada orang yang kita jumpai di cermin: “kamu sempurna, aku mencintaimu apa adanya”. Jika sudah yakin dengan bayangan yang ada di cermin sebagai makhluk yang sempurna, dan mau mencintai dengan sepenuh hati apa adanya, baik kelebihan maupun kekurangannya, itu berarti benih-benih kedamaian berlimpah sudah tersedia. Artinya, tinggal meramu, terus-menerus memupuknya untuk mengimbangi bibit-bibit kekerasan yang sudah ditanam orang-orang di diri kita dengan bibit-bibit kedamaian tersebut. Ada kekurangan disyukuri. Punya kelebihan didermakan. Ada kesalahan dimaafkan. Diberi anugerah dimanfaatkan dan dibarokahkan. Jika ada masalah dan musibah disabari. Kalau aral melintang dipersungguh, didoai dan jika dijeleki membalas dengan kebaikan. Ketika bibit-bibit kedamaian sudah jauh lebih banyak dari bibit kekerasan, di sana kita akan menjadi pahlawan kedamaian.

Sekali lagi, ini bukan ajakan untuk bermalas-malasan. Juga bukan kalah-kalahan. Apalagi akal-akalan. Sama sekali bukan. Rasa berkecukupan yang mendalam adalah fondasi semua kedamaian. Maksudnya, tidak saja berkecukupan secara materi, tapi juga berkecukupan dalam pencapaian spiritual. Berkecukupan secara materi membuat orang berhenti didikte keinginan-keinginan duniawi. Butuh, tapi tidak rakus (ngoyo). Kurang, tetapi tetap dermawan. Perwira dengan penuh kepasrahan. Berkecukupan secara spiritual membuat orang berhenti didikte keinginan-keinginan surgawi.

Mencari ilmu jalan terus, namun dalam beramal, amar ma’ruf dan keseharian penuh tindakan keteladanan. Berlimpah kesyukuran, untuk kemudian terjun ke dunia pelayanan. Seolah ilmu mencari jiwa, untuk memperindah tindakan dan mempertinggi derajatnya. Tatkala kedua keinginan ini terkendali, kedamaian mekar seperti bunga indah rupawan. Tanpa rasa berkecukupan, tidak ada satu pun jalan yang bisa membimbing menuju kedamaian mendalam. Rasa berkecukupan adalah lentera di dalam yang menuntun kedamaian di mana dan ke mana diri berada.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ ‏” ‏‏

Dari Abdullah bin Amr bin Al-A’sh sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda; “Sungguh beruntung seorang yang berislam, diberi rezeki cukup dan Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah dengan apa yang Dia berikan kepadanya.” (HR. Muslim)

Dalam hal ini, salah seorang guru berpesan, kedamaian adalah proses menyatu dengan kehidupan yaitu mendekap berkah kekinian apa adanya. Fenomena kehidupan seperti sedih-senang, duka-suka, akan terus muncul silih-berganti tanpa henti. Tidak terlalu sulit untuk berdamai dengan kenikmatan dan kebaikan. Kebanyakan kesulitan ketika berhadapan dengan kejelekan dan kesedihan.

Di sinilah kedamaian berperan dalam mengimbangi setiap energi negatif yang datang. Kedamaian membantu melepaskan energi negatif ke jalan-jalan yang benar. Tidak merusak, tetapi justru berubah jadi bunga yang indah. Dari sini wahai penekun kehidupan, kedamaian adalah seni melepaskan.

Tags: bersyukurKebahagiaankehidupanKompetisiMelepaskanMenerimapenerimaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Al Hilal on Wujud Tiga Dekade Toleransi, Warga LDII Depok Kondusif Salat Idul Fitri di Halaman Gereja
  • Sarak on Wujud Tiga Dekade Toleransi, Warga LDII Depok Kondusif Salat Idul Fitri di Halaman Gereja
  • Widada on DPP LDII Helat Rapimnas untuk Persiapkan Munas X 2026
  • Ipaslamet on Wujud Tiga Dekade Toleransi, Warga LDII Depok Kondusif Salat Idul Fitri di Halaman Gereja
  • Hendri on Perkuat Sinergi Antarumat, LDII Petarukan Silaturahim dengan MUI dan Polsek
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Wujud Tiga Dekade Toleransi, Warga LDII Depok Kondusif Salat Idul Fitri di Halaman Gereja

Wujud Tiga Dekade Toleransi, Warga LDII Depok Kondusif Salat Idul Fitri di Halaman Gereja

March 31, 2026
Pengurus Ponpes Wali Barokah Silaturahim Idul Fitri dengan Ketua Umum MUI Pusat

Pengurus Ponpes Wali Barokah Silaturahim Idul Fitri dengan Ketua Umum MUI Pusat

March 30, 2026
Perkuat Toleransi, Tokoh Katolik Silaturahim dengan Ketua LDII Kebumen

Perkuat Toleransi, Tokoh Katolik Silaturahim dengan Ketua LDII Kebumen

March 29, 2026
Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda

Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda

March 26, 2026
Pengurus Ponpes Wali Barokah Silaturahim Idul Fitri dengan Ketua Umum MUI Pusat

Pengurus Ponpes Wali Barokah Silaturahim Idul Fitri dengan Ketua Umum MUI Pusat

10
Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda

Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda

13
Wujud Tiga Dekade Toleransi, Warga LDII Depok Kondusif Salat Idul Fitri di Halaman Gereja

Wujud Tiga Dekade Toleransi, Warga LDII Depok Kondusif Salat Idul Fitri di Halaman Gereja

6
solat eid wali barokah

Pesan Moral Salat Idul Fitri dari Ponpes Wali Barokah: Tekunkan Ibadah dan Perkuat Ukhuwah

4
kemenag Blora LDII

Kemenag Blora Silaturahim ke LDII, Perkuat Ukhuwah

April 1, 2026
Pelan-Pelan, Alim pun Terkikis

Pelan-Pelan, Alim pun Terkikis

April 1, 2026
Silaturahim Syawal LDII Jatim ke Tebuireng, Rawat Kebersamaan Umat

Silaturahim Syawal LDII Jatim ke Tebuireng, Rawat Kebersamaan Umat

April 1, 2026
sukoharjo takjil

LDII Sukoharjo Bagikan 1.000 Takjil di Simpang Patung Jamu

April 1, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Kemenag Blora Silaturahim ke LDII, Perkuat Ukhuwah April 1, 2026
  • Pelan-Pelan, Alim pun Terkikis April 1, 2026
  • Silaturahim Syawal LDII Jatim ke Tebuireng, Rawat Kebersamaan Umat April 1, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.