Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Headlines

Galau Karena Jomblo, Warga LDII Ini Malah Dapat Penghargaan dari Kemenristekdikti

2021/03/12
in Headlines
0
Dok. Pribadi

Dok. Pribadi

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Dari sibuk mencari jodoh, Anton Kuswoyo justru menemukan keasyikan beternak kambing. Dari beternak itulah ia berinovasi mengolah pakan dan kotoran kambing, hingga diganjar penghargaan oleh Kemenristekdikti.

Pemuda yang sudah merasa cukup umur dan memiliki pekerjaan, tentunya siap menikah. Tapi, saat jodoh yang dicari tak kunjung ketemu, itu cukup membuat bimbang. Anton Kuswoyo Ketua DPD LDII Tanah Laut, Kalimantan Selatan, itu pernah mengalaminya. Bedanya, saat jadi jomblo galau, energinya dicurahkan ke hal-hal yang produktif.

Suatu ketika, Anton yang tinggal di Kelurahan Angsau, Kabupaten Tanahlaut (Tala), menuruti kata hatinya mencari udara segar. Menjelajahi sudut-sudut kampungnya. Kali ini, ia memilih wilayah yang belum pernah dijamahnya. Dengan sepeda motor bebek kesayangannya, ia meronda jalan. Setelah 30 menit berselang, ia sampai di pedesaan yang rimbun dengan kebun sawit dan karet.

Matanya menyapu sekeliling, hingga pandangannya tertumbuk pada kandang-kandang kambing di sela-sela kebun karet atau sawit. Kambing-kambing itu gemuk-gemuk dan menyenangkan matanya. Keinginannya beternak kambing yang lama terpendam, membuncah kembali. Ia pun banyak bertanya soal merawat kambing di tengah-tengah kebun, perihal makanan hingga keamanan.

Sayangnya, untuk mendapatkan seekor kambing indukan di Kabupaten Tala terbilang sulit. Pernah ia mendatangi Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) di Pelaihari, untuk memesan kambing indukan. Ternyata antreannya cukup panjang, ia harus menanti selama setahun.

Bermodal empat ekor kambing, Anton memulai berternak kambing di samping rumahnya. Agar hemat, kandang yang ia bangun berasal dari kayu-kayu bekas proyek. Memelihara ternak memang butuh perhatian khusus. Saat matahari belum terbit, Anton sudah merumput demi kambing-kambingnya itu. Pekerjaan ini juga tak mudah. Meskipun tinggal di pinggiran kota, hamparan rumput sudah lama susut.

Dengan geroba besi yang digelandang motor butut, Anton berkelana menyabit rumput. Pada musim penghujan, juga jadi tantangan lain. Ia harus berbasah-basah agar kambingnya kenyang, “Dinginnya udara pagi ditambah guyuran air hujan sudah akrab dengan tubuh saya. Itu pun masih ditambah kondisi jalan yang licin dan berlumpur,” ujarnya kepada Tribunnews, pada Kamis (11/3).

Anton Kuswoyo adalah Ketua DPD LDII Tanahlaut, Kalimantan Selatan yang juga dosen Politeknik Tanahlaut. Dok. Pribadi.

Sebaliknya, bila musim kemarau, ia juga kesulitan menemukan rumput segar. Solusinya, ia mencari pakan pengganti dengan daun ubi jalar. Daun-daun ubi itu dibuang saja. Tapi, memberi makan kambing dengan dedaunan juga berisiko bila tak paham memilah daun beracun dengan yang nontoksik.

Gara-gara itu, Anton pernah kena batunya. Ia memberikan daun singkong karet ke kambing-kambingnya. Usai mengudap dedaunan itu, kambingnya mati keracunan. Ia baru paham, daun singkon karet baru aman dimakan kambing setelah dilayukan terlebih dahulu.

Di balik kesedihan itu, Anton juga memetik kegembiraan. Misalnya, saat menunggui kambingnya beranak, “Itu yang paling ditunggu-tunggu. Lama masa bunting kambing sekitar lima bulan,” papar Anton.

Saat hendak melahirkan, kambing-kambing biasanya gelisah. Begitu menurut Anton. Mereka menggaruk-garuk lantai kandang. Juga kerap melihat ke belakang sembari mengembek-embek, “Kadang juga harus dijaga hingga subuh agar ketika melahirkan, peternak bisa membantu menjaga keselamatan anak kambing yang baru lahir. Rela saja begadang sampai pagi,” tandasnya. Kambing-kambing bila melahirkan harus segera dipisah, agar tak terinjak-injak kambing yang lain. Satu kambing biasanya beranak dua hingga tiga ekor.

Kendala yang paling dikhawatirkan oleh peternak kambing ialah indukan yang tidak mau menyusui anaknya. “Ini jadi tanggung jawab saya, dengan memberinya susu kaleng menggunakan botol dot bayi kepada anak kambing,” jelas Anton.

Anton yang berprofesi sebagai dosen itu, kini menjabat sebagai Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Sistem Informasi, Politeknik Negeri Tanah Laut. Ketekunannya memelihara kambing membuahkan inovasi. Ia berhasil membuat pupuk kandang berkualitas tinggi. Ia pun menemukan cara memfermentasi pakan kambing, sehingga stoknya tetap melimpah meskipun pakan sedang sulit. Kotoran kambing merupakan pupuk alami yang sangat baik untuk tanaman sayur-sayuran maupun buah-buahan, “Tentu ini juga menjadi sumber penghasilan tambahan lainnya,” tandas Anton.

Ia juga menemukan ide memanfaatkan berbagai limbah perkebunan sebagai pakan alternatif kambing. Selama ini limbah kebun banyak yang belum dimanfaatkan seperti tongkol jagung, daun ubi jalar, daun pisang, daun kacang tanah, dan banyak lagi yang lainnya.

Tidak sia-sia, kesibukannya beternak kambing karena justeru membawa berkah tersendiri. Anton berhasil memenangkan inovasi tentang alat pembuat pakan kambing fermentasi dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Anton bersama kambing-kambingnya yang mulanya hanya sepasang. Dok. Pribadi.

Dari semua itu, baginya hal paling penting dalam beternak kambing ialah hadirnya kebahagiaan. Percuma punya ratusan ekor kambing tapi tak bahagia, “Kalau beternak kambing lalu malah menderita, sebaiknya jangan diteruskan. Itu artinya tidak memiliki passion di bidang ternak” sebutnya. Dari aktivitasnya itu juga yang menjadi jalan perantara kedekatannya dengan seorang gadis yang kini menjadi belahan jiwa, pendamping hidupnya. Saat pesta pernikahan ia menyembelih dua ekor kambing hasil ternaknya. Itu bentuk acara syukuran sederhana dengan membagikan nasi dan masakan gulai kambing kepada tetangga sekitar rumah. (Artikel dirangkum dari Tribunnews edisi 11 Maret 2021).

Tags: kambingldiiTanahlautternak kambing

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.