Oleh Miftakhuddin Mubarok
Rasulullah SAW telah memberikan banyak isyarat tentang kondisi umat manusia menjelang akhir zaman. Di antara peringatan penting tersebut adalah berkurangnya ilmu agama, merebaknya kebodohan, serta semakin luasnya berbagai bentuk kemaksiatan. Fenomena ini bukan sekadar gambaran masa depan, tetapi juga menjadi peringatan agar umat Islam mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.
Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menyampaikan sabda Rasulullah SAW yang ia dengar langsung dari beliau:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ أَلَا أُحَدِّثُكُمْ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُحَدِّثُكُمْ أَحَدٌ بَعْدِي سَمِعَهُ مِنْهُ
“Ketahuilah, aku akan menyampaikan kepada kalian suatu hadis yang aku dengar langsung dari Rasulullah SAW, yang tidak akan ada seorang pun setelahku yang meriwayatkannya langsung dari beliau.”
(HR. Muslim no. 4825)
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu adalah salah satu sahabat Rasulullah SAW yang memiliki usia sangat panjang, wafat pada tahun 93 Hijriah di Basrah. Dengan wafatnya beliau, terputuslah periwayatan langsung hadits ini dari Nabi SAW.
Rasulullah SAW kemudian menyebutkan tanda-tanda kiamat, di antaranya:
Diangkatnya Ilmu dan Merebaknya Kebodohan
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ
“Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu.”
Hilangnya ilmu bukanlah dengan cara dicabut sekaligus dari dada manusia, melainkan dengan diwafatkannya para ulama. Rasulullah SAW bersabda:
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺍﻧْﺘِﺰَﺍﻋَﺎً ﻳَﻨْﺘَﺰِﻋُﻪُ ﻣِﻦ ﺍﻟْﻌِﺒَﺎﺩِ، ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﺑِﻘَﺒْﺾِ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ
“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama.”
(HR. Bukhari)
Ketika ulama semakin sedikit, kebodohan pun tampak merajalela. Pemahaman agama melemah, sementara hal-hal yang tidak bermanfaat justru banyak diminati, dan ilmu yang menuntun kepada kebenaran sering kali diabaikan.
Merebaknya Zina dan Dihalalkannya Khamr
Rasulullah SAW juga menyebutkan tanda lain dari akhir zaman, yaitu merebaknya perzinaan:
وَيَفْشُوَ الزِّنَا
Perbuatan zina dapat menimpa siapa saja tanpa memandang usia maupun kondisi. Oleh karena itu, setiap Muslim dituntut untuk menjaga diri dan keluarganya dari segala hal yang mendekatkan kepada perbuatan tersebut.
Selain itu, Rasulullah SAW mengingatkan tentang maraknya konsumsi khamr:
وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ
Khamr adalah segala sesuatu yang menutupi akal, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama:
وَالْخَمْرُ مَا خَامَرَ الْعَقْلَ
Larangan ini tidak hanya berlaku pada minuman keras, tetapi juga mencakup zat lain yang merusak akal, baik berupa cairan, pil, maupun zat terlarang lainnya.
Fitnah yang Menggoyahkan Iman
Rasulullah SAW bersabda:
سَتَكُونُ فِتَنٌ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا إِلَّا مَنْ أَحْيَاهُ اللَّهُ بِالْعِلْمِ
“Akan datang masa fitnah, seseorang pada pagi hari beriman, namun pada sore hari menjadi kafir, kecuali orang-orang yang Allah hidupkan dengan ilmu.”
(HR. Ibnu Majah)
Fitnah ini dapat berupa penyimpangan akidah maupun perbuatan dosa besar yang kemudian dihalalkan. Lemahnya pemahaman terhadap halal dan haram menjadi faktor utama seseorang terjerumus dalam kerusakan iman.
Ilmu sebagai Benteng Keselamatan
Dari berbagai peringatan tersebut, jelas bahwa ilmu agama merupakan benteng utama dalam menghadapi fitnah akhir zaman. Dengan ilmu, seorang Muslim mampu memahami perintah dan larangan Allah SWT serta menjaga dirinya dari kebinasaan.
Rasulullah SAW mengajarkan doa:
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِيَ الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي، وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
“Ya Allah, perbaikilah agamaku yang menjadi penjaga urusanku, perbaikilah duniaku yang menjadi tempat kehidupanku, perbaikilah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupanku sebagai tambahan dalam segala kebaikan, dan jadikanlah kematianku sebagai istirahat dari segala keburukan.”
(HR. Muslim no. 2720)
Dengan baiknya agama, Allah SWT akan menjaga diri seorang hamba dari kemaksiatan dan kerusakan akhir zaman. Dunia menjadi tertata dan akhirat menjadi tujuan yang selamat.
Semoga Allah SWT senantiasa menghidupkan hati kita dengan ilmu, menjaga iman hingga akhir hayat, serta menjadikan kita termasuk golongan yang selamat. Aamiin. (Nisa)












