Makkah (4/5). Kepala Pos Terminal Ajyad, M. Rif’at Sitorus, mengatakan Pelayanan transportasi jemaah haji Indonesia di Terminal Ajyad yang mengakomodir kedatangan jemaah dari kawasan Misfalah, Makkah, memasuki hari keempat operasional berjalan lancar tanpa kendala berarti. Hingga saat ini pelayanan bagi jemaah haji Indonesia di wilayah Misfalah berlangsung aman, tertib, dan terkendali.
Terminal ini menjadi salah satu titik penting mobilitas jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram maupun sebaliknya. “Alhamdulillah sampai hari keempat operasional, pelayanan di Terminal Ajyad berjalan baik. Tidak ada kendala menonjol, baik dari sisi armada maupun pelayanan kepada jemaah,” ujarnya, pada Senin (3/5/2026).
Saat ini Terminal Ajyad melayani jemaah dari tiga sektor pemondokan, yakni sektor 7, 8, dan 9. Adapun rute bus yang sudah aktif meliputi rute 16, 17, dan 18, menyesuaikan dengan jumlah kedatangan jemaah dari Madinah ke Makkah.
Untuk mendukung mobilitas jemaah, sekitar 140 unit bus shalawat disiapkan di kawasan Misfalah. Sistem shuttle diberlakukan selama 24 jam penuh dengan interval kedatangan bus setiap lima hingga sepuluh menit.
Menurut Rif’at, pola layanan ini membuat jemaah tidak perlu menunggu lama saat hendak menuju Masjidil Haram maupun kembali ke hotel. “Bus terus bergerak selama 24 jam. Jadi jemaah bisa langsung terlayani tanpa harus menunggu terlalu lama di halte,” katanya.
Keunggulan lain Terminal Ajyad adalah lokasinya yang sangat dekat dengan Masjidil Haram. Terminal ini hanya berjarak sekitar 150-200 meter dari area pelataran masjid, sehingga memudahkan jemaah, terutama lansia, dalam menjangkau lokasi ibadah.
Petugas juga terus mengingatkan jemaah agar selalu membawa kartu rute selama bepergian. Kartu tersebut menjadi penanda penting agar jemaah tidak salah jalur atau tersasar saat kembali ke hotel. Di tengah cuaca panas Arab Saudi yang mencapai hampir 40 derajat Celsius, para petugas tetap menjalankan layanan secara optimal melalui pembagian tiga shift kerja.
Rif’at yang juga merupakan perwira TNI AU menegaskan, pelayanan kepada jemaah merupakan bentuk pengabdian yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan. “Kami ingin memastikan seluruh jemaah merasa aman, nyaman, dan fokus beribadah selama berada di Tanah Suci,” pungkasnya.











