Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Kesedihan

2020/07/20
in Nasehat
5
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Rutinitas, sering membuat orang mudah bosan, jenuh dan bahkan stres. Ditambah bertemu putaran kehidupan bernama duka dan kesedihan, terasa semakin berat beban di pundak. Itu sebabnya sebagian orang mencari variasi pada kesenangan-kesenangan untuk melupakan sesaat dan ada juga yang memilih hal-hal yang berbahaya.

Daripada melukai jiwa dengan mencoba hal-hal berbahaya, coba temukan variasi kehidupan dengan berbuat baik. Entah mencabut rumput liar di taman, menyirami tanaman, memberi makan kucing, dll. Atau mendahulukan orang yang mau menyeberang, memberi jalan kepada pengendara yang terburu-buru, atau berbagai senyuman kepada setiap orang. Rumusnya sederhana, bila sedang dikunjungi kesedihan, belajar berbuat baik. Jika sedang dikunjungi kebahagiaan, juga belajar berbuat baik. Kebaikan adalah jembatan pendek menuju keterhubungan.

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS An-Nahl:128)

Guru-guru bijak sering menitipkan pesan indah bahwa kehidupan itu seperti sekolah. Kapan saja kesulitan dan kesedihan datang lebih banyak dan lebih besar dari biasanya, itu tandanya sedang ulangan umum. Bedanya dengan sekolah, ia tidak ada pemberitahuan. Tidak terjadwal. Tidak ada persiapan. Akan tetapi, begitu bisa melewati ulangan umum, kita naik kelas.

Orang biasa cenderung menyukai kehidupan tanpa kesedihan. Padahal tanpa kesedihan berarti tanpa ulangan umum. Tanpa ulangan umum artinya tidak pernah ada naik kelas. Menuju jenjang yang lebih tinggi dan baik.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ أَنَّهُ قَالَ
“‏ عِظَمُ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ ‏”‏

Dari Anas Ibnu Malik dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau bersabda: “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allâh mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridha dengan ujian itu, maka ia akan mendapat keridhaan-Nya. Siapa yang membencinya maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya.” (Rowahu Ibnu Majah)

Kesedihan adalah berkah, walau jelas membencikan. Orang-orang saleh dan suci zaman dahulu telah menemukan cahaya menawan di tengah kesedihan. Asalkan tidak lari dari danau kesedihan; tidak menggerutu, tetap sabar dan tidak menyalahkan. Selanjutnya berusaha melihat lapisan-lapisan jiwa semakin dalam dan semakin dalam lagi di saat kesedihan. Ada pelajaran, ada cahaya dan ada taman rahasia indah di sana, rahasia yang tidak mungkin diberikan oleh kesenangan. Kesedihan adalah bab penting dalam buku kehidupan yang harus dibaca. Tidak boleh tidak. Sayangnya tidak semua orang mau dan sempat, bahkan kecenderungannya ingin melewatkannya, membuangnya.

Dalam kesedihan atau kesenangan, ingatlah selalu bahwa jiwa lahir bersama sayap-sayapnya. Berhenti merangkak dalam kesedihan dan ketakutan, belajarlah terbang hening menggunakan sayap-sayap cahaya dan cinta. Belajarlah untuk tidak marah sama orang-orang yang menyakiti. Fokus pada pelajaran yang mereka berikan. Karena, orang yang membencikan, musuh atau kesedihan adalah guru yang menyamar. Tatkala seseorang berhenti membandingkan dirinya dengan orang lain, itu artinya yang bersangkutan sudah mulai menanam bibit-bibit kedamaian dan mengusir semak-semak kesedihan dari dalam taman jiwanya.

Agama, dalam hal spiritualitas dan syariatnya, adalah seperti belajar menjadi tukang taman yang terampil bagi pikiran. Serupa taman, kendati kita hanya menanam rumput Jepang, rumput liar tumbuh juga. Kendati manusia hanya mau bahagia, kesedihan datang juga.

Mirip dengan apa yang dilakukan tukang taman terampil, semua yang ada di taman diolah menjadi kompos organik yang diletakkan di bawah pohon. Persoalan waktu kompos ini akan jadi bunga. Dengan cara yang sama, spritualitas menyembuhkan tidak dengan membuang kesedihan, melainkan dengan mengolah kesedihan menjadi bunga kedamaian. Seperti apa yang dilakukan kegelapan pada cahaya, kesedihan membuat kebahagiaan terasa jauh lebih indah dan nikmat di waktu berikutnya.

Faizunal A. Abdillah
Pemerhati lingkungan – Warga LDII Kabupaten Tangerang.

Tags: bosanjenuhkebaikankesedihanldiisenyumantakwa

Comments 5

  1. Sudarmanto says:
    6 years ago

    Alhamdulillaah utk nasehat diri sendiri..

    Reply
  2. Ahmat haryono says:
    6 years ago

    Alhamdulilah zajakhumulohhoiroh,atas nasehat
    Yg di buat nya.

    Reply
  3. Fadly says:
    6 years ago

    Alhamdulillah dapat pencerahan

    Reply
  4. fatkhan baryzan says:
    6 years ago

    Alhamdulillahi jazzakhumullahu khoiro atas smua nasehatnya

    Reply
  5. Ana dwi rofiq says:
    5 years ago

    Manfaat banget nasehat ini…

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Angka DH on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Media Tour Dakwah on Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF
  • RAHMAT WAHID on LDII Jawa Barat Dorong Wanita Berdaya dan Mandiri di Era Digital
  • Soedradjat on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Nanang Naswito on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF

Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF

January 23, 2026
LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

January 21, 2026
Laksma TNI Harun Ar-Rasyid: Kami Maksimalkan Pelayanan Saat Armuzna

Laksma TNI Harun Ar-Rasyid: Kami Maksimalkan Pelayanan Saat Armuzna

January 23, 2026
Diskusikan Pembinaan Generasi Muda, LDII Silaturrahim dengan Kepala Desa Pematang Kabau

Diskusikan Pembinaan Generasi Muda, LDII Silaturrahim dengan Kepala Desa Pematang Kabau

January 20, 2026
Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

6
LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

6
LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen

LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen

4
Selaraskan Visi, DPD LDII Tabanan Susun Program Kerja Organisasi

Selaraskan Visi, DPD LDII Tabanan Susun Program Kerja Organisasi

4
Meraih Keberkahan Rezeki Menuju Keluarga Harmoni

Meraih Keberkahan Rezeki Menuju Keluarga Harmoni

January 28, 2026
LDII Bengkulu Utara Silaturahim dengan Bupati Dukung Program Mahabbah

LDII Bengkulu Utara Silaturahim dengan Bupati Dukung Program Mahabbah

January 28, 2026
170.000 Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Pelayanan Maksimal Petugas

170.000 Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Pelayanan Maksimal Petugas

January 28, 2026
Menhaj Pantau Kesiapan Petugas Haji 2026, Tekankan Peran Vital di Tanah Suci

Menhaj Pantau Kesiapan Petugas Haji 2026, Tekankan Peran Vital di Tanah Suci

January 28, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Meraih Keberkahan Rezeki Menuju Keluarga Harmoni January 28, 2026
  • LDII Bengkulu Utara Silaturahim dengan Bupati Dukung Program Mahabbah January 28, 2026
  • 170.000 Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Pelayanan Maksimal Petugas January 27, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.