Gunungkidul (22/1). DPD LDII Gunungkidul melalui Penggerak Pembina Generus (PPG) menggelar musyawarah kerja untuk merumuskan arah kegiatan pembinaan selama satu tahun ke depan. Kegiatan ini berlangsung di Plumbungan, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu (21/12), dengan melibatkan seluruh pengurus lintas bidang sebagai bagian dari penguatan konsolidasi internal organisasi.
Musyawarah kerja tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus perencanaan strategis agar program pembinaan generasi LDII Gunungkidul berjalan terukur dan terarah. Seluruh pengurus hadir untuk menyelaraskan agenda kerja agar sejalan dengan kebutuhan generasi muda di tengah perubahan sosial yang terus bergerak cepat.
Pembina PPG LDII Gunungkidul, Wawan Gunarjo, menekankan pentingnya keterpaduan antarbidang dalam menyusun program. Menurutnya, perencanaan kerja tidak cukup hanya banyak secara kuantitas, tetapi perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi pembinaan generasi.
“Setiap bidang harus saling menguatkan. Program tidak boleh berjalan sendiri-sendiri karena tujuan kita sama, menyiapkan generasi yang matang secara karakter dan tangguh menghadapi lingkungan sosial,” ujar Wawan.
Ia juga mengingatkan agar seluruh pengurus mampu membaca kebutuhan zaman. Wawan mendorong setiap bidang menghadirkan gagasan yang relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. “Perubahan terjadi sangat cepat. Program pembinaan harus adaptif, aplikatif, dan bisa dijalankan secara konsisten, bukan hanya tertulis dalam rencana kerja,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Gunungkidul, Wahono Budi Rustanto menilai musyawarah kerja PPG LDII Gunungkidul sebagai langkah strategis dalam memastikan arah pembinaan generasi berjalan terencana dan berkesinambungan. “Forum ini menjadi ruang penting untuk menyatukan visi seluruh pengurus agar program yang disusun tidak hanya rapi di atas kertas, tetapi juga efektif saat diterapkan di lapangan,” katanya.
Ia menyebut keterlibatan seluruh bidang dalam musyawarah mencerminkan keseriusan organisasi dalam mengelola pembinaan generasi secara kolektif. “Kehadiran semua bidang memperkuat koordinasi dan memperjelas peran masing-masing. Dengan pola kerja seperti ini, potensi tumpang tindih kegiatan bisa ditekan sejak tahap perencanaan,” ujar Wahono.
Wahono juga menekankan pentingnya orientasi program pada kebutuhan generasi muda saat ini. Menurutnya, pembinaan tidak cukup bertumpu pada rutinitas, tetapi perlu disesuaikan dengan tantangan sosial, budaya, dan perkembangan teknologi, “Generasi muda menghadapi dinamika yang berbeda. Program PPG harus mampu menjawab persoalan aktual, sekaligus membekali mereka dengan karakter yang kuat,” katanya.
Ia menambahkan, hasil musyawarah kerja perlu dikawal melalui evaluasi berkala agar tujuan yang telah disepakati benar-benar tercapai. Wahono berharap setiap bidang mampu menjalankan program secara konsisten, terukur, dan saling mendukung.
“Musyawarah ini menjadi fondasi kerja satu tahun ke depan. Jika dijalankan dengan disiplin dan komunikasi yang baik, pembinaan generasi LDII Gunungkidul akan semakin terarah dan memberi dampak luas bagi lingkungan sekitar,” tutup Wahono.











