Sleman (22/1). Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Tunas Mulia naungan LDII Kapanewon Ngemplak menyelenggarakan munaqosyah sebagai evaluasi pembelajaran semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan berlangsung di Musala Margo Mulyo, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (20/12/2025).
Munaqosyah yang diikuti santri dari usia tujuh tahun hingga remaja berusia 23 tahun itu, menjadi agenda rutin pembinaan LDII di tingkat PAC. Untuk memastikan proses pendidikan diniyah berjalan terarah. Sejak pagi, para santri mengikuti tahapan ujian sesuai jenjang dengan pendampingan guru dan dukungan orang tua. Panitia mencatat partisipasi penuh dari seluruh kelas MDT Tunas Mulia.
Kepala MDT Tunas Mulia, Dwi Putra Wibawa, mengatakan munaqosyah dirancang sebagai alat ukur yang adil dan mendidik. Menurutnya, kegiatan ini memberi gambaran capaian belajar sekaligus ruang apresiasi atas ikhtiar santri, “Kami ingin orang tua dan guru melihat perkembangan anak secara utuh, bukan sekadar angka, tetapi juga proses dan sikap belajar,” ujarnya.
Pembina MDT Tunas Mulia, Mushoim, mengingatkan pentingnya konsistensi belajar dan kedisiplinan ibadah. Ia menekankan salat lima waktu sebagai fondasi pembentukan karakter serta adab kepada orang tua sebagai nilai utama dalam pendidikan, “Ilmu akan tumbuh jika dibarengi adab, dan itu perlu dirawat sejak dini,” kata Mushoim di hadapan santri dan wali.
Ia menyampaikan pendekatan evaluasi menitikberatkan pada ketepatan bacaan, pemahaman, dan ketenangan saat praktik. Orangtua yang hadir juga diberi umpan balik singkat terkait perkembangan anak, “Ujian ini membantu kami memetakan kebutuhan pembinaan berikutnya agar materi lebih tepat sasaran,” tuturnya.
LDII Ngemplak menilai pola evaluasi berkelanjutan ini penting untuk menjaga kualitas pendidikan diniyah, sekaligus memperkuat sinergi guru, orang tua, dan lingkungan dalam membina generasi muda.











