Malang (8/4). Mahasiswa LDII Malang, Muchamad Yafis meraih Juara 1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) jenjang vokasi di Universitas Negeri Malang tahun 2026. Prestasi tersebut diraih melalui inovasi lingkungan bertajuk “Reboard Plastic HDPE”, yang memanfaatkan limbah tutup bobot plastik menjadi papan fungsional bernilai guna.
“Ide ini muncul dari keprihatinan saya melihat penumpukan sampah plastik, khususnya tutup botol di lingkungan kampus. Dalam waktu singkat, tempat penampungan sudah penuh,” ujar Yafis.
Ia kemudian mengembangkan solusi melalui teknologi thermoforming, yaitu proses pengolahan limbah yang dimulai dari pencacahan tutup botol, dilanjutkan dengan pemanasan, lalu dipress hingga menjadi papan plastik yang fungsional.
Menurut Yafis, keunggulan inovasi ini terletak pada teknologi yang relatif sederhana dan biaya yang terjangkau, serta bahan baku yang mudah diperoleh. “Prosesnya dimulai dari pencacahan tutup botol, kemudian dipanaskan, lalu dipress hingga menjadi papan plastik yang memiliki nilai guna,” jelasnya.
Menurutnya, teknologinya sederhana, bahan bakunya mudah didapat, dan bisa diterapkan di lingkungan kampus maupun UMKM. “Selain itu, produk yang dihasilkan juga memiliki nilai ekonomi,” tambahnya.
Ia berharap inovasi tersebut dapat memberikan dampak positif, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi. “Dari sisi lingkungan tentu dapat mengurangi sampah plastik. Secara sosial bisa meningkatkan kesadaran masyarakat, dan dari sisi ekonomi dapat membuka peluang usaha berbasis daur ulang,” ungkapnya.
Meski demikian, Yafis mengakui terdapat tantangan dalam pengembangannya, terutama dalam menjaga kualitas produk dan bersaing dengan produk konvensional. “Tantangan utamanya ada pada konsistensi kualitas produk dan persaingan dengan produk konvensional. Namun itu bisa diatasi dengan inovasi berkelanjutan dan edukasi pasar,” ujarnya.
Ke depan, ia berencana mengembangkan inovasi tersebut ke skala yang lebih luas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. “Saya ingin mengembangkan skala produksi, memperluas kolaborasi, serta mendorong implementasi di berbagai sektor, termasuk UMKM dan institusi pendidikan,” tuturnya.
Yafis juga berpesan kepada generasi muda, khususnya warga LDII, agar tidak meremehkan pendidikan. “Jangan meremehkan pendidikan. Pendidikan adalah sarana penting dalam perjuangan, termasuk untuk memberikan solusi bagi masyarakat,” pesannya.











