Oleh Dewan Penasehat DPP LDII KH Edy Suparto
Malam lailatul qadar merupakan malam yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam seluruh dunia, karena keistimewaan dan kemuliaannya. Malam qadr atau Lailatur Qadr, juga disebut sebagai malam yang lebih baik dibanding 1.000 bulan. Mereka yang beribadah pada malam itu, setara dengan beribadah tanpa henti selama 80 tahun lebih. Allah SWT berfirman dalam surat Al Qadr ayat 3:
لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
lailatul-qadri khairum min alfi syahr
Lantas bagaimana sejarah Malam lailatul qadar? Riwayat pertama, Rasulullah SAW sangat mencintai umatnya. Maka sepanjang kehidupan beliau pun selalu memikirkan kebaikan untuk umatnya.
Suatu ketika beliau merenungkan, umur umat terdahulu yang lebih panjang jika dibandingkan dengan umur umat beliau, sehingga Rasulullah SAW merasa sedih. Mustahil, umat beliau bisa melebihi umat terdahulu dalam kebaikan, jika kesempatan mengerjakan amal saleh-nya lebih pendek.
Oleh karena itulah, Allah menurunkan Surat Al Qadr ini. Allah memberikan anugerah satu malam dari 10 malam terakhir di bulan Ramadan, dan Allah menyatakan bahwa umat Nabi Muhammad SAW yang mengisi malam itu dengan ibadah kepada-Nya, maka akan mendapatkan pahala lebih baik daripada 1.000 bulan (83 tahun 4 bulan).
Adapun riwayat kedua, dapat disimak dari hadits berikut:
…ذَكَرَ رَسُولُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا أَرْبَعَةً مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَبَدُوا اللهَ ثَمَانِينَ عَامًا لَمْ يَعْصُوهُ طَرْفَةَ عَيْنٍ: أَيُّوبُ وَزَكَرِيَّا وَحِزْقِيلُ وَيُوشَعُ بْنُ نُونٍ، فَعَجِبَ الصَّحَابَةُ مِنْ ذَلِكَ فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَقَالَ: عَجِبَتْ أُمَّتُكَ مِنْ عِبَادَةِ أَرْبَعَةٍ ثَمَانِينَ سَنَةً لَمْ يَعْصُوهُ طَرْفَةَ عَيْنٍ فَقَدْ أَنْزَلَ اللهُ عَلَيْكَ خَيْرًا مِنْ ذَلِكَ: (لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ) (القدر: ٣) . هَذَا أَفْضَلُ مِمَّا عَجِبَتْ أُمَّتُكَ، فَسُرَّ بِذَلِكَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالنَّاسُ مَعَهُ. رواه ابن أبى حاتم في تفسيره
Pada suatu kesempatan, Rasulullah SAW mengisahkan 4 (empat) orang Nabi dari kalangan Bani Israil yang menghabiskan waktu selama 80 tahun untuk beribadah kepada Allah, dan tidak pernah sekejap pun maksiat kepada Alloh. Mereka adalah Nabi Ayub, Nabi Zakariya, Nabi Hizqil dan Nabi Yusya’ bin Nun Alaihimus salam. Mendengar kisah-kisah mereka, para sahabat sangat takjub: “Bagaimana mungkin bisa mendapatkan kedudukan yang demikian tinggi seperti itu?”, maka malaikat Jibril ‘Alaihis Salam datang membacakan wahyu Allah Surat Al-Qadr.
Sementara riwayat ketiga bersumber pada hadits berikut:
… أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ رَجُلًا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ حَتَّى يُصْبِحَ ثُمَّ يُجَاهِدُ الْعَدُوَّ حَتَّى يُمْسِيَ، فَعَلَ ذَلِكَ أَلْفَ شَهْرٍ فَعَجِبَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ ذَلِكَ فَأَنْزَلَ اللهُ تَعَالَى: {لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ}… رواه ابن ابي جرير وابن المنذر وابن أبى حاتم
Sesungguhnya Nabi SAW menceritakan di kalangan Bani Israil terdapat seorang laki-laki yang suka beribadah qiyamul lail hingga pagi tidak tidur, kemudian memerangi musuh hingga sore hari. Perbuatan ini dilakukan selama 1.000 bulan, sehingga membuat kagum kaum muslimin terhadap perjuangan orang tersebut. Lalu Allah menurunkan Surat Al Qadr.
Bagaimana dengan kita? Semoga pada tahun 2026 ini, Allah memberikan pertolongan berupa: kesehatan, kekuatan dan kemampuan sehingga dapat meraih Lailatul Qodar, “Amal ibadah yang lebih baik dari pada 1000 bulan”.
ٱمين، ٱمين، ٱمين يارب العالمين












