Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Merdeka

2022/10/29
in Nasehat
1
Ilustrasi: LINES.

Ilustrasi: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh: Faizunal A. Abdillah, Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan.

Saya tidak tahu apakah anda termasuk orang yang suka berkata ya atau sebaliknya. Dalam dunia korporasi, salah satu ketrampilan yang sangat penting adalah keberanian mengatakan tidak. Tanpa keberanian kepemimpinan seperti itu, maka organisasi mana pun akan mudah runtuh. Namun di dunia pertumbuhan jiwa lain lagi. Perhatikan interaksi di media-media sosial, di sana-sini hadir jiwa-jiwa yang suka melawan. Jangankan orang yang berpendidikan tinggi, berjabatan tinggi, berstatus sosial tinggi, bahkan manusia-manusia yang tidak punya ijazah pun sedikit-sedikit melawan dan mengatakan tidak. Ada anggapan bahwa ada banyak ketenangan dan kepuasan dengan cara melawan. Padahal, melalui cara yang serba melawan, jiwa di dalam setiap hari terbakar menyedihkan.

Bercermin dari sini, untuk kepentingan pertumbuhan jiwa, layak direnungkan untuk memperbanyak mengatakan ya dalam kehidupan sehari-hari. Ini penting, untuk menghadapi wajah-wajah tegang kehidupan yang hadir di mana-mana. Dan sebelum wajah-wajah ini berubah menjadi stres dan penyakit, mari belajar melenturkan otot-otot kejiwaan di dalam. Caranya, pilih sebuah hari yang indah. Ia bisa di hari libur, bisa di hari lahir, atau hari baik menurut keyakinan masing-masing. Kemudian, latih diri setekun-tekunnya dan setulus-tulusnya untuk mengatakan ya kepada apa saja yang terjadi di hari itu. Entah pasangan hidup yang mengeluh, anak-anak yang nakal, atasan yang banyak maunya, teman sekerja yang penuh kritik, jalanan yang macet, tontonan di televisi yang menjengkelkan, melihat sebagian pemimpin yang tidak punya rasa malu, belajar mendekap semua hal yang datang dengan senyuman plus kata ya. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:

مَا سُئِلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الإسْلامِ شَيْئًا إلا أعْطَاهُ.

“Tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diminta sesuatu –demi untuk masuk Islam- kecuali Rasulullah berikan.” (HR Muslim no 2312)
Jarir bin Abdillah berkata:

مَا رَآنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْذُ أَسلَمْتُ إِلَّا تَبَّسَم فِي وَجْهِي

“Rasulullah SAW tidak pernah melarangku untuk menemui beliau sejak aku masuk Islam, dan beliau tidak pernah memandang ku kecuali dalam keadaan tersenyum di hadapanku.“ (HR Bukhari dan Muslim).

Awalnya pasti ada yang melawan di dalam. Perlawanan dari dalam ini pun didekap dengan senyuman dan kata ya. Kalau tekun dan tulus melakukannya, energi perlawanan di dalam pun pelan perlahan akan melemah serta melambat. Terutama kalau tidak serakah memilih baik di atas buruk, memilih benar di atas salah, memilih senang di atas sedih. Semuanya dibiarkan mengalir tanpa penolakan, penuh penerimaan. Tidak mudah tentu saja. Namun siapa saja yang tekun melatih diri seperti ini, suatu hari akan berjumpa wajah-wajah jiwa yang semakin tenang, tentram dan bijaksana.

Bagi jiwa yang sudah melewati tingkatan ini sering dibagikan pesan; bertumbuh itu menyakitkan, berubah itu juga menyakitkan. Namun, tanpa pertumbuhan dan perubahan, maka jiwa akan mirip kayu bakar yang kering. Di satu sisi ia tidak menghasilkan dedaunan yang menyejukkan lingkungan, di lain sisi ia juga gagal memberikan bunga indah kehidupan. Ia hanya siap memberikan api membakar. Oleh karena itu, sesakit dan sesulit apa pun, mari alokasikan sekurang-sekurangnya sehari dalam seminggu untuk mengatakan ya pada kehidupan. Percayalah, ia akan menjadi akar-akar kokoh bagi pertumbuhan jiwa kemudian. Ringkasnya; berhenti menyalahkan orang, berhenti menyalahkan diri sendiri. Pada saat yang sama, belajar mengatakan ya pada apa saja dan siapa saja dibarengi dengan tersenyum penuh makna. Ini terapi murah meriah, sekaligus bisa membuat jiwa tumbuh jadi indah. Dan apa hubungannya dengan judul di atas? Seiring usia, saya ingin sekali menyampaikan bahwa dengan berani tersenyum dan banyak mengatakan ya itulah ciri-ciri jiwa yang sudah merdeka.

Comments 1

  1. Ahmad zainal abidin says:
    3 years ago

    Menurut saya pribadi dengan mengatakan “ya” dan tentunya dengan sikap yang santun insya Alloh kedepannya akan membuahkan sesuatu yang bermanfaat dan barokah untuk semua pihak

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on KUA Tanah Abang Dorong LDII Sinergi Dakwah yang Adaptif untuk Generasi Muda
  • Ipa on LDII Longikis Gotong Royong Bantu Pembuatan Pondasi Musala Polsek
  • RAHMAT WAHID on Silaturahim LDII-Polres Enrekang Dorong Peran Tokoh Agama Cegah Penyakit Sosial
  • Sudarmanto on LDII Biak Numfor Tegaskan Sinergi dengan Pemerintah dalam Musda VI
  • Laode salemudin on Seminar Entrepreneur LDII Makassar Tanamkan Jiwa Usaha Berlandaskan Nilai Keimanan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Riset Terkait Nasionalisme dan Dakwah LDII, Cendekiawan NU Silaturahim ke PW Muhammadiyah Sulbar

Riset Terkait Nasionalisme dan Dakwah LDII, Cendekiawan NU Silaturahim ke PW Muhammadiyah Sulbar

February 4, 2026
Kunjungi Pesantren Al-Risalah Polman, Cendekiawan NU Teliti Peran Dakwah LDII

Kunjungi Pesantren Al-Risalah Polman, Cendekiawan NU Teliti Peran Dakwah LDII

February 6, 2026
Komitmen Keharmoninsan Sosial, LDII Ampelgading Audiensi dengan Danramil

Komitmen Keharmoninsan Sosial, LDII Ampelgading Audiensi dengan Danramil

February 3, 2026
Dukung Program Pemerintah, PC LDII Pondok Gede Cetak Generasi Emas Melalui Tahfidzul Quran

Dukung Program Pemerintah, PC LDII Pondok Gede Cetak Generasi Emas Melalui Tahfidzul Quran

February 6, 2026
Riset Terkait Nasionalisme dan Dakwah LDII, Cendekiawan NU Silaturahim ke PW Muhammadiyah Sulbar

Riset Terkait Nasionalisme dan Dakwah LDII, Cendekiawan NU Silaturahim ke PW Muhammadiyah Sulbar

5
Komitmen Keharmoninsan Sosial, LDII Ampelgading Audiensi dengan Danramil

Komitmen Keharmoninsan Sosial, LDII Ampelgading Audiensi dengan Danramil

4
DPP LDII: Literasi Digital Menuntut Produksi Konten yang Berdampak Positif

DPP LDII: Literasi Digital Menuntut Produksi Konten yang Berdampak Positif

2
Soroti Pentingnya Kerukunan Umat, FKUB Berikan Pengarahan dalam Pengajian LDII Pasangkayu

Soroti Pentingnya Kerukunan Umat, FKUB Berikan Pengarahan dalam Pengajian LDII Pasangkayu

2
Ikhlas Hina

Ikhlas Hina

February 9, 2026
Ketua Umum LDII: Pers Harus Bebas dari Kepentingan Politik dan Framing Kekuasaan

Ketua Umum LDII: Pers Harus Bebas dari Kepentingan Politik dan Framing Kekuasaan

February 9, 2026
Riset Peran Dakwah dan Nasionalisme, LDII dan Cendekiawan NU Kunjungi STAIN Majene

Riset Peran Dakwah dan Nasionalisme, LDII dan Cendekiawan NU Kunjungi STAIN Majene

February 8, 2026
KUA Tanah Abang Dorong LDII Sinergi Dakwah yang Adaptif untuk Generasi Muda

KUA Tanah Abang Dorong LDII Sinergi Dakwah yang Adaptif untuk Generasi Muda

February 8, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Ikhlas Hina February 9, 2026
  • Ketua Umum LDII: Pers Harus Bebas dari Kepentingan Politik dan Framing Kekuasaan February 9, 2026
  • Riset Peran Dakwah dan Nasionalisme, LDII dan Cendekiawan NU Kunjungi STAIN Majene February 8, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.