Dalam tayangan Oase Hikmah LDII TV, Ust. Bagus Ari Sunanto menyampaikan nasihat mengenai pentingnya kesungguhan dalam mencari ampunan Allah dan meraih surga-Nya.
Ia menjelaskan bahwa dalam kehidupan ini kita sering mendengar ungkapan, tidak ada hasil tanpa usaha. Ungkapan tersebut juga berlaku dalam kehidupan beragama. Untuk memperoleh surga Allah, tentu diperlukan usaha yang sungguh-sungguh.
Allah SWT telah memberikan petunjuk dalam Al Quran mengenai bagaimana seorang hamba harus bersungguh-sungguh meraih ampunan dan surga-Nya. Hal itu sebagaimana firman Allah dalam Surat Ali ‘Imran ayat 133:
۞ وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah memerintahkan manusia untuk bersegera dalam mencari ampunan-Nya dan meraih surga yang telah disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
Selain itu, Rasulullah saw. juga mengingatkan umatnya melalui sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi (No. 2575) dan juga diriwayatkan oleh Imam Ad-Darimi (no. 2848) dari sahabat Abu Hurairah RA:
مَا رَأَيْتُ مِثْلَ النَّارِ نَامَ هَارِبُهَا ، وَلَا مِثْلَ الْجَنَّةِ نَامَ طَالِبُهَا
“Aku tidak pernah melihat sesuatu yang (mengerikan) seperti neraka, tetapi orang yang (mengaku) lari darinya justru tertidur. Dan aku tidak pernah melihat sesuatu yang (indah) seperti surga, tetapi orang yang (mengaku) mencarinya justru tertidur.”
Hadis tersebut menjelaskan bahwa tidak pantas seseorang yang takut terhadap siksa neraka justru bermalas-malasan dalam beribadah dan tidak berusaha menjauhi kemaksiatan. Demikian pula seseorang yang berharap masuk surga tidak seharusnya bersikap lalai dan menunda-nunda amal ibadah.
Bagus Ari Sunanto menegaskan, dua dalil tersebut memberikan pelajaran penting bahwa usaha meraih surga Allah harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Seorang mukmin tidak boleh menunda kebaikan, tetapi harus bersemangat untuk melakukan fastabiqul khairat, yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan.
Hal ini juga ditegaskan dalam Al Quran pada Surat Al-Isra’ ayat 21:
انظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ وَلَلْآخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجَاتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلًا
“Perhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dalam rezeki dan keberuntungan di dunia. Dan pasti kehidupan akhirat memiliki derajat yang lebih tinggi dan keutamaan yang lebih besar.”
Ayat tersebut mengingatkan bahwa kehidupan akhirat memiliki derajat dan keutamaan yang jauh lebih besar dibandingkan kehidupan dunia. Oleh karena itu, jika manusia di dunia berlomba-lomba mencari kedudukan dan derajat yang tinggi, maka seharusnya manusia juga berlomba-lomba meraih derajat yang tinggi di surga.
Sebagai bentuk harapan dan doa kepada Allah SWT, umat Islam juga dianjurkan untuk memohon keridaan dan surga-Nya, serta berlindung dari murka dan siksa neraka. Doa tersebut sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ
“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon keridaan-Mu dan surga, serta berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka.”
Melalui nasihat tersebut, Bagus Ari Sunanto mengajak umat Islam untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan memperbanyak amal saleh, meningkatkan ketakwaan, serta bersegera dalam melakukan kebaikan. Dengan demikian, diharapkan setiap muslim dapat meraih ampunan Allah SWT dan memperoleh tempat yang mulia di surga-Nya. (inggri)












