Salatiga (22/1). Pemuda LDII Kota Salatiga menggelar Pengajian Akhir Tahun bertajuk Pengajian Akhir Tahun Kompak & Berkualitas (PETA KOMPAS ) pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung sebagai bagian dari agenda nasional LDII yang digelar serentak di berbagai daerah.
Ketua panitia, M Sapta Nahwa Ajwa, mengatakan pengemasan pengajian dengan pendekatan kreatif menjadi strategi agar dakwah lebih dekat dengan dunia pemuda. Menurutnya, metode interaktif membantu peserta lebih terbuka menerima materi keagamaan tanpa merasa digurui. “Kami ingin pengajian ini terasa relevan dengan keseharian pemuda, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai luhur yang diajarkan LDII,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menguatkan 29 Karakter Luhur LDII, terutama rukun, kompak, kerja sama, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut diharapkan tertanam melalui praktik langsung selama kegiatan berlangsung, bukan hanya melalui penjelasan teoritis.
Ketua DPD LDII Kota Salatiga, Siswarsono, mengapresiasi pelaksanaan Pengajian Akhir Tahun PETA KOMPAS yang digagas Pemuda LDII Salatiga, sebagai bentuk pembinaan generasi muda yang kontekstual dan terarah. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan keseriusan LDII dalam mengawal pemuda agar memiliki ruang positif saat momentum pergantian tahun.
Siswarsono menilai pengajian akhir tahun bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi pembinaan jangka panjang. Ia menyebut, pemuda perlu diarahkan pada aktivitas yang membangun pola pikir, akhlak, serta kebiasaan hidup yang sehat, “Melalui kegiatan seperti ini, LDII berupaya menghadirkan alternatif yang relevan dengan dunia anak muda tanpa meninggalkan nilai keislaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Siswarsono menekankan pentingnya kekompakan dan ukhuwah di kalangan pemuda LDII. “Kegiatan ini memperkuat jejaring pertemanan yang sehat, saling mendukung, serta mendorong tumbuhnya rasa tanggung jawab kolektif di lingkungan organisasi maupun masyarakat,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Siswarsono mendorong agar pola pembinaan seperti PETA KOMPAS terus dikembangkan secara berkelanjutan. “Kami berharap Pemuda LDII Salatiga dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengemas kegiatan keagamaan yang edukatif, inklusif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tutupnya.











