Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Peringatan Hari Gizi Nasional, LDII Tekankan Keluarga Jadi Kunci Sukses Indonesia Emas 2045

2026/01/25
in Nasional
0
Foto Ilustrasi: Unsplash/Alyson McPhee.

Foto Ilustrasi: Unsplash/Alyson McPhee.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (25/1). Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 Januari menjadi pengingat bahwa gizi bukan sekadar tentang jenis makanan, tetapi fondasi pembangunan manusia Indonesia. Hal itu diungkapkan Ketua DPP LDII Koordinator Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) Siti Nurannisaa.

Peringatan hari gizi tahun ini mengangkat tema Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045. “Tema ini menegaskan bahwa kualitas generasi masa depan ditentukan oleh kebiasaan dan kesadaran gizi yang dibangun sejak dini, terutama di dalam keluarga, sebagai pendidik pertama dan utama,” ujarnya.

Menurutnya, gizi optimal tidak hanya berarti cukup makan, tetapi mampu mengambil keputusan yang menyehatkan secara berkelanjutan baik secara fisik, emosional, maupun sosial. “Karena itu, hari gizi perlu dimaknai sebagai momentum perubahan cara pandang, dari sekadar kampanye menu menjadi penguatan literasi gizi di rumah,” tandas Nisa sapaan akrabnya.

Ia berpendapat peran utama dalam pemenuhan gizi ada pada keluarga sebagai lingkungan pertama dan paling berpengaruh. Orang tua berperan bukan hanya menyediakan makanan, tetapi membangun kebiasaan, suasana, dan contoh nyata tentang pola makan yang sadar dan seimbang, “Bagi generasi muda, gizi berperan penting dalam membentuk daya pikir dan konsentrasi, ketahanan fisik dan tubuh sebagai kesiapan menghadapi tantangan masa depan,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, keluarga perlu memiliki kesadaran kritis terhadap arus informasi dan komersialisasi makanan untuk mendapatkan informasi yang tepat. “Gizi yang baik lahir dari keputusan sadar, bukan sekadar mengikuti tren,” pungkasnya.

Nisa berharap, momentum peringatan Hari Gizi Naional tidak berhenti sebagai peringatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membangun kesadaran gizi berbasis keluarga. Langkah konkret yang dapat dilakukan antara lain: menjadikan rumah sebagai pusat pendidikan gizi, membiasakan makan bersama dan makan dengan penuh kesadaran.

Selain itu, memperkenalkan dan menghidupkan kembali pangan lokal yang bergizi, membangun literasi gizi agar keluarga tidak mudah terjebak klaim “sehat” yang keliru. “Dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten, Generasi Emas 2045 diharapkan tumbuh tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga tangguh, kritis, dan berakar pada nilai serta budaya bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Pertamina, Balikpapan, Kalimantan Timur, Martin Ayuningtyas Wulandari menambahkan, gizi optimal yang dimaksud adalah nutrisi yang optimal, sesuai dengan standar gizi, yang disesuaikan dengan kondisi baik itu masalah sosial, ekonomi, maupun budaya, “Memenuhi kaidah standar gizi yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan juga termasuk budaya setempat. Optimal di sini juga dimaksudkan semaksimal yang dapat dipenuhi,” ujarnya.

Martin mengatakan kurang pengetahuan terhadap gizi seringkali menganggap bahwa gizi yang baik itu mahal dan sulit dijangkau. Hal itu terkait budaya maupun tren makan masyarakat. “Orang sekarang suka makanan instans, siap saji dan makan dengan terburu-buru yang tentunya berdampak kurang baik bagi kesehatan,” ujarnya.

Ia menyarankan makanan gizi seimbang yang bisa diterapkan sehari-hari adalah makanan natural, lokal dan diolah dengan aman. “Pilihlah makanan yang tersedia di alam, yang ada di sekitar kita, diolah dengan teknik yang sederhana, tidak terlalu lama prosesnya, dan dimakan secukupnya, tidak kekurangan juga tidak berlebihan,” ajaknya.

Kemenkes telah memberikan panduan dalam bentuk ISI PIRINGKU. Menurut Martin, ini bisa dijadikan acuan. Ia menjelaskan, ada 2 jenis ISI PIRINGKU. Pertigaan, dimana 1/3 piring untuk sumber karbohidrat contohnya nasi, jagung, ubi, sagu, dll. 1/3 untuk sayur, 1/3 sisanya dibagi 2 lagi sebagian (1/6 piring) untuk lauk dan sebagiannya lagi (1/6 piring) untuk buah.

Piring T, ½ piring atas untuk buah dan sayur dengan 2/3 nya untuk sayur, 1/3 nya untuk buah. ½ piring yang bawah dibagi dua secara seimbang untuk sumber karbohidrat dan protein. “Panduan ini bukan untuk sekali makan saja. Namun juga dalam sehari, misalkan saat makan nasi hanya makan nasi sayur lauk, maka buah bisa dijadikan makanan selingan,” jelasnya.

Untuk mewujudkan gizi seimbang, Martin berpesan untuk mengajarkan tentang apa yang dimakan dan cara makan sedini mungkin. Berikan ASI eksklusif 6 bulan, saat MPASI berikan dari bahan pangan alami, segar dan lokal (tidak makanan instan) dengan ASI tetap dilanjutkan sampai dua tahun atau lebih. “Karena ini akan membentuk karekter makan yang baik setelahnya bahkan sampai dewasa kelak,” tutupnya.

Tags: Hari GiziIndonesia Emas 2045keluargaPembangunan Manusia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Sudibyo on Hadiri Pengajian Akbar LDII Kepri, Gubernur Ansar Ahmad Ajak Siapkan Diri Sambut Ramadan
  • Otnay Abd faiz on Singgih Tri Sulistiyono: Sejarah Hidup dan Budaya Maritim Harus Jadi Fondasi Identitas Bangsa
  • Sudarmanto Totok on Kunjungi DPP LDII, Stafsus Kemenko PMK Dorong Penguatan Inklusivitas dan Sinergi Kebangsaan
  • Otnay Abd faiz on LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113
  • Angka DH on Siskohat Kunci Akurasi Data Penyelenggaraan Haji
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Itjen Kemenhaj: Tak Ada Ruang Bagi Pelaku Pelecehan Seksual Haji 2026

Itjen Kemenhaj: Tak Ada Ruang Bagi Pelaku Pelecehan Seksual Haji 2026

January 17, 2026
LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

January 21, 2026
LDII Tegaskan Dukung Situasi Kamtibmas Kondusif Usai Sertijab Kapolres Salatiga

LDII Tegaskan Dukung Situasi Kamtibmas Kondusif Usai Sertijab Kapolres Salatiga

January 18, 2026
Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF

Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF

January 23, 2026
Hadiri Pengajian Akbar LDII Kepri, Gubernur Ansar Ahmad Ajak Siapkan Diri Sambut Ramadan

Hadiri Pengajian Akbar LDII Kepri, Gubernur Ansar Ahmad Ajak Siapkan Diri Sambut Ramadan

4
LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib

LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib

31
Selaraskan Visi, DPD LDII Tabanan Susun Program Kerja Organisasi

Selaraskan Visi, DPD LDII Tabanan Susun Program Kerja Organisasi

3
Direktur Pendidikan Pontren Kemenag RI Tinjau Pelaksanaan Imtihan Wathani PDF Ponpes Minhaajurrasyidin

Direktur Pendidikan Pontren Kemenag RI Tinjau Pelaksanaan Imtihan Wathani PDF Ponpes Minhaajurrasyidin

3
Peringatan Hari Gizi Nasional, LDII Tekankan Keluarga Jadi Kunci Sukses Indonesia Emas 2045

Peringatan Hari Gizi Nasional, LDII Tekankan Keluarga Jadi Kunci Sukses Indonesia Emas 2045

January 25, 2026
Wamenhaj Dahnil Anzar Ajak Peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2025 Fun Walk 7,5K

Wamenhaj Dahnil Anzar Ajak Peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2025 Fun Walk 7,5K

January 24, 2026
Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

January 24, 2026
Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF

Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF

January 23, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Peringatan Hari Gizi Nasional, LDII Tekankan Keluarga Jadi Kunci Sukses Indonesia Emas 2045 January 25, 2026
  • Wamenhaj Dahnil Anzar Ajak Peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2025 Fun Walk 7,5K January 24, 2026
  • Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan” January 23, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.