Bandung (21/2). DPD LDII Kabupaten Bandung menggelar Pelatihan Jurnalistik Dasar yang diikuti 35 pemuda perwakilan Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Bandung. Kegiatan berlangsung di Sekretariat DPD LDII Kabupaten Bandung, Baleendah, pada Minggu (15/2/2026).
Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam merespons arus informasi digital yang semakin masif, khususnya di media sosial. Fokus pelatihan meliputi penguatan keterampilan menulis berita, literasi digital, serta etika bermedia sosial.
Peserta dibekali materi dasar jurnalistik, mulai dari penerapan rumus 5W+1H, teknik penyusunan judul yang efektif, verifikasi data, hingga pemahaman kode etik jurnalistik. Materi disampaikan secara aplikatif agar mudah diterapkan dalam peliputan kegiatan organisasi.
Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung Didin Suyadi menegaskan bahwa kemampuan jurnalistik merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi muda di era digital, “Generasi muda harus mampu menjadi produsen informasi yang benar, akurat, dan bertanggung jawab, bukan sekadar menjadi konsumen konten,” ujarnya.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti praktik langsung penulisan berita kegiatan secara singkat dan terstruktur. Metode ini bertujuan menumbuhkan sense of news serta meningkatkan kemampuan menyajikan informasi yang layak publikasi.
Anggota Bagian Komunikasi Informasi dan Media (KIM) DPD LDII Kabupaten Bandung Ade Setiadi Truna menyampaikan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pembentukan komunikator organisasi di tingkat PC dan PAC, “Alhamdulillah, kini sudah terbentuk komunikator organisasi di setiap PC dan PAC LDII Kabupaten Bandung. Setidaknya ada satu kader yang berperan sebagai penulis berita,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan komunikator di tiap wilayah akan mempercepat arus informasi kegiatan organisasi sekaligus menjaga akurasi dan kualitas pemberitaan. Pelatihan ini juga menekankan pentingnya strategi dakwah di dunia digital dengan pendekatan komunikasi yang adaptif terhadap karakter generasi muda dan dinamika platform digital.
Melalui peningkatan kapasitas tersebut, kader muda LDII diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi positif, memperkuat literasi digital, serta menangkal hoaks dan disinformasi yang marak beredar.

