Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Program SMA Dual Track: Solusi Jalan Tengah Antara Ingin Kuliah atau Bekerja

2026/04/03
in Opini
0
Ilustrasi Program Dual Track.

Ilustrasi Program Dual Track.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Thonang Effendi*

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2025, jumlah pengangguran terbuka lulusan SLTA umum (SMA) mencapai 2.203.563 orang dari total 7.461.507 pengangguran terbuka di Indonesia. Kelompok ini menjadi yang terbesar dengan kontribusi sekitar 30 persen lebih. Pada saat yang sama, laporan BPS tahun 2025 menunjukkan bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi baru mencapai 32,89 persen. Artinya, hanya sekitar 33 dari 100 penduduk usia kuliah yang melanjutkan pendidikan tinggi, sementara sisanya tidak.

Data lain juga menunjukkan bahwa pendidikan menengah atas menjadi jenjang paling umum yang diselesaikan masyarakat Indonesia. Kelompok dengan persentase terbesar adalah penduduk yang menamatkan SMA/SMK sederajat, yakni sebesar 31,25 persen. Fakta ini menyiratkan satu persoalan penting: lulusan SMA masih sangat besar jumlahnya, tetapi tidak semuanya memiliki akses untuk melanjutkan kuliah. Di sisi lain, lulusan SMA juga sering kali belum memiliki keterampilan kerja praktis seperti lulusan SMK.

Akibatnya, banyak lulusan SMA terjebak pada situasi “serba tanggung”: ingin kuliah tetapi terbentur biaya atau seleksi masuk, ingin bekerja tetapi tidak memiliki bekal keterampilan yang cukup. Dalam konteks inilah, program SMA dual track menjadi salah satu solusi yang patut dipertimbangkan sebagai jalan tengah.

SMA Rasa Vokasi

Program Dual Track SMA merupakan inisiatif strategis untuk membekali siswa SMA dengan keterampilan vokasional dan kewirausahaan. Program ini dirancang agar siswa SMA tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat digunakan untuk bekerja atau berwirausaha ketika tidak melanjutkan pendidikan tinggi.

Pelaksanaannya umumnya berbentuk pelatihan keterampilan yang dikemas sebagai kegiatan tambahan atau ekstrakurikuler wajib, serta didukung oleh kerja sama dengan lembaga vokasi seperti perguruan tinggi, Balai Latihan Kerja (BLK), dunia industri, atau Dinas Pendidikan setempat.

Kehadiran program ini menjawab keresahan banyak pihak tentang masa depan lulusan SMA yang tidak melanjutkan kuliah. Mereka perlu memiliki keterampilan spesifik sebagai “bekal kemandirian” agar mampu masuk ke dunia kerja atau menciptakan pekerjaan secara mandiri.

Dalam praktiknya, siswa mendapatkan pelatihan keterampilan terstandar seperti tata boga, tata rias, desain grafis, fotografi, otomotif, multimedia, dan bidang lain yang relevan dengan kebutuhan pasar. Tidak hanya keterampilan teknis, siswa juga dibekali jiwa kewirausahaan melalui Kelompok Usaha Siswa (KUS) atau program kewirausahaan sekolah. Bahkan produk yang dihasilkan siswa dapat dipasarkan melalui bazar UMKM maupun platform digital.

Setelah menyelesaikan program, siswa memperoleh sertifikat kompetensi dari lembaga mitra seperti BLK atau perguruan tinggi. Sertifikat ini menjadi nilai tambah ketika mereka melamar pekerjaan, sekaligus menjadi modal kepercayaan diri untuk merintis usaha kecil.

Dual Track dari Gadingmangu

Salah satu contoh implementasi dual track yang menarik dapat dilihat pada SMA Budi Utomo Gadingmangu, Jombang. Sekolah ini mengembangkan program unggulan yang menggabungkan pembelajaran reguler SMA dengan pelatihan keterampilan praktis untuk membekali siswa siap kerja atau berwirausaha.

Terdapat tujuh kompetensi keahlian yang dikembangkan, antara lain tata boga, tata rias, desain grafis, konten marketing, las listrik, teknik pendingin/AC, dan komputer Office. Program ini dijalankan dengan pendekatan kurikulum terintegrasi, sehingga pelatihan keterampilan benar-benar diarahkan pada skill aplikatif yang relevan dengan dunia kerja.

Selain itu, sekolah juga membangun kemitraan dengan dunia industri sebagai jembatan bagi lulusan. Dengan demikian, siswa tidak hanya dilatih, tetapi juga dipersiapkan untuk memiliki peluang kerja nyata setelah lulus.

Menurut penuturan Kepala Sekolah SMA Budi Utomo, Heboh Handono Pribadi Luhur mitra industri program dual track SMA Budi Utomo Gadingmangu meliputi berbagai pihak. Untuk bidang Las Listrik, sekolah bermitra dengan Kampuh Welder Surabaya, BLK Kabupaten Jombang, serta BLKK Luhur Nurhasan. Untuk bidang Teknik Pendingin/AC, sekolah bekerja sama dengan PT Ariston Thermo Indonesia dan PT Gree Electric Appliances Indonesia. Bidang IT dan Digital Office bermitra dengan LIBMI Education Center. Untuk bidang Tata Boga, sekolah didukung oleh Bogasari Baking Center Kediri, PT Indobake Mitra Perkasa Surabaya, serta LPK Al Fatah Jombang. Sedangkan untuk tata rias, sekolah menjalin kerja sama dengan Wardah Beauty Cosmetics dan LPK Elina.

Untuk memperkuat hasil pembelajaran, sekolah secara rutin mengadakan pameran karya siswa dalam bentuk Dual Track Exhibition. Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi keterampilan sekaligus membangun kepercayaan diri siswa. Sekolah juga menyediakan program pendukung lain seperti Budi Utomo Football Academy (BUFA) dan kelas internasional, yang menunjukkan bahwa pendidikan SMA dapat dikembangkan secara lebih adaptif sesuai kebutuhan zaman.

Praktik seperti ini membuktikan bahwa SMA tidak harus selalu identik dengan jalur akademik murni. SMA juga dapat menjadi ruang penguatan keterampilan tanpa kehilangan identitas akademiknya.

Jalan Tengah, Bukan Pengganti SMK

Perlu dipahami, program dual track di SMA bukanlah upaya menggantikan SMK. Justru program ini menjadi jalan tengah bagi siswa SMA yang masih bimbang antara ingin kuliah atau bekerja.

SMK sejak awal memang dirancang untuk jalur keahlian profesional tertentu, dengan porsi praktik yang lebih mendalam, fasilitas yang lebih spesifik, dan orientasi langsung ke dunia kerja. Karena itu, bagi siswa yang sudah yakin ingin menekuni bidang keterampilan sejak awal, SMK tetap menjadi pilihan terbaik.

Namun realitasnya, tidak semua siswa memilih SMA karena ingin kuliah. Banyak yang memilih SMA karena faktor lingkungan, keterbatasan ekonomi, lokasi sekolah, atau belum memiliki kejelasan minat dan bakat sejak awal. Bahkan sebagian siswa memilih SMA karena di daerahnya tidak tersedia SMK dengan jurusan yang sesuai.

Di sinilah SMA dual track memiliki peran strategis. Program ini memungkinkan siswa tetap mendapatkan materi akademik SMA secara penuh sebagai bekal untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Tetapi pada saat yang sama, siswa juga mendapatkan pelatihan keterampilan praktis yang bisa digunakan untuk bekerja jika rencana kuliah tertunda atau tidak tercapai.

Dengan kata lain, dual track memberikan dua pintu masa depan: ijazah SMA untuk jalur akademik, serta sertifikat kompetensi untuk jalur kerja. Ini adalah solusi realistis untuk menjawab kebutuhan pendidikan yang lebih fleksibel.

Program ini juga dapat menjadi bentuk pemerataan akses keterampilan, terutama bagi daerah-daerah yang belum memiliki SMK memadai. SMA yang ada dapat bertransformasi menjadi sekolah yang lebih produktif tanpa harus mengubah statusnya menjadi SMK.

Refleksi untuk Orang Tua dan Siswa

Pada akhirnya, memilih sekolah bagi anak tidak bisa hanya berdasarkan tren atau gengsi. Orang tua perlu menyeimbangkan banyak faktor: minat dan bakat anak, visi-misi sekolah, lingkungan pendidikan, jarak, hingga kemampuan finansial keluarga. Yang tak kalah penting, anak harus dilibatkan dalam diskusi agar mereka merasa nyaman, siap, dan ikhlas menjalani proses belajar.

Masa depan anak tidak selalu harus dimenangkan dengan satu jalur. Ada yang sukses melalui perguruan tinggi, ada pula yang sukses melalui keterampilan dan kewirausahaan. Yang terpenting adalah memastikan anak memiliki kompetensi nyata dan karakter kuat untuk bertahan dalam kehidupan.

Maka pertanyaannya bukan lagi apakah harus memilih SMA atau SMK. Pertanyaan yang lebih relevan adalah: bagaimana memastikan setiap anak memiliki peluang masa depan yang lebih luas.

Jika anak ingin memilih SMA tetapi tetap membutuhkan keterampilan kerja sebagai bekal, maka Program Dual Track SMA dapat menjadi solusi jalan tengah yang realistis. SMA rasa vokasi, tanpa kehilangan orientasi akademik. Sebuah inovasi pendidikan yang patut diperluas demi menekan pengangguran dan menyiapkan generasi muda yang lebih mandiri.

*) Thonang Effendi adalah Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII

Tags: Ingin Kuliah atau BekerjaOpini ThonangProgram SMA Dual TrackThonang LDII

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Supardo on LDII Siapkan Munas X, Ketua Umum Ajak Pengurus Serap Aspirasi Lewat Silaturahim Idul Fitri
  • Supardo on Momentum Syawal, LDII Lampung Silaturahim dengan MUI dan NU
  • Supardo on Gubernur Bali Bersihkan Pantai Bersama Warga, LDII Kerahkan Generasi Muda
  • Supardo on Silaturahim dengan Wartawan, LDII Magelang Sampaikan Komitmen Pembinaan Generasi Muda
  • Supardo on Perkuat Toleransi, Tokoh Katolik Silaturahim dengan Ketua LDII Kebumen
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Wujud Tiga Dekade Toleransi, Warga LDII Depok Kondusif Salat Idul Fitri di Halaman Gereja

Wujud Tiga Dekade Toleransi, Warga LDII Depok Kondusif Salat Idul Fitri di Halaman Gereja

March 31, 2026
Pengurus Ponpes Wali Barokah Silaturahim Idul Fitri dengan Ketua Umum MUI Pusat

Pengurus Ponpes Wali Barokah Silaturahim Idul Fitri dengan Ketua Umum MUI Pusat

March 30, 2026
Perkuat Toleransi, Tokoh Katolik Silaturahim dengan Ketua LDII Kebumen

Perkuat Toleransi, Tokoh Katolik Silaturahim dengan Ketua LDII Kebumen

March 29, 2026
Manfaatkan Momentum Idul Fitri, LDII Luwu Gelar Silaturahim Bertema Touring Halal Bi Halal

Manfaatkan Momentum Idul Fitri, LDII Luwu Gelar Silaturahim Bertema Touring Halal Bi Halal

March 31, 2026
Wujud Tiga Dekade Toleransi, Warga LDII Depok Kondusif Salat Idul Fitri di Halaman Gereja

Wujud Tiga Dekade Toleransi, Warga LDII Depok Kondusif Salat Idul Fitri di Halaman Gereja

11
Pengurus Ponpes Wali Barokah Silaturahim Idul Fitri dengan Ketua Umum MUI Pusat

Pengurus Ponpes Wali Barokah Silaturahim Idul Fitri dengan Ketua Umum MUI Pusat

10
solat eid wali barokah

Pesan Moral Salat Idul Fitri dari Ponpes Wali Barokah: Tekunkan Ibadah dan Perkuat Ukhuwah

4
ldii ntb

Pengurus LDII Hadiri Open House Gubernur NTB Perkuat Silaturahim

4
Program SMA Dual Track: Solusi Jalan Tengah Antara Ingin Kuliah atau Bekerja

Program SMA Dual Track: Solusi Jalan Tengah Antara Ingin Kuliah atau Bekerja

April 3, 2026
LDII Bontang Jadikan Bulan Syawal Momentum Perkuat Sinergi dengan Tokoh dan Pemerintah

LDII Bontang Jadikan Bulan Syawal Momentum Perkuat Sinergi dengan Tokoh dan Pemerintah

April 3, 2026
Dukung Pembangunan Daerah, LDII Bungo Silaturahim dengan Bupati dan Wakil Bupati

Dukung Pembangunan Daerah, LDII Bungo Silaturahim dengan Bupati dan Wakil Bupati

April 3, 2026
Jelang Munas X, LDII Cilegon Silaturrahim dengan Wali Kota Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Jelang Munas X, LDII Cilegon Silaturrahim dengan Wali Kota Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

April 3, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Program SMA Dual Track: Solusi Jalan Tengah Antara Ingin Kuliah atau Bekerja April 3, 2026
  • LDII Bontang Jadikan Bulan Syawal Momentum Perkuat Sinergi dengan Tokoh dan Pemerintah April 3, 2026
  • Dukung Pembangunan Daerah, LDII Bungo Silaturahim dengan Bupati dan Wakil Bupati April 3, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.