Bogor (4/2). DPD LDII Kota Bekasi menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 pada 31 Januari–1 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ole Hotel & Resort, Sentul, dan dihadiri jajaran Pengurus Harian serta Dewan Penasihat DPD LDII Kota Bekasi.
Rakerda ini menjadi forum strategis untuk menyusun dan menetapkan program kerja DPD LDII Kota Bekasi tahun 2026. Salah satu fokus utama pembahasan adalah penguatan kerja sama dengan perangkat daerah Pemerintah Kota Bekasi.
Ketua DPD LDII Kota Bekasi Ary Widjanarko menjelaskan, melalui Rakerda ini pihaknya membahas berbagai peluang sinergi program dengan pemerintah daerah, “Dalam penyusunan program kerja, kami membahas kerja sama dengan perangkat daerah Kota Bekasi, termasuk program-program yang dapat dilaksanakan secara bersama-sama,” ujarnya.
Selain itu, Rakerda juga menetapkan sejumlah program prioritas melalui penguatan konsolidasi internal organisasi, mulai dari tingkat DPD hingga PC dan PAC, “Konsolidasi internal menjadi penting agar seluruh pengurus tetap kompak, rukun, dan dapat bekerja sama dengan baik. Dengan begitu, program-program yang telah berjalan pada tahun 2025 dapat dilanjutkan dan ditingkatkan pada tahun 2026,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ary menyampaikan bahwa ke depan jajaran pengurus DPD LDII Kota Bekasi akan melakukan koordinasi langsung dengan dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Selain itu, LDII juga akan memperkuat sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya.
“Harapannya, melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, MUI, dan ormas lainnya, semakin banyak program yang dapat disinergikan sehingga memberikan manfaat bagi umat Islam dan masyarakat Kota Bekasi,” ungkapnya.
Melalui Rakerda ini, DPD LDII Kota Bekasi berharap seluruh program kerja yang telah dirumuskan dapat dilaksanakan secara optimal, berkelanjutan, serta selaras dengan visi LDII dalam mewujudkan masyarakat yang berakhlakul karimah dan mandiri.








