Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Headlines

Rakornas LDII Komitmen Tegakkan Nilai-Nilai Kebangsaan di Tengah Perubahan Global

2025/08/24
in Headlines, Nasional
1
Rakornas III LDII di Grand Ballroom Minhaajurrosyidin. Foto: LINES.

Rakornas III LDII di Grand Ballroom Minhaajurrosyidin. Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (24/8). DPP LDII menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada 22-24 Agustus 2025 di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta. Rakornas tersebut menghasilkan keputusan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah dunia yang makin multipolar.

“Geopolitik dan geoekonomi yang makin multipolar harus disikapi dengan pilihan politik bangsa Indonesia. Sejak Republik ini berdiri, Indonesia menerapkan prinsip bebas aktif. Kami mendukung upaya-upaya pemerintah yang aktif mengupayakan perdamaian dunia dan perbaikan kesenjangan ekonomi global dalam berbagai forum-forum internasional,” tegas Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso.

Rakornas tersebut sekaligus menjadi ajang DPP LDII untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, dalam sesi Sekolah Virtual Kebangsaan (SVK). Perhelatan itu menghadirkan narasumber Pemerhati Politik Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak, Kepala Lemhannas TB. Ace Hasan Syadzily, Jamintel Reda Manthovani, dan Guru Besar Ilmu Sejarah Singgih Tri Sulistiyono.

Dahnil pada kesempatan itu mengingatkan mengenai tantangan terhadap kedaulatan negara, yang tidak hanya datang dari aspek militer, tetapi juga dari aspek non-militer. Menurutnya, ancaman kedaulatan pangan bisa berbentuk krisis pangan, energi, dan air bersih. Kesemuanya itu disebut sebagai faktor krusial yang bisa melemahkan bangsa. “Pertahanan bukan cuma soal tank dan senjata. Kalau kita kalah di pangan, energi, dan teknologi, kita bisa kalah tanpa perang,” ujarnya.

Ia juga memaparkan, negara-negara maju telah mempersiapkan diri untuk krisis pangan dan energi. Ia mengutip survei internasional, survei ekonomi dari The Economist pada 2018, yang memprediksi Amerika Serikat dan Eropa menjadi kawasan paling siap menghadapi krisis pangan 2035, “Amerika Serikat menguasai cadangan minyak di Timur Tengah, dan mereka menimbun cadangan minyak di negeri mereka dengan tidak menambangnya,” tutur Dahnil.

Senada dengan Dahnil, Kepala Lemhannas TB. Ace Hasan Syadzily, mengatakan pentingnya Indonesia memiliki kemandirian pangan, energi, dan industri nasional, “Indonesia sangat beruntung karena kaya sumber daya alam dan memiliki bonus demografi. Namun tantangannya adalah bagaimana mengelola potensi tersebut agar mandiri, tidak hanya menjadi pasar bagi negara lain,” ungkapnya.

Ketahanan nasional, kata Ace, tidak sekadar soal militer, tetapi mencakup delapan aspek: ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, demografi, geografi, kekayaan alam, dan pertahanan keamanan. Ia mengingatkan agar Pancasila terus diperkuat, politik dijalankan dengan bersih, ekonomi dikembangkan secara mandiri, serta masyarakat diberi literasi digital untuk menangkal disinformasi.

Ace juga memaparkan berbagai konflik regional yang berdampak signifikan pada stabilitas global. Konflik Rusia-Ukraina telah mengganggu rantai pasok dunia, sementara konflik Israel-Palestina masih menyisakan masalah relokasi warga Gaza dan kekerasan di Tepi Barat. Ia juga menyinggung pernyataan Presiden Prabowo yang menyatakan Indonesia siap mengakui Israel jika Palestina terlebih dahulu diakui oleh Israel. Selain itu, ketegangan Iran-Israel juga memicu peningkatan harga minyak dunia dan risiko inflasi global.

Menurut Ace, dunia saat ini sedang menggerakkan tatanan global baru atau polisentris, di mana tidak ada lagi satu hegemoni tunggal yang mendominasi. Faktor-faktor seperti hard power, soft power, opini publik digital, algoritma media sosial, budaya populer, hingga peran institusi pendidikan menjadi penentu utama dinamika global.

Pembicara lain, Singgih Tri Sulistiyono mengingatkan mengenai erosi kedaulatan negara, berupa pasar bebas dan neoliberalisme. Krisis moneter 1997-1998, yang memaksa kita terikat utang luar negeri dengan syarat mengurangi subsidi, memicu gejala ketidakpercayaan rakyat terhadap negara, padahal negara adalah fondasi yang harus dirawat.

“Tantangan kedua adalah fragmentasi identitas. Perkembangan teknologi digital dan informasi tanpa filter memungkinkan masuknya konten yang dapat memecah belah persatuan. Isu-isu yang menyulut perbedaan dapat dengan mudah disebarkan untuk kepentingan tertentu,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan tantangan lain yang harus dihadapi adalah disonansi negara dan rakyat. Terjadi ketidakselarasan antara harapan rakyat dengan realitas kebijakan negara, “Indonesia saat ini sedang menghadapi krisis kebangsaan, yang memicu pemikiran the end of the national state. Ketidakpercayaan terhadap negara bisa mengancam keberlanjutan NKRI,” tegasnya.

Singgih menjelaskan untuk mewujudkan kebangkitan nasional 2.0, Pancasila memiliki peran strategis sebagai kompas ideologis yang mampu menentukan arah bangsa ke masa depan. Harapannya Pancasila tidak hanya sekadar simbol, tetapi harus menjadi landasan untuk Kebangkitan Nasional 2.0. Kebangkitan nasional ini yang mampu merawat eksistensi Republik Indonesia.

Tags: GeoekonomiGeopolitikKebangsaanPerubahan GlobalRakornasRakornas LDIISekolah Virtual Kebangsaan

Comments 1

  1. Pri Adhi Joko Purnomo says:
    6 months ago

    Alhamdulillah…
    LDII berkontribusi dalam persatuan dan kesatuan bangsa..

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 12
  • Dedi Century Kenya on Renungan Hari 11
  • Supadno Darmo on Ponpes Wali Barokah Gelar Rakor Matangkan Program Santunan Duafa
  • Gathot Wardoyo on Ada Peran Kepamongan di Balik 5 Sukses Ramadan Santri
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 10
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Taufik Abdul Karim, Pelari yang Menang Tanpa Melihat

Taufik Abdul Karim, Pelari yang Menang Tanpa Melihat

February 24, 2026
Ketum MUI Pusat Terima Kunjungan Silaturahim Ponpes Wali Barokah dan LDII Kota Kediri

Ketum MUI Pusat Terima Kunjungan Silaturahim Ponpes Wali Barokah dan LDII Kota Kediri

February 23, 2026
LDII Temon Siapkan Pembangunan Kamar Tamu Antisipasi Ramainya Bandara YIA

LDII Temon Siapkan Pembangunan Kamar Tamu Antisipasi Ramainya Bandara YIA

February 24, 2026
Warga LDII Dalangan Berpartisipasi dengan Warga dalam Pembuatan Jalan

Warga LDII Dalangan Berpartisipasi dengan Warga dalam Pembuatan Jalan

February 24, 2026
Renungan Hari 8

Renungan Hari 8

3
Perkuat Akhlakul Karimah, Ribuan Generus Ikuti Pengajian Akbar Pemuda LDII Kediri

Perkuat Akhlakul Karimah, Ribuan Generus Ikuti Pengajian Akbar Pemuda LDII Kediri

3
Ada Peran Kepamongan di Balik 5 Sukses Ramadan Santri

Ada Peran Kepamongan di Balik 5 Sukses Ramadan Santri

2
Renungan Hari 9

Renungan Hari 9

2
Renungan Hari 12

Renungan Hari 12

March 2, 2026
Situasi Timur Tengah Kian Panas, Kemenhaj Imbau Penundaan Keberangkatan Umrah

Situasi Timur Tengah Kian Panas, Kemenhaj Imbau Penundaan Keberangkatan Umrah

March 1, 2026
Generasi Muda LDII Kutim Sambut Ramadan 1447H dengan Tahfidzul Quran

Generasi Muda LDII Kutim Sambut Ramadan 1447H dengan Tahfidzul Quran

March 1, 2026
LDII Tabanan Ajak Pemuda Bagi Ratusan Takjil Ramadan

LDII Tabanan Ajak Pemuda Bagi Ratusan Takjil Ramadan

March 1, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 12 March 2, 2026
  • Situasi Timur Tengah Kian Panas, Kemenhaj Imbau Penundaan Keberangkatan Umrah March 1, 2026
  • Generasi Muda LDII Kutim Sambut Ramadan 1447H dengan Tahfidzul Quran March 1, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.