Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Refleksi Awal Januari 2026: Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI

2026/01/07
in Opini
0
Ilustrasi sore yang syahdu di Jakarta 1946.

Ilustrasi sore yang syahdu di Jakarta 1946.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Thonang Effendi*

Sore yang syahdu di Jakarta, 3 Januari 1946. Saat matahari bersiap tenggelam di ufuk barat, rombongan pemimpin bangsa bergerak memasuki gerbong kereta di Stasiun Manggarai. Dengan pengawalan pasukan khusus, perjalanan rahasia selama sekitar 15 jam dimulai menuju Stasiun Tugu Yogyakarta. Republik Indonesia yang belum genap setahun berdiri sedang memasuki fase penentuan dalam mempertahankan kedaulatan.

80 tahun lalu, sejak 4 Januari 1946 hingga 27 Desember 1949, Yogyakarta berstatus sebagai Ibu Kota Republik Indonesia. Selama hampir empat tahun, roda pemerintahan dijalankan dari Kota Gudeg. Pada 28 Desember 1949, Presiden Soekarno kembali ke Jakarta menggunakan pesawat Dakota Garuda Indonesia Airways. Melalui mandat Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Pasal 46, Jakarta kembali ditetapkan sebagai pusat pemerintahan Republik Indonesia.

Pemindahan ibu kota dilakukan karena Jakarta tidak lagi aman setelah H.J. van Mook mengaktifkan kembali administrasi kolonial. Dalam situasi genting tersebut, tawaran Sultan Hamengku Buwono IX untuk menjadikan Yogyakarta sebagai pusat pemerintahan, datang sehari sebelum perjalanan rahasia itu. Presiden Soekarno kemudian menanggapi dengan keputusan cepat dan strategis. Langkah ini menjadi upaya menyelamatkan keberlangsungan kedaulatan dan kemerdekaan Republik Indonesia.

Yogyakarta tidak sekadar menjadi ibu kota sementara, melainkan simbol harapan dan perlawanan. Ketulusan Sultan Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII, didukung sepenuhnya oleh rakyat Yogyakarta, menjadi energi besar bagi Republik yang masih muda. Kota ini menyediakan Gedung Agung sebagai Istana Kepresidenan, sekaligus dukungan akomodasi dan logistik bagi para pejabat negara beserta keluarganya. Pengorbanan materi dan tenaga menjadi bagian dari harga yang harus dibayar demi mempertahankan kedaulatan bangsa.

Peran Yogyakarta dalam sejarah perjuangan kemerdekaan menunjukkan keberhasilan mempertahankan Republik tidak lahir dari perjuangan individu semata, melainkan dari kerja sama yang kokoh antara pemimpin dan rakyat. Di sinilah nilai sejarah itu menemukan relevansinya bagi pembelajaran karakter hari ini.

Dari sepenggal sejarah tersebut, banyak karakter luhur yang dapat dipetik. Nilai-nilai ini selaras dengan 29 karakter luhur yang dikembangkan oleh LDII, khususnya karakter rukun, kompak, dan kerja sama yang baik. Selain itu, semangat dalam empat roda berputar, terutama sikap membantu yang lemah dan saling menguatkan, tercermin jelas dalam peristiwa Yogyakarta sebagai ibu kota perjuangan.

Di tengah hiruk pikuk perkembangan dunia digital saat ini, refleksi sejarah tetap relevan bagi generasi muda. Presiden Soekarno pernah mengingatkan bangsa ini melalui pesan, Jas merah—jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.” Pesan ini menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan pijakan untuk membangun masa depan yang lebih kokoh.

“Tiyos, Tindak, Tatag”—siap, bertindak, dan tangguh—menjadi semangat Yogyakarta yang terus hidup hingga kini. Yogyakarta tetap istimewa bukan hanya karena statusnya, tetapi karena nilai-nilai tersebut terus diwariskan dan dipraktikkan. 80 tahun telah berlalu, namun pelajarannya tetap relevan: keberanian, persatuan, dan kerja sama yang baik adalah kunci menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada akhirnya, semangat Yogyakarta turut mengobarkan semangat di seluruh penjuru negeri tercinta, Indonesia. Sebuah pertanyaan sederhana patut kita renungkan bersama: bagian sejarah manakah dari Indonesia yang masih kita ingat? Dan karakter luhur mana dari 29 karakter luhur yang sudah mampu kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari?

*) Thonang Effendi adalah Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII

Tags: Bekerja Sama yang BaikIbu kotaPerjuangan RIRefleksi Awal 2026Sejarah Yogyakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Amiril Juaini on Lemhannas Ingatkan Ketahanan Nasional Tanggung Jawab Seluruh Elemen Bangsa
  • Amiril Juaini on Lemhannas Ingatkan Ketahanan Nasional Tanggung Jawab Seluruh Elemen Bangsa
  • Nanang Naswito on Munas X LDII Bahas Geopolitik Sekaligus Jadi Etalase Kemandirian Generasi Penerus
  • AngkaDH on Kemenag Apresiasi Pengajian Tuli dan Program Eco-Pesantren LDII
  • sahrudin udin on Aktris Ida Royani dan Ben Kasyafani Apresiasi Kurban Warga LDII yang Mampu Gerakkan Ekonomi 500-an Miliar Rupiah
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Habib Ubaidillah Minta Peserta Munas X LDII Tunjukkan Budi Pekerti Luhur

Habib Ubaidillah Minta Peserta Munas X LDII Tunjukkan Budi Pekerti Luhur

April 7, 2026
GenFest Munas X LDII Hadirkan Eka Yulianto, Angkat Perjalanan Menuju Mental Juara

GenFest Munas X LDII Hadirkan Eka Yulianto, Angkat Perjalanan Menuju Mental Juara

April 7, 2026
Wujud Tiga Dekade Toleransi, Warga LDII Depok Kondusif Salat Idul Fitri di Halaman Gereja

Wujud Tiga Dekade Toleransi, Warga LDII Depok Kondusif Salat Idul Fitri di Halaman Gereja

April 7, 2026
Menteri Haji Ajak LDII Jadi Jembatan Kebijakan Pemerintah dengan Masyarakat

Menteri Haji Ajak LDII Jadi Jembatan Kebijakan Pemerintah dengan Masyarakat

April 7, 2026
GenFest Munas X LDII Hadirkan Eka Yulianto, Angkat Perjalanan Menuju Mental Juara

GenFest Munas X LDII Hadirkan Eka Yulianto, Angkat Perjalanan Menuju Mental Juara

5
Mahasiswa LDII Ini Raih Juara Inovasi Plastik Daur Ulang

Mahasiswa LDII Ini Raih Juara Inovasi Plastik Daur Ulang

3
Munas X LDII Bahas Penguatan Kebangsaan Serta Respons atas Krisis Global

Munas X LDII Bahas Penguatan Kebangsaan Serta Respons atas Krisis Global

3
Ponpes Wali Barokah Gelar Silaturahim Pengurus dan Guru

Ponpes Wali Barokah Gelar Silaturahim Pengurus dan Guru

3
Kemenko PMK: Pengabaian AI Bisa Membuat Ormas Tertinggal

Kemenko PMK: Pengabaian AI Bisa Membuat Ormas Tertinggal

April 9, 2026
Kyai Said Aqil Siradj Dorong LDII Perkuat SDM Tangguh Hadapi Ketidakpastian Global

Kyai Said Aqil Siradj Dorong LDII Perkuat SDM Tangguh Hadapi Ketidakpastian Global

April 9, 2026
Bapanas: Kedaulatan dan Kemandirian Pangan sebagai Pondasi Ketahanan Pangan

Bapanas: Kedaulatan dan Kemandirian Pangan sebagai Pondasi Ketahanan Pangan

April 9, 2026
Gubernur Lemhannas Dorong Generasi Muda LDII Siap Hadapi Ketidakpastian Global

Gubernur Lemhannas Dorong Generasi Muda LDII Siap Hadapi Ketidakpastian Global

April 9, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Kemenko PMK: Pengabaian AI Bisa Membuat Ormas Tertinggal April 9, 2026
  • Kyai Said Aqil Siradj Dorong LDII Perkuat SDM Tangguh Hadapi Ketidakpastian Global April 9, 2026
  • Bapanas: Kedaulatan dan Kemandirian Pangan sebagai Pondasi Ketahanan Pangan April 9, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.