Majene (8/2). Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, Prof Wasilah menerima silaturahim cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU), Ahmad Ali MD. Silaturahim tersebut dilaksanakan bersama jajaran pengurus DPD LDII Majene pada Senin (2/2/2026).
Wasilah menyambut positif kunjungan yang menjadi bagian riset penulisan buku Ahmad Ali MD berjudul “Nasionalisme dan Peran Dakwah LDII di Indonesia”. Ia menilai LDII sebagai mitra strategis dalam penguatan dakwah moderat dan wawasan kebangsaan.
“Kami mengenal LDII sebagai lembaga dakwah yang aktif membina umat dan berkontribusi bagi kehidupan sosial kemasyarakatan. STAIN Majene sangat terbuka untuk berkolaborasi, terutama dalam program-program yang memperkuat moderasi beragama dan kecintaan terhadap tanah air,” ujarnya.
Dalam diskusi akademik, Ahmad Ali MD menegaskan bahwa nasionalisme dan dakwah bukan dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan, “Dakwah yang sehat adalah dakwah yang menumbuhkan cinta tanah air, menjaga persatuan, dan memperkuat etika sosial. Praktik dakwah LDII menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman dapat berjalan seiring dengan semangat kebangsaan dan komitmen terhadap NKRI,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara ormas Islam dan perguruan tinggi untuk melahirkan narasi keislaman yang mencerahkan, ilmiah, serta mampu menjadi penyangga ideologi bangsa di tengah tantangan global dan arus radikalisme.
Silaturahim dihadiri Ketua DPD LDII Polewali Mandar, Saifuddin didampingi Anggota Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII Dwi Pramono.
Ketua DPD LDII Polman, Saifuddin berharap sinergi dengan STAIN Majene dapat melahirkan kegiatan akademik dan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat karakter kebangsaan generasi muda.
Mengakhiri silaturahim, diserahkan buku “Nilai-Nilai Kebajikan dalam Jamaah LDII”, kalender, dan Majalah Nuansa sebagai simbol silaturahim, komitmen kebersamaan, serta tekad bersama membangun dakwah yang berakar pada nilai keislaman dan kebangsaan.











