Mamuju (4/2). Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) Ahmad Ali silaturahim dengan Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulawesi Barat. Silaturahim tersebut berkaitan dengan riset tentang LDII berlangsung di Muhammadiyah Boarding School (MBS) At Tanwir Mamuju, Sulawesi Barat, pada Kamis (29/1/2026).
Ahmad Ali turut didampingi Ketua DPW LDII Sulawesi Barat Rianto, Ketua DPD LDII Mamuju Bambang Cahyadi serta Anggota Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII Dwi Pramono, “Kami berkunjung ke PW Muhammadiyah ini selain untuk menjalin silaturahim, juga sebagai bagian dari riset terkait nasionalisme serta peran dakwah LDII menurut pandangan Muhammadiyah, khususnya di Sulawesi Barat,” ujar Ahmad Ali.
Riset lapangan ini bagian dari penulisan bukunya berjudul “Nasionalisme dan Peran Dakwah LDII di Indonesia”. Ketua PW Muhammdiyah Sulbar KH Wahyun Mawardi menyambut positif pertemuan ini. Ia mengungkapkan LDII adalah ormas yang cukup lama di Sulbar. “LDII merupakan organisasi kemasyarakatan telah diakui oleh MUI. Selain itu, LDII juga aktif menghadiri berbagai kegiatan yang diselenggarakan di tingkat provinsi,” ungkapnya.
KH Wahyun Mawardi menambahkan, warga LDII selama ini dikenal sebagai pribadi yang baik, santun, serta aktif berkontribusi positif di lingkungan masyarakat. “Salah satu pekerja bangunan di kampus milik kami merupakan warga LDII. Dalam pekerjaannya, ia sangat baik dan profesional, bahkan tidak perlu diawasi,” ujar Mawardi.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Sulbar, Rianto, mengatakan LDII senantiasa berperan aktif dalam menghadiri berbagai kegiatan di tingkat provinsi. “LDII berkomitmen dalam memperkuat tali silaturahim serta menjalin sinergi yang baik dengan sesama organisasi kemasyarakatan,” ujarnya.
Pertemuan diakhiri dengan penyerahan buku “Nilai-Nilai Kebajikan dalam Jamaah LDII”, kalender, serta Majalah Nuansa sebagai bentuk silaturahim dan penguatan kerja sama. Diharapkan melalui kunjungan ini, LDII dan Muhammadiyah dapat semakin mempererat hubungan serta menjalin sinergi dalam upaya membangun dan memberdayakan umat.









