Banjarmasin (13/3). DPW LDII Kalimantan Selatan menggelar buka puasa bersama di Resto Lima Rasa, yang dihadiri belasan wartawan dari berbagai media. Acara yang digelar pada Sabtu (7/3/2026) itu menjadi momen silaturrahim dan penguatan sinergi antara ormas dan media.
Menjelang waktu berbuka, para pengurus LDII dan wartawan berbincang santai dan menyampaikan informasi kegiatan organisasi mendatang maupun perkembangan isu di masyarakat. Ketua DPW LDII Kalimantan Selatan, Dedi Supriatna mengatakan, media berperan penting menyampaikan informasi yang edukatif dan konstruktif kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan silaturrahim ini kami berharap hubungan baik antara LDII dan insan pers dapat terus terjalin. Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan berbagai kegiatan dan kontribusi organisasi kepada masyarakat secara luas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa komunikasi yang baik antara organisasi kemasyarakatan dan media sangat diperlukan agar informasi yang beredar di masyarakat dapat memberikan dampak positif serta mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan.
Sementara itu, Sekretaris DPW LDII Kalimantan Selatan, Budiono menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini juga menjadi sarana memperkenalkan berbagai program LDII yang sedang berjalan di daerah. “Kami ingin menjalin komunikasi yang lebih dekat dengan rekan-rekan media. Dengan adanya pertemuan seperti ini, kami dapat menyampaikan berbagai program organisasi, mulai dari pembinaan generasi muda, kegiatan dakwah, hingga pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, LDII Kalsel juga memaparkan program ketahanan pangan melalui pengembangan komoditas sorgum. Menurut Dedi, pengembangan tanaman sorgum menjadi upaya memanfaatkan potensi lahan yang ada. “Pengembangan sorgum dengan pemanfaatan lahan kurang produktif sehingga tetap berdaya. Selain dapat menjadi sumber pangan alternatif, tanaman ini juga memiliki potensi ekonomi yang baik bagi masyarakat,” katanya.
Program pengembangan sorgum tersebut dikembangkan warga LDII di Kabupaten Tanah Laut dengan memanfaatkan lahan marjinal untuk pertanian. Sorgum dinilai unggul karena mampu tumbuh di lahan kering, mudah dibudidayakan, serta memiliki kandungan gizi yang baik sehingga berpotensi menjadi sumber pangan alternatif.
Inovasi budidaya sorgum yang dikembangkan warga LDII di Kalimantan Selatan bahkan mendapat perhatian pemerintah setempat dan menjadi best practice pengembangan pangan alternatif. Budidaya sorgum nantinya akan dipresentasikan pada Musyawarah Nasional (Munas) X LDII 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang di Jakarta. Forum yang menjadi agenda penting organisasi dalam merumuskan arah kebijakan serta program kerja LDII ke depan.
LDII Kalimantan Selatan juga berharap terus bersinergi dengan media sehingga berbagai kegiatan dan kontribusi organisasi di masyarakat dapat diketahui secara luas melalui pemberitaan yang informatif dan berimbang.












