Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Temu Pemuda, LDII Bahas Pencegahan Radikalisme

2016/02/09
in Nasional
0
hidayat nahwi rasul
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Makassar (8/2). Pemuda LDII Kota Makassar menyelenggarakan temu pemuda di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (8/2/2016).

Perhelatan itu mengambil tema “Pengembangan SDM yang Profesional, Religius, Mandiri, dan Bermartabat”, yang dihadiri Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Hidayat Nahwi Rasul. Turut hadir pula Ketua DPD LDII Makassar Renreng Tjolli dan jajaran pengurus LDII Kota Makassar.

Menurut Hidayat Nahwi Rasul, banyaknya pemuda yang terjebak dalam radikalisme disebabkan tiga faktor. “Pertama, kurangnya pengetahuan tentang ideologi kebangsaan. Di saat miskin pemahaman agama, maka doktrin radikal mudah masuk,” kata Hidayat.

Kedua, lanjut Hidayat, penyebab radikalisme adalah kesenjangan ekonomi. “Dengan iming-iming gaji Rp 90 juta banyak pemuda menjadi teroris. Kebanyakan teroris usia 20-30 tahun,” kata Hidayat.

Ketiga, kata Hidayat, pelecut radikalisme adalah ketidaktahuan tentang banyak hal di sekitar mereka. Karena itu, kata Hidayat, untuk mencegah radikalisme di kalangan generasi muda, LDII memperkuat sisi ideologi kebangsaan. “Selanjutnya, LDII mendorong pemuda agar profesional religius,” kata Hidayat dihadapan 630 peserta.

Kemudian, LDII mendorong kemandirian ekonomi. “Sehingga tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang mengarah pada terorisme dan radikalisme,” kata Hidayat.

Lebih lanjut, Hidayat mengungkapkan, di era globalisasi, persaingan antar bangsa semakin meningkat. “Globalisasi akan melahirkan budaya pop, hedonisme, dan benturan nilai. Globalisasi juga akan mencairkan budaya tradisi. Yang bisa melawan globalisasi hanyalah militansi. Jika tidak memiliki militansi, kita akan kehilangan karakter atau jati diri sebagai bangsa,” ujar Hidayat yang juga Ketua DPP LDII ini.  

Pihaknya menambahkan, pada 2020, Indonesia akan mengalami bonus demografi. “Indonesia akan memperoleh angkatan muda yang besar,” kata Hidayat.

Karena itu, kata Hidayat, tanpa pembinaan, tingginya angka pemuda tersebut malah akan menjadi beban demografi. “Karena itu, pemuda harus militan. Kalau pemuda tidak militan, negara ini bisa dijual kepada asing,” ujar Hidayat.

Selanjutnya, kata Hidayat, militansi harus diarahkan. “Ada tiga militansi generasi muda LDII. Militansi dalam mencari ilmu, militansi dalam berakhlakul karimah, dan militansi dalam kemandirian,” kata Hidayat.

Hidayat mencontohkan, militansi dalam mencari ilmu diwujudkan dalam kesemangatan dalam mencari ilmu Alquran dan Alhadis. “Militansi dalam berakhlakul karimah dibuktikan dengan menolak budaya pop dan budaya alay yang melanda generasi muda. Termasuk menjauhi seks bebas dan pornografi,” ujar Hidayat.

ldii sulsel

Militansi dalam kemandirian, kata Hidayat, diwujudkan dengan mengembangkan bakat sesuai minat, menempuh studi dalam waktu yang tepat, menjadi pemuda yang bekerja keras, dan menjadi entrepreneur yang produktif.

Sementara itu, ketua panitia Wirya Surachmat mengatakan, temu pemuda ini diselenggarakan untuk menumbuhkan SDM yang profesional religius, mandiri, dan bermartabat. “Sehingga anak bangsa tidak hanya menguasai ilmu agama dan berakhlakul karimah. Tetapi juga profesional dibidangnya masing-masing,” kata Wirya.

Intelektualitas dan spiritual, kata Wirya, harus berjalan seirama. “Disamping menanamkan pola dasar kecerdasan intelektual, kita juga tanamkan kecerdasan spiritual, sehingga bisa mendukung program revolusi mental Presiden Joko Widodo,” kata Wirya. (*)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.