Manokwari (10/1). Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Johni Edizon Isir menggelar tatap muka bersama para tokoh lintas agama. Kegiatan tersebut untuk memperkuat kerukunan umat beragama dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Papua Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston Niu, Manokwari, pada Selasa (30/12) itu juga dihadiri LDII Papua Barat. Pertemuan itu bertema “Bersinergi Mewujudkan Asta Cita untuk Pembangunan Papua Barat dan Semangat Toleransi Bersama Tokoh Lintas Agama guna Menciptakan Harkamtibmas di Wilayah Papua Barat”.
Sejumlah tokoh agama dan unsur masyarakat hadir, termasuk 20 pengurus DPW LDII Papua Barat. Dalam sambutannya, Irjen Johni mengapresiasi peran aktif para tokoh agama dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif. Ia menyebutkan, dengan keterbatasan jumlah personel Polda Papua Barat yang baru terpenuhi sekitar 53 persen, sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh agama menjadi sangat penting.
“Dengan keterbatasan personel serta sarana dan prasarana, Polda Papua Barat tidak mungkin bekerja sendiri. Kolaborasi dan sinergi dengan para tokoh agama merupakan kunci utama dalam menjaga situasi yang aman dan damai,” ujar Johni.
Ia juga menegaskan para pemuka agama berperan strategis sebagai pilar moral dan etika di tengah masyarakat. Selain itu, Johni juga memaparkan berbagai tantangan di era perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan dampak negatif media sosial, seperti perundungan, paparan kekerasan, serta potensi radikalisme yang menyasar generasi muda.
“Oleh karena itu, diperlukan peran bersama para tokoh agama dan pendidik untuk meningkatkan pengawasan serta pembinaan kepada anak-anak dan remaja agar tidak terpengaruh hal-hal negatif,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Barat, Pendeta Piethein Maniani, yang membuka acara itu mengatakan, Indeks Kerukunan Umat Beragama di Papua Barat pernah berada di posisi puncak nasional pada 2019. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemerintah dan para tokoh agama.
Piethein menambahkan, kerukunan umat beragama menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. “Stabilitas dan kerukunan umat beragama merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Papua Barat,” ujar Pendeta Piethein.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Papua Barat, Suroto, yang hadir bersama sejumlah pengurus, turut mengapresiasi capaian Papua Barat, yang selama ini selalu berada di jajaran atas dalam indeks kerukunan umat beragama. Ia menilai hal tersebut mencerminkan kuatnya kesadaran beragama dan toleransi sebagai warisan luhur bangsa.
“Nilai-nilai toleransi itu nyata terlihat, terutama saat perayaan hari besar keagamaan. Warga bersama TNI dan Polri bahu-membahu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkap Suroto.
Menutup kegiatan saat itu, seluruh peserta mengikuti pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Damai, yang menjadi simbol mewujudkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah Polda Papua Barat. Deklarasi tersebut dibacakan perwakilan tokoh agama masing-masing yang hadir. (inggri)










