Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Turunnya Wahyu Pertama Kepada Nabi Muhammad

2015/10/29
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Catatan: Gambar di atas adalah gambar Gua Hiro

 

Melanjutkan artikel sebelumnya tentang cara turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad, pada artikel ini akan disajikan hadits tentang turunnya wahyu yang pertama kali kepada Nabi Muhammad. Sebagian besar dari kita mungkin sudah banyak tahu isi hadits ini.

Hadits di bawah ini diambil dari Shohih Bukhori, Kitab Permulaan Wahyu, Bab Permulaan Wahyu. Penulisannya dipenggal-penggal dan diberi arti dengan agak bebas agar memudahkan pengertian.

 

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أَنَّهَا قَالَتْ

 

{isnad) … dari Aisyah, ibunya orang-orang iman, dia berkata:

 

أَوَّلُ مَا بُدِئَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْوَحْيِ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ فِي النَّوْمِ فَكَانَ لَا يَرَى رُؤْيَا إِلَّا جَاءَتْ مِثْلَ فَلَقِ الصُّبْحِ

 

Awalnya wahyu yang datang kepada Nabi Muhammad adalah mimpi-mimpi yang nyata, bukan hanya bunga tidur. Mimpi itu terlihat seperti cahaya subuh.

 

ثُمَّ حُبِّبَ إِلَيْهِ الْخَلَاءُ وَكَانَ يَخْلُو بِغَارِ حِرَاءٍ فَيَتَحَنَّثُ فِيهِ وَهُوَ التَّعَبُّدُ اللَّيَالِيَ ذَوَاتِ الْعَدَدِ قَبْلَ أَنْ يَنْزِعَ إِلَى أَهْلِهِ وَيَتَزَوَّدُ لِذَلِكَ ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى خَدِيجَةَ فَيَتَزَوَّدُ لِمِثْلِهَا

 

Kemudian beliau diberikan rasa untuk suka menyendiri. Beliau memilih Gua Hiro sebagai tempat untuk bisa beribadah, khususnya di malam hari. Biasanya beliau menyendiri di Gua Hiro selama beberapa hari. Untuk keperluan tersebut, Khodijah (istri beliau) mempersiapkan bekal. Jika bekal sudah habis, beliau kembali ke rumah. Begitu seterusnya.

 

حَتَّى جَاءَهُ الْحَقُّ وَهُوَ فِي غَارِ حِرَاءٍفَجَاءَهُ الْمَلَكُ فَقَالَ اقْرَأْ قَالَ مَا أَنَا بِقَارِئٍ قَالَ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدَ ثُمَّ أَرْسَلَنِي فَقَالَ اقْرَأْ قُلْتُ مَا أَنَا بِقَارِئٍ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي الثَّانِيَةَ حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدَ ثُمَّ أَرْسَلَنِي فَقَالَ اقْرَأْ فَقُلْتُ مَا أَنَا بِقَارِئٍ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي الثَّالِثَةَ ثُمَّ أَرْسَلَنِي فَقَالَ { اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ }

 

Sampai suatu ketika di Gua Hiro, datanglah saat itu, yaitu pertama kalinya wahyu diturunkan. Seorang malaikat (yaitu malaikat Jibril) datang dan berkata: “Bacalah”.

Beliau bersabda: “Aku tidak bisa membaca”

Nabi Muhammad kemudian berkata: Maka Jibril memegang dan memelukku dengan sangat kuat, kemudian melepaskanku dan berkata lagi: “Bacalah”

Beliau bersabda: “Aku tidak bisa membaca”

Maka Jibril memegang dan memelukku dengan sangat kuat, kemudian melepaskanku dan berkata lagi: “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu Maha Mulia”. (Surat Al-Alaq ayat 1-3).

 

فَرَجَعَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْجُفُ فُؤَادُهُ فَدَخَلَ عَلَى خَدِيجَةَ بِنْتِ خُوَيْلِدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فَقَالَ زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي فَزَمَّلُوهُ حَتَّى ذَهَبَ عَنْهُ الرَّوْعُ فَقَالَ لِخَدِيجَةَ وَأَخْبَرَهَا الْخَبَرَ لَقَدْ خَشِيتُ عَلَى نَفْسِي فَقَالَتْ خَدِيجَةُ كَلَّا وَاللَّهِ مَا يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ وَتَحْمِلُ الْكَلَّ وَتَكْسِبُ الْمَعْدُومَ وَتَقْرِي الضَّيْفَ وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ

 

Kemudian beliau kembali ke rumah, dan setelah sampai di rumah meminta Khodijah menyelimutinya. “Selimuti aku, selimuti aku”.

Lalu beliau diselimuti oleh Khodijah hingga hilang rasa takutnya.

Kemudian beliau menceritakan kejadian di gua Hiro dan berkata pada Khodijah: “Aku khawatir akan kejadian itu”.

Khodijah menjawab: “Demi Alloh, Alloh tidak akan mencelakakanmu. Engkau telah banyak melakukan perbuatan baik.”

 

فَانْطَلَقَتْ بِهِ خَدِيجَةُ حَتَّى أَتَتْ بِهِ وَرَقَةَ بْنَ نَوْفَلِ بْنِ أَسَدِ بْنِ عَبْدِ الْعُزَّى ابْنَ عَمِّ خَدِيجَةَ وَكَانَ امْرَأً قَدْ تَنَصَّرَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَكَانَ يَكْتُبُ الْكِتَابَ الْعِبْرَانِيَّ فَيَكْتُبُ مِنْ الْإِنْجِيلِ بِالْعِبْرَانِيَّةِ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكْتُبَ وَكَانَ شَيْخًا كَبِيرًا قَدْ عَمِيَ

 

Agar suaminya lebih tenang, Khodijah membawanya kepada Waroqoh bin Naufal. Waroqoh adalah sepupu Khodijah, seorang Nasroni yang masih berpegang teguh pada kitab Injil yang asli. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta.

 

فَقَالَتْ لَهُ خَدِيجَةُ يَا ابْنَ عَمِّ اسْمَعْ مِنْ ابْنِ أَخِيكَ فَقَالَ لَهُ وَرَقَةُ يَا ابْنَ أَخِي مَاذَا تَرَى فَأَخْبَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَبَرَ مَا رَأَى فَقَالَ لَهُ وَرَقَةُ هَذَا النَّامُوسُ الَّذِي نَزَّلَ اللَّهُ عَلَى مُوسَى يَا لَيْتَنِي فِيهَا جَذَعًا لَيْتَنِي أَكُونُ حَيًّا إِذْ يُخْرِجُكَ قَوْمُكَ

 

Khodijah: “Sepupuku, dengarkanlah apa yang terjadi pada suamiku ini”

Waroqoh: “Apakah yang terjadi padamu, wahai Muhammad?”

Maka Rosululloh pun menjelaskan apa yang telah terjadi.

Waroqoh: “Yang datang kepadamu itu adalah Namus (Jibril), seperti yang diturunkan Alloh kepada Nabi Musa. Nanti kami akan diusir oleh kaummu. Semoga aku masih hidup jika telah tiba saat tersebut”

 

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَمُخْرِجِيَّ هُمْ قَالَ نَعَمْ لَمْ يَأْتِ رَجُلٌ قَطُّ بِمِثْلِ مَا جِئْتَ بِهِ إِلَّا عُودِيَ وَإِنْ يُدْرِكْنِي يَوْمُكَ أَنْصُرْكَ نَصْرًا مُؤَزَّرًا ثُمَّ لَمْ يَنْشَبْ وَرَقَةُ أَنْ تُوُفِّيَ وَفَتَرَ الْوَحْيُ

 

Nabi: “Apakah aku akan diusir oleh mereka?”

Waroqoh: “Ya. Tidak ada seorangpun yang datang dengan membawa seperti ini (agama) kecuali akan disakiti / dimusuhi. Seandainya aku masih ada pada saat itu, maka aku akan menolongmu sekuatku.”

Waroqoh tidak mengalami peristiwa itu, karena meninggal pada saat kekosongan wahyu.

 

قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَأَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيَّ قَالَ وَهُوَ يُحَدِّثُ عَنْ فَتْرَةِ الْوَحْيِ فَقَالَ فِي حَدِيثِهِ بَيْنَا أَنَا أَمْشِي إِذْ سَمِعْتُ صَوْتًا مِنْ السَّمَاءِ فَرَفَعْتُ بَصَرِي فَإِذَا الْمَلَكُ الَّذِي جَاءَنِي بِحِرَاءٍ جَالِسٌ عَلَى كُرْسِيٍّ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

 

(isnad) …. Jabir bin Abdulloh Al-Anshori berkata tentang kekosongan wahyu.

Catatan penulis: Yang dimaksud kekosongan wahyu di sini adalah bahwa ada jeda waktu yang sangat lama setelah wahyu yang diturunkan di Gua Hiro sampai dengan cerita selanjutnya di bawah ini.

Kemudian Nabi bercerita kembali: Pada suatu hari, saat aku sedang berjalan, aku mendengar suara dari langit. Aku memandang ke arah sumber suara itu, ternyata dia adalah malaikat yang pernah datang kepadaku di Gua Hiro dalam wujud aslinya, duduk di kursi yang memenuhi antar langit dan bumi.

 

فَرُعِبْتُ مِنْهُ فَرَجَعْتُ فَقُلْتُ زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى { يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِرْ إِلَى قَوْلِهِ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ } فَحَمِيَ الْوَحْيُ وَتَتَابَعَ تَابَعَهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ وَأَبُو صَالِحٍ وَتَابَعَهُ هِلَالُ بْنُ رَدَّادٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ وَقَالَ يُونُسُ وَمَعْمَرٌ بَوَادِرُهُ

 

Maka aku pun takut dan bergegas pulang. Di rumah, aku berkata pada Khodijah: . “Selimuti aku, selimuti aku”. Saat sedang berselimut itulah, Alloh menurunkan wahyu: “Wahai orang yang berselimut”, sampai firman Alloh “dan tinggalkanlah menyembah berhala “.(QS Al-Muddattsir ayat 1-5)

Sejak saat itu wahyu turun berturut-turut.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Ringga on Ikhlas Hina
  • Sudarmanto on Menyiapkan Diri Meraih Kesuksesan Hakiki di Bulan Ramadan
  • Fin on Renungan Hari 2
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 2
  • Sumijan on Gelar Asrama Kitabul Khutbah, LDII NTT Siapkan Dai Profesional
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penentuan Awal Bulan Hijriyah

Penentuan Awal Bulan Hijriyah

February 16, 2026
Rapimnas 2026, DPP LDII Siapkan Munas dan Selaraskan Proker dengan Asta Cita

Rapimnas 2026, DPP LDII Siapkan Munas dan Selaraskan Proker dengan Asta Cita

February 16, 2026
Sampah Tak Seharusnya Jadi Jejak Acara

Sampah Tak Seharusnya Jadi Jejak Acara

February 17, 2026
Masjid Rumah

Masjid Rumah

February 16, 2026
Rapimnas 2026, DPP LDII Siapkan Munas dan Selaraskan Proker dengan Asta Cita

Rapimnas 2026, DPP LDII Siapkan Munas dan Selaraskan Proker dengan Asta Cita

13
LDII Rancaekek Wetan Hadiri dan Dukung Roadshow Kaderisasi Ulama MUI

LDII Rancaekek Wetan Hadiri dan Dukung Roadshow Kaderisasi Ulama MUI

4
DPP LDII Helat Rapimnas untuk Persiapkan Munas X 2026

DPP LDII Helat Rapimnas untuk Persiapkan Munas X 2026

3
LDII Agam Perkuat Ekonomi Syariah Bersinergi dengan BSI

LDII Agam Perkuat Ekonomi Syariah Bersinergi dengan BSI

3
BBMKG Wilayah I Medan dan LDII Sumut Helat Pelatihan Rukyatul Hilal

BBMKG Wilayah I Medan dan LDII Sumut Helat Pelatihan Rukyatul Hilal

February 21, 2026
Kapolres Silaturahim dengan LDII untuk Tingkatkan Kamtibmas Waykanan

Kapolres Silaturahim dengan LDII untuk Tingkatkan Kamtibmas Waykanan

February 21, 2026
Renungan Hari 3

Renungan Hari 3

February 21, 2026
LDII Semarang Temui Wali Kota, Perkuat Sinergi Program

LDII Semarang Temui Wali Kota, Perkuat Sinergi Program

February 21, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • BBMKG Wilayah I Medan dan LDII Sumut Helat Pelatihan Rukyatul Hilal February 21, 2026
  • Kapolres Silaturahim dengan LDII untuk Tingkatkan Kamtibmas Waykanan February 21, 2026
  • Renungan Hari 3 February 21, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.