Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Lintas Daerah

Kisah Warga LDII Bejiharjo Kembangkan Ramuan Empon-Empon agar Lele Tidak Amis

2024/09/03
in Lintas Daerah, Tahukah Anda
2
Jamu 354 aminto

Warga PAC LDII Bejiharjo, Karangmojo, Kabupaten Gunugkidul Aminto berhasil mengembangkan ramuan empon-empon sebagai campuran pakan agar lele tidak amis. Ramuan itu diberi nama “Ramuan Barokah 354 Aminto”, air kolam lele pun tak berbau amis dan berwarna hijau yang umumnya berwarna cokelat pekat. Foto: LINES

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Gunungkidul (30/8). Warga PAC LDII Bejiharjo, Karangmojo, Kabupaten Gunugkidul Aminto berhasil mengembangkan ramuan empon-empon sebagai campuran pakan agar lele tidak amis. Ramuan itu diberi nama “Ramuan Barokah 354 Aminto”, air kolam lele pun tak berbau amis dan berwarna hijau yang umumnya berwarna cokelat pekat.

Aminto tinggal di Padukuhan Gelaran II, Bejiharjo, Karangmojo, tak jauh dari wisata Gua Pindul. Pada bagian depan rumah Aminto terdapat papan bertuliskan Kelompok Budidaya Ikan Mina Rukun. Kelompok ini berdiri sejak 19 April 2008. Saat ini tingkatannya adalah madya.

Ketua Kelompok Budidaya Ikan Mina Rukun ini sedari dulu memang menyukai ikan. Ia bersama 54 anggotanya dari empat RT kemudian berupaya membudidayakan ikan. Selain jenis-jenis ikan tidak punah, upayanya dapat melestarikan ekosistem dan menjaga kualitas air tetap baik dengan menghindarkan praktik meracun ikan di perairan umum.

Praktik ini marak terjadi pada tahun 2000-an sebelum Mina Rukun berdiri. Pencari ikan sering menggunakan obat dencis. Selain racun pabrikan, pencari ikan juga kadang memanfaatkan akar tanaman tuba untuk membuat ikan lemas. Mereka menyebutnya dengan jenu. Jenu ini juga dapat menjadi pestisida nabati. Adapun tanaman kecubung juga dapat menjadi pilihan bahan baku lain.

Ramuan Barokah 354 Aminto seperti diberitakan harianjogja.com, Aminto mengungkapkan, memiliki delapan kolam yang berisi tiga jenis ikan yaitu lele, nila, dan gurami. Kolam-kolam ini berada di belakang rumahnya di samping kandang sapi. Masuk ke kompleks kolam ikan, tidak ada bau menyengat dari air kolam. Tampak air kolam berwarna hijau. Warna air ini beda dengan air kolam lele biasanya yang berwarna cokelat pekat.

Aminto menjelaskan ramuan tersebut berbahan baku jahe, temulawak, kunir putih, gula jawa, dan bekatul. Bahan-bahan ini ditumbuk dan difermentasi bersama dengan campuran belimbing dan susu murni. Fermentasi memakan waktu satu bulan. Setiap pekan sekali, fermentasi di tong ini perlu diaduk.

Pengaplikasiannya, fermentasi ini dicampur dengan pakan ikan seperti pelet. Istilahnya, pembibisan. Bahan-bahan tersebut ia dapatkan dari pekarangan rumah dan tetangganya. Aminto hanya perlu membeli gula jawa dan susu. “Angka kematian ikan turun drastis. Bahkan dalam satu waktu tidak ada yang mati,” kata pria dengan tiga anak ini.

Harga ikan budidaya ini bahkan meningkat. Ada kenaikan sekitar Rp 6.000 per ekor dibandingkan dengan ikan yang tak menggunakan Ramuan Barokah 354 Aminto. Ia mengaku meramu Ramuan Barokah 354 Aminto berdasarkan pada pengalaman konsumsi empon-empon pada manusia untuk meredakan sakit.

Pengamatan ini ia tulis dan petakan secara detail. “Dulu saya memang sempat kuliah di Institut Pertanian Wangsa Manggala, Jalan Wates itu. Tahun 1995. Tapi tidak sampai lulus,” ucapnya. Atas formula yang dibuat itu, Aminto sering dikunjungi akademisi dan pejabat. Saat ini, formula dan ikan-ikan miliknya bahkan sedang diteliti oleh Mahasiswa Magister dari Universitas Gajah Mada (UGM).

Pangan Berkelanjutan

Sebelum Kelompok Budidaya Ikan Mina Rukun berdiri, Aminto telah memiliki kelompok usaha tani. Kala itu, ada beberapa komoditas yang dikembangkan seperti kakao dan bermacam sayuran. Anggota kelompok berasal dari empat RT dengan total 60 anggota. Kelompok ini juga melayani simpan pinjam mirip koperasi.

Suatu ketika ada pihak dari tempat pelelangan ikan memberi tahu informasi bantuan dari pemerintah kabupaten untuk pengadaan kolam ikan. Hanya, syarat yang perlu dipenuhi adalah mereka perlu membentuk kelompok budidaya ikan. Maka berdirilah Mina Rukun yang saat ini menjadi binaan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul.

Kelompok Budidaya Ikan Mina Rukun yang anggotanya juga petani bekerja sama dengan Kelompok Tani Lestari Padukuhan Gelaran II untuk mengembangkan sistem pangan berkelanjutan. Integrasinya yaitu antara peternakan sapi, kambing, ayam, perikanan, dan pertanian. Di selatan rumahnya terdapat tanaman hortikultura dan lahan baru yang akan ditanami tanaman horti.

Ada tomat mawar berwarna oranye kemerahan menyala. Di sebuah green house yang menjadi tempat pembibitan juga ada melon yang berbuah. Ia menerangkan peternak dan petani di Padukuhan Gelaran II terus mengupayakan untuk menggunakan bahan organik sebagai pupuk. Kotoran sapi milik Aminto juga menjadi bahan baku penggembur tanah. Begitupun kotoran ternak lain.

Kelompok Budidaya Mina Rukun juga memiliki ternak sapi. Ternak ini dikelola dengan metode kerja sama antarpetani atau antarpeternak. Istilahnya, nggaduhke. “Sistemnya kalau beranak nanti bagi hasil. Kalau beranak dua, kelompok mendapat satu. Kalau anak sapi pejantan dulu beli Rp1 juta, kemudian dijual laku Rp3 juta, kan untung Rp2 juta.

Kemudian keuntungan ini dibagi setengah-setengah, untuk anggota dan masuk kas kelompok. Kas ini nantinya juga kembali ke anggota. Pas lebaran kami kan bagi-bagi bingkisan,” lanjutnya. Aminto mengaku terbuka terhadap siapa saja yang ingin belajar membuat Ramuan Barokah 354 Aminto.

Menurutnya, ilmu tidak perlu dirahasiakan atau dikomersialkan layaknya komoditas industri. “Buat amal jariyah. Ilmu ini biar berputar,” pungkasnya.

Tidak hanya itu, di selatan rumahnya terdapat tanaman hortikultura dan lahan baru yang akan ditanami tanaman horti. Ada tomat mawar berwarna oranye kemerahan menyala. Di sebuah green house yang menjadi tempat pembibitan juga ada melon yang berbuah.

Ia menerangkan peternak dan petani di Padukuhan Gelaran II terus mengupayakan untuk menggunakan bahan organik sebagai pupuk. Kotoran sapi milik Aminto juga menjadi bahan baku penggembur tanah. Begitupun kotoran ternak lain. Kelompok Budidaya Mina Rukun juga memiliki ternak sapi.

Ternak ini dikelola dengan metode kerja sama antarpetani atau antarpeternak. Istilahnya, nggaduhke. “Sistemnya kalau beranak nanti bagi hasil. Kalau beranak dua, kelompok mendapat satu. Kalau anak sapi pejantan dulu beli Rp1 juta, kemudian dijual laku Rp3 juta, kan untung Rp2 juta. Keuntungan ini dibagi setengah-setengah, untuk anggota dan masuk kas kelompok. Kas ini nantinya juga kembali ke anggota. Pas lebaran kami kan bagi-bagi bingkisan,” lanjutnya.

Aminto mengaku terbuka terhadap siapa saja yang ingin belajar membuat Ramuan Barokah 354 Aminto. Menurutnya, ilmu tidak perlu dirahasiakan atau dikomersialkan layaknya komoditas industri. “Buat amal jariyah. Ilmu ini biar berputar,” pungkasnya.

Tags: Empon-EmponPAC LDII BejiharjoPangan Berkelanjutanramuan barokah 354 Aminto

Comments 2

  1. Mohamad Sudarmono says:
    1 year ago

    Layak di salurkan ilmunya untuk waega LDII lainnya.
    Semangat.

    Reply
    • Mohamad Kurniadi says:
      12 months ago

      Alhamdulillah
      Luar biasa, semoga Alloh SWT memberikan manfaat dan barokah

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Dedi Century Kenya on Renungan Hari 6
  • Hendi on Ketum MUI Pusat Terima Kunjungan Silaturahim Ponpes Wali Barokah dan LDII Kota Kediri
  • q4u2die4 on Renungan Hari 5
  • luludwi 85 on Perkuat Kemandirian Generasi Muda, LDII Pondok Gede Gelar Pelatihan Sablon
  • Sudibyo on KBIHU Budi Luhur Naungan LDII Bersama 1.337 Calon Haji Banyumas Ikuti Manasik
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketum MUI Pusat Terima Kunjungan Silaturahim Ponpes Wali Barokah dan LDII Kota Kediri

Ketum MUI Pusat Terima Kunjungan Silaturahim Ponpes Wali Barokah dan LDII Kota Kediri

February 23, 2026
LDII Kabupaten Bekasi Laksanakan Rukyatul Hilal di Pantai Bungin

LDII Kabupaten Bekasi Laksanakan Rukyatul Hilal di Pantai Bungin

February 21, 2026
ldii ponde

Perkuat Kemandirian Generasi Muda, LDII Pondok Gede Gelar Pelatihan Sablon

February 20, 2026
Sampah Tak Seharusnya Jadi Jejak Acara

Sampah Tak Seharusnya Jadi Jejak Acara

February 17, 2026
Renungan Hari 1

Renungan Hari 1

8
Mensyukuri Nikmat Allah dengan Hati, Lisan, dan Perbuatan

Mensyukuri Nikmat Allah dengan Hati, Lisan, dan Perbuatan

7
Renungan Hari 3

Renungan Hari 3

3
ldii ponde

Perkuat Kemandirian Generasi Muda, LDII Pondok Gede Gelar Pelatihan Sablon

3
Renungan Hari 6

Renungan Hari 6

February 24, 2026
LDII Pringsewu Silaturrahim dengan Bupati Bahas Dukungan Pembangunan Daerah

LDII Pringsewu Silaturrahim dengan Bupati Bahas Dukungan Pembangunan Daerah

February 23, 2026
LDII Tulang Bawang Silaturahim dengan DPRD Dukung Program Pengabdian Masyarakat

LDII Tulang Bawang Silaturahim dengan DPRD Dukung Program Pengabdian Masyarakat

February 23, 2026
LDII Jawa Timur Hadiri Kajian Ramadan Muhammadiyah di Jember

LDII Jawa Timur Hadiri Kajian Ramadan Muhammadiyah di Jember

February 23, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 6 February 24, 2026
  • LDII Pringsewu Silaturrahim dengan Bupati Bahas Dukungan Pembangunan Daerah February 23, 2026
  • LDII Tulang Bawang Silaturahim dengan DPRD Dukung Program Pengabdian Masyarakat February 23, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.