Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Kisah

Semua Menangisi Dhirar – Invasi Ke Negri-Negri Syam 25

2014/02/04
in Kisah
0
uhud

Gambar Ilustrasi

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

<<< Sebelumnya

Sore itu, kedua kubu telah menarik pasukan masing-masing, untuk diistirahatkan. Tapi tidak demikian dengan Khaulah. Dia bertanya pada hampir semua orang Islam, “Apa kau tahu di mana sudara laki-lakiku (Dhirar) berada?.”
Sayang, tak seorang pun tahu. Ia sendiri tidak tahu, apakah Dhirar masih hidup atau sudah tewas.

 

Tangisan yang sudah lama ditahan akhirnya meledak. “Hai putra Ibu! Di pegunungan manakah mereka menaruhmu? Kalau pun mereka telah membunuhmu! Saya ingin tahu dengan senjata apakah? Apa betul mereka telah membunuhmu dengan hasam (pedang yang sangat tajam)? Saudaraku! Kalau kau masih hidup! Saya sanggup menggantikan kematianmu! Jika saya tahu di mana kau ditawan! Pasti telah saya selamatkan dengan segala usaha! Betulkah kau takkan melihat pohon Arok lagi untuk selamanya? Tertawannya dirimu membuat hatiku panas bagai terbakar bara api yang takkan pernah padam! Apakah kau telah menyusul Ayah yang kini berada di hadirat nabi SAW di Surga? Jika betul begitu; sampaikan salamku pada Baginda SAW!”
Untaian kalimat yang diucapkah Khaulah dengan menangis itu membuat pasukan Islam terharu. Hati mereka bergetar. Sedikit demi sedikit, pasukan Islam ikut menangis, sampai akhirnya semuanya ikut menangis, termasuk Khalid. Rasa cinta mereka pada Dhirar, dendam kepada musuh, kasihan pada Khaulah, berkecamuk di dalam hati mereka.

Rasa lelah yang tadinya menyiksa seakan-akan sirna, terhapus rasa kasihan dan iba pada Khaulah yang menangisi Dhirar dengan pilu. Dhirar termasuk pimpinan yang mereka kagumi dan mereka cintai. Emosi dan dendam pasukan Islam benar-benar telah memuncak. Mereka ingin langsung melancarkan serangan terganas.

Namun tiba-tiba tampak dari kejauhan, sekelompok pasukan Romawi berkendaraan kuda, berarak-arak panjang sekali. Mereka muncul dari daerah Al-Uqban (العقبان). Khalid telah didekati oleh sejumlah tokoh, sebagai tanda serangan dahsyat akan dilancarkan. Muslimiin bergerak cepat mengendarai kuda ke arah mereka. Mereka mencampakkan tombak dan pedang, sebagai tanda menyerah. Bahkan akhirnya mereka turun dari kuda lalu berjalan kaki untuk menyatakan menyerah pada Khalid.

Khalid perintah, “Amankan mereka! Bawa kemari!.”
Mereka segera dibawa ke depan Khalid.
“Siapa kalian,” tanya Khalid pada mereka.
“Kami pasukan tuan Wardan Gubernur Homs. Kami yakin tuan Wardan takkan mampu melawan Tuan. Oleh karena itu, kami menyerah dan memohon agar diberi keamanan. Kami akan menyerahkan pajak pada kalian setiap tahun. Terserah berapa jumlah yang kalian inginkan. Penduduk Homs (Chimsh) telah menyepakati yang barusan kami ucapkan,” jawab mereka.

Khalid menjawab, “Jika saya telah sampai ke kota kalian, keputusan damai dengan kalian in syaa Allah baru bisa diputuskan. Itu jika kalian serius minta damai. Di sini kami belum bisa memutuskan damai. Kalian ikutlah pada kami.”
Mereka panik dengan jawaban Khalid.

Khalid bertanya, “Apa kalian tahu sahabat kami yang telah membunuh putra panglima perang kalian?”

“Apakah orangnya yang telanjang dada dan telah membunuh kawan-kawan kami melalui serangannya yang dahsyat? Kalau betul, berarti dia yang telah membuat panglima perang kami sangat bersedih karena kehilangan putranya,” jawab mereka.

“Betul, itu yang kami tanyakan,” jawab Khalid.
“Dia telah ditawan oleh tuan Wardan lalu dibawa ke Homs. Dia diarak oleh 100 orang berkuda. Selanjutnya akan dihadapkan Raja Hiraqla, untuk dimintai laporan mengenai yang telah dilakukan,” jawab mereka.

Pasukan Islam sedikit lega karena mendapat kabar bahwa Dhirar masih hidup. (mulungan.org)

Selanjutnya >>>

 

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.