Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Pasar Memaksa Manusia Jadi Individual

2008/01/05
in Opini
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp
Ir Prasetyo Soenaryo, MT, Ketua DPP LDII
Manusia secara tidak sadar perlahan-lahan membentuk masyarakat yang konsumeris. Inilah yang membentuk masyarakat menjadi terkotak-kotak dalam kantong individualistik, “Apa yang bisa diharap dari masyarakat konsumeris?”. Sedangkan akibatnya adalah individualisme yang mengikis nilai-nilai sosial.
 

Pasar membuat orang terfragmentasi menjadi individu. Padahal di dalam karakter manusia sebagai makhluk sosial memerlukan komunikasi. Komunikasi yang terjalin dengan sendirinya melahirkan komitmen, lalu menjadi trust (kepercayaan). Inilah yang melahirlah bentuk makhluk sosial, yang akan memunculkan modal sosial.

meski pun masyarakat memiliki modal sosial namun masih memerlukan kecerdasan sosial, untuk meraih tujuan tiap individu dalam satu sistem sosial. Namun semuanya menjadi sia-sia ketika manusia hanya mementingkan diri sendiri. Sikap individualistik inilah yang melahirkan ketidakcerdasan sosial.

Bagaimana membangun kecerdasan sosial?
Syarat kecerdasan sosial adalah bila individu kenal diri, baik potensi maupun kelemahannya, atau sesuatu yang membuat dia tidak suka. Berarti selain potensi kita mengerti benar kelemahan dan emosi. Saya berpikir, sebuah system social yang baik adalah seperti tim bola, mereka menilai diri sendiri lalu menempati posisi masing-masing sesuai potensi mereka. Di sini perlu pelatih yang membimbing dan mengenali potensi.

Kita pernah punya modal sosial, tapi mengapa tak pernah memiliki kecerdasan sosial?
Untuk itulah kita perlu melakukan restorasi dan rekonstruksi kembali modal social kita. Tak perlu menyalahkan Orde Lama, Orde Baru, Orde saat ini. Karena kalau ribut mencari sebab kita akan berdebat terus tapi tak membangun. Manusia tak akan pernah bisa menyelesaikan pekerjaan dengan dendam.

Bagaimana merekonstruksi kembali?
Kenali diri, mulai dari yang kecil dari kita pribadi. Kenali potensi dan dinamika diri. Jadilah tuan dari emosi bukan duta emosi. Jadi semuanya bisa terkontrol. Allah tidak mungkin membuat manusia tidak sempurna, tapi manusia memiliki keterbatasan. Misalnya tidak bisa terbang tapi dengan potensi diri bisa membuat pesawat terbang.

Apakah ada jaminan sistem pendidikan yang bagus menciptakan kecerdasan sosial?
Di sinilah peran leadership, dalam sistem sosial yang sehat akan melahirkan leadership. Dia harus memiliki peran solidarity maker, dia bisa menciptakan kebersamaan di dalam para anggotanya. Selain itu seorang pemimpin harus sekaligus menjadi motivator.

Apakah sistem pendidikan kita tak melahirkan kecerdasan sosial?
Dulu sebenarnya sudah ada. Misalkan pelajaran bercerita, setelah guru bercerita bergantian murid bercerita ulang. Di sini ada proses mendengar dan didengarkan. Pelajaran ini membentuk watak manusia menjadi makhluk sosial. Pelajaran olah raga yang mementingkan permainan tim diajarkan. Sekarang ini pelajaran-pelajaran itu dikesampingkan. Inilah yang membentuk manusia menjadi individualistik.

Bagaimana dengan negara lain, apakah yang membuat mereka menjadi maju?
Di Cina dan India, kemajuan itu karena factor leadership. Dalam system social yang diperlukan adalah pemimpin transformasional, yang membimbing manusia dari jaman jahiliyah menjadi yang cerah, dari keadaan buruk menjadi baik. Dari kehilangan modal sosial menjadi memiliki modal sosial.

Bagaimana dengan dunia Islam?
Nabi Muhamad SAW adalah sosok pemimpin transformasional. Dia tak menetapkan target teknis, tapi mentransformasi manusia yang tak produktif menjadi produktif. Bila ini terjadi, dengan sendirinya target teknis teraih. Bedanya pemimpin sekarang menetukan target tapi tak pernah membangun manusianya.

Lalu bagaimana membangun leadership?
Memilih pemimpin tak bisa dengan cara menjiplak Negara maju. Harus disesuaikan dengan budaya. Dalam masyarakat yang tingkat pendidikannya rendah tak perlku pemilihan langsung. Tapi dalam masyarakat yang pendidikannya tinggi pemilihan langsung menjadi perlu. Nah di sinilah fungsi partai, membentuk kader pemimpin bangsa. Partai bukanlah kendaraan untuk menjadi pemimpin.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Muchlis Setiawan on Sebanyak 600-an Pemuda LDII dari Lampung dan Sumsel Ikuti Program Taaruf 2026
  • NAJMUDDIN, M. PD Orthopedagog on Sebanyak 600-an Pemuda LDII dari Lampung dan Sumsel Ikuti Program Taaruf 2026
  • NAJMUDDIN, M. PD on Sebanyak 600-an Pemuda LDII dari Lampung dan Sumsel Ikuti Program Taaruf 2026
  • suparja ssi on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Mata Putra on Sebanyak 600-an Pemuda LDII dari Lampung dan Sumsel Ikuti Program Taaruf 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sebanyak 600-an Pemuda LDII dari Lampung dan Sumsel Ikuti Program Taaruf 2026

Sebanyak 600-an Pemuda LDII dari Lampung dan Sumsel Ikuti Program Taaruf 2026

September 14, 2026
LDII Kramatwatu Dukung Kodim 0602/Serang Tanam 2.000 Mangrove di Pesisir Pantai Gope

LDII Kramatwatu Dukung Kodim 0602/Serang Tanam 2.000 Mangrove di Pesisir Pantai Gope

September 14, 2026
DPP LDII Kembangkan Tabung Air dan Konservasi Lingkungan Hadapi Kemarau Panjang

DPP LDII Kembangkan Tabung Air dan Konservasi Lingkungan Hadapi Kemarau Panjang

September 15, 2026
LDII Purworejo Siapkan Generasi Penerus Unggul dan Berdaya Saing Melalui Bootcamp

LDII Purworejo Siapkan Generasi Penerus Unggul dan Berdaya Saing Melalui Bootcamp

September 14, 2026
Sebanyak 600-an Pemuda LDII dari Lampung dan Sumsel Ikuti Program Taaruf 2026

Sebanyak 600-an Pemuda LDII dari Lampung dan Sumsel Ikuti Program Taaruf 2026

6
LDII Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan, Bukan Sekadar Perayaan Haornas

LDII Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan, Bukan Sekadar Perayaan Haornas

3
Bootcamp Generus LDII Purworejo 2026 untuk Siapkan Pemuda Unggul dan Berdaya Saing

Bootcamp Generus LDII Purworejo 2026 untuk Siapkan Pemuda Unggul dan Berdaya Saing

2
Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat

Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat

5
LDII Karawang Dukung Deklarasi Komitmen Kerukunan dalam Harmoni Nusantara ke-14

LDII Karawang Dukung Deklarasi Komitmen Kerukunan dalam Harmoni Nusantara ke-14

September 16, 2026
LDII Sumedang Ikuti Sholat Istisqa Bersama Forkopimda dan Warga

LDII Sumedang Ikuti Sholat Istisqa Bersama Forkopimda dan Warga

September 16, 2026
Persiapan Musda VIII, LDII Karawang Gelar Pramusda dan Pembekalan

Persiapan Musda VIII, LDII Karawang Gelar Pramusda dan Pembekalan

September 16, 2026
Perkuat Silaturahmi Lintas Elemen, Bupati Sumenep Apresiasi Aksi Kerja Bakti LDII

Perkuat Silaturahmi Lintas Elemen, Bupati Sumenep Apresiasi Aksi Kerja Bakti LDII

September 16, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Karawang Dukung Deklarasi Komitmen Kerukunan dalam Harmoni Nusantara ke-14 September 16, 2026
  • LDII Sumedang Ikuti Sholat Istisqa Bersama Forkopimda dan Warga September 16, 2026
  • Persiapan Musda VIII, LDII Karawang Gelar Pramusda dan Pembekalan September 16, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.